
"Apa yang bisa kau lakukan?" tanya Charzo.
[Aku bisa mengakses data-data perusahaan dan menyimpan di memori ku. Bukan hanya itu, aku juga bisa menjadi pelayan Anda]
"Bagus, kalian benar-benar luar biasa karena membuat robot ini mengerti bahasa manusia. Sekretaris Yuda persiapkan acara peluncuran roobot," ucap Charzo.
"Baik Tuan, akan segera kami siapkan," ucap sekretaris Yuda.
Beberapa menit Charzo mengetes robot tersebut, dari penyimpanan data-data melalui layar hologram. Ia juga bisa merekam kejadian apa yang ia lihat, lebih tepat ia punya kamera di kedua matanya.
"Ini sangat bagus, jika peluncuran lancar maka kita pasti akan mendapatkan keuntungan besar, dengan begitu kita punya modal untuk membuat robot selanjutnya. Aku ingin menciptakan robot yang bisa di masukkan masukan manusia ke dalam, guna untuk terapi orang yang kejiwaan terganggu, dengan begitu kita bisa mengurangi penyakit ini," ucap Charzo.
"Wah, pemikiran Anda sangat bagus Tuan, jika begini maka orang-orang akan terbantu," puji sekretaris Yuda.
"Iya, itu hanya rencana, moga saja bisa berjalan dengan lancar. Ya sudah aku pergi dulu, ada sesuatu yang ingin aku uruskan, kalau ada apa-apa telpon aku ya," ucap Charzo.
"Baik Tuan," ucap mereka.
Charzo pun keluar dari ruangan tersebut.
"Tuan, aku ingin berbicara dengan Anda sesuatu," ucap sekretaris Yuda.
__ADS_1
"Ada masalah apa?" tanya Charzo.
"Mari kita ke ruangan Anda sebentar," ajak sekretaris Yuda.
Mereka pun menuju ruangan utama dan masuk ke dalam. Sekretaris Yuda menutup pintu dan menguncinya.
Charzo pun duduk di kursi CEO.
"Katakan."
"Sebenarnya ada salah satu pekerjaan yang saat ini sedang meneliti robot itu ingin berhenti bekerja, aku takut jika data dan formula itu ia ambil dan ia mendirikan robot sendiri. Jika dia mendirikan robot yang berbeda mungkin itu tidak masalah, tapi jika sama bagaimana?" tanya sekretaris Yuda khawatir.
Charzo menarik nafasnya. Ia melihat laptop yang ada di depannya.
"Tapi Tuan … dia punya otak yang cerdas, dia bisa mengingatnya dengan detail," ucap sekretaris Yuda.
"Seingat apa pun manusia, pasti dia juga pasti akan melupakan sesuatu, kecuali dia merubahnya," ucap Charzo.
"Merubahnya? Maksudnya?" tanya sekretaris Yuda memiringkan kepalanya tak mengerti maksud Charzo.
"Merubahnya ya itu dia bikin robot baru ha-ha-ha." Charzo tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Anda benar juga, kalau begitu tidak ada yang perlu aku khawatirkan," ucap sekretaris Yuda.
"Baiklah, aku mau ke restoran ku dulu, karena hari ini baru akan di urus," ucap Charzo.
"Baik Tuan." angguk sekretaris Yuda. Charzo pun keluar dari ruangannya dan menuju ke tempat Andi berada.
"Ayo kita langsung ke restoran," ajak Charzo.
Mereka pun keluar dari perusahan Charzo dan masuk ke dalam mobil.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Charzo mencari alamat restorannya dan ia menemukannya.
Charzo pun melajukan mobilnya di jalan, untungnya jarak restoran hanya 6 kilometer.
Sesampainya di sana, restoran itu terlihat sangat besar, dindingnya di lapisi kaca tebal hingga terlihat seluruh isi dalam restoran tersebut.
"Ya ampun, ini restorannya?" tanya Andi terbelalak.
__ADS_1
"Ya udah ayo kita lihat," ajak Charzo.