
"Wah, ini sangat keren," puji mereka.
Robot itu pun mempraktekkan apa yang di minta oleh para reporter itu, ia pun membuat pertunjukkan.
Peringatan!
Peringatan!
Awas! Ada bahaya!
Awas! Ada bahaya!
"Bahaya? Di mana itu?" tanya Charzo antusias, ia langsung berlari ke arah Clara takut jika Clara kenapa-napa.
"Tuan Ada apa?" tanya Pak Amir melihat Charzo yang tiba-tiba memeluk istrinya.
"Kalian! Cepat menghindar!" teriak Charzo.
Mereka kebingungan dengan ucapan Charzo.
Dor! Dor! Dor!
Beberapa kali tembakan itu mengarak ke arah Charzo, untungkan Charzo punya kekuatan anti peluru dan ia baik-baik saja.
Pak Amir dan Pak Hendra mereka terluka, seorang pria yang memakai pakaian serba hitam dan penutup kepala menodongkan senjata apinya.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Menangkap pengacau]
[Hadiah 70.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
__ADS_1
'Aku harus menyelamatkan Clara dulu,' batin Charzo.
"Berikan robot ini atau aku akan menembak kalian!" ancam pria itu.
Pak Amir terluka di bagian kakinya, dan Pak Hendra terluka di bagian pahanya, sedangkan Charzo di punggungnya, tapi ia baik-baik saja.
"Hey penjaga! Di mana kalian!" teriak sekretaris Yuda panik.
Para reporter sangat ketakutan, mereka membungkuk kebawah meja. Suasana pun menjadi tegang, mencengram dan ketakutan.
Penjaga datang, dan ternyata mereka semua bersekutu dengan pria perampok itu.
Salah satu penjaga itu menembak ke arah sekretaris Yuda.
Dor!
peluru itu tepat terkena di kaki bagian bawah sekretaris Yuda membuat ia terjatuh.
"Aduh! Sakit!" teriak sekretaris Yuda.
"Tapi bagaimana?" tanya Clara bingung. Charzo yang langsung mengendong Clara dan memeluk dan menghalangi istrinya dari peluru tersebut.
"Mau kemana kamu!" teriak pria itu melihat Charzo yang berusaha melarikan diri.
Ia pun menembak ke arah Charzo.
Dor! Dor!
"Oh kau memakai baju Anti peluru rupanya, kalau begitu bagaimana dengan kepala mu," ucap pria itu menembak ke arah Charzo.
"Jangan lakukan itu!" teriak sekretaris Yuda. Tapi pria itu sudah melayangkan pelurunya ke arah Charzo.
Dor!
Peluru itu tepat kena di kepala Charzo, api pelurunya malah memantul dan jatuh kelantai.
__ADS_1
"Apa! Tidak mempan?" tanya pria itu.
Charzo terus berjalan dan keluar dari ruang tersebut.
Para penjaga itu mengejar Charzo atas perintah pria tersebut.
"Sayang, kamu langsung pulang dan jangan lihat kebelakang ya," ucap Charzo.
"Tapi gimana dengan Mas?" tanya Clara gemetaran ketakutan.
"Mas akan baik-baik saja percayalah, Mas bisa pulang dengan selamat," ucap Charzo.
"Tapi …."
"Jika kau ingin Mas selamat maka pergilah, jika Mas terus melindungi mu, maka jika terjadi sesuatu pada mu, itu yang membuat Mas tidak selamat," ucap Charzo.
Clara mengangguk mengerti.
"Mau lari kemana kamu?" tanya penjaga itu menodongkan senjatanya.
"Sekarang!" teriak Charzo. Mobil pun langsung melesat di jalanan, mereka membiarkan mobil itu karena mangsa mereka ada di hadapannya.
Clara menyetir sambil menangis mengenang bagaimana jika Charzo tidak baik-baik saja, bagaimana dengan bayinya nanti.
"Katakan tujuan kalian apa dan dari mana perintah ini?" tanya Charzo.
"Ah, jangan banyak omong kamu, ikut saja kami," ucap petugas itu membawa Charzo kembali ke dalam ruangan.
Charzo berjalan dan mendekati Sekretaris Yuda.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Charzo.
"Sangat sakit Tuan, tapi masih bisa di tahan," ucap sekretaris Yuda.
"Wah! Wah! di saat seperti ini kalian masih sanggup memikirkan orang lain di saat nyawamu sudah terancam," ucap pria itu salut.
__ADS_1