System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 62


__ADS_3

Melainkan orang asing yang tidak mereka kenal.


"Hey! Siapa kau!" teriak pria yang ada di mobil sebelah.


"Tentu saja manusia! Emang nggak lihat!" balas Charzo.


Mereka tambah bingung.


"Ayo menepi!" teriak pria itu.


Mobil yang di kendarai oleh Charzo menepi di pinggir dan mobil pria itu berhenti di depan mobil yang Charzo bawa.


Ia segera keluar dan Charzo juga keluar.


"Hey! Kenapa mobil teman ku ada sama kamu! Jangan-jangan kamu udah mencuri mobil dia!" tuduh pria itu.


"Seharusnya kau berterima kasih padaku karena sudah menolong teman mu yang sudah sekarat karena mabuk, aku belum perhitungan dengan dia yang menabrak mobil ku. Kalau gitu kau saja yang ganti rugi mobil ku. Nih ambil mobil dia, sekarang dia di rumah sakit, tapi kalau kamu mau ambil mobil bayar dulu uang ganti ruginya, kalo enggak mobilnya ku tahan dulu," ucap Charzo.


Pria itu terdiam menatap Charzo.


"Kamu ini, orang sedang dalam keadaan sekarat kamu malah memikirkan uang ganti rugi," ucap pria itu.


"Siapa suruh dia dalam keadaan mabuk berkendara, kalo mabuk itu istirahat, lihatlah dengan apa yang dia lakukan merugikan diri sendiri dan orang lain, kamu sebagai teman nasehati dia. Lihatlah sekarang menyusahkan orang saja," denggus Charzo.

__ADS_1


"Ya udah, di mana dia sekarang?" tanya pria itu.


"Ya di rumah sakit lah, mau di mau di mana lagi," ucap Charzo.


"Rumah sakit mana?" tanya pria itu ikut kesal.


"Bayar dulu ganti ruginya, kalo enggak ya kamu cari aja semua rumah sakit di kota ini," jawab Charzo melipat tangannya.


"Iya, iya, berapa?" tanya pria itu pasrah.


"Dua juta," jawab Charzo.


"Hey! Kenapa mahal sekali!" teriak pria itu.


"Iya, iya, aku bayar. Sial! Nanti aku harus meminta bayar lebih dari dia," ucap pria itu kesal.


"Eleh, kamu juga sama, padahal kamu temannya," ucap Charzo.


"Ini duitnya," ucap pria itu memberikan uang 2 juta kepada Charzo. Charzo pun menerimanya.


"Mana kuncinya?" tanya pria itu.


"Ada di dalam," ucap Charzo pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya melewati pria tersebut.

__ADS_1


"Hm? Sepertinya ada yang lupa ya?" tanya pria itu seperti melewatkan sesuatu.


"Oh iya, di mana rumah sakitnya!" teriak pria itu baru menyadari setelah mobil Charzo sudah tak terlihat lagi.


"Akhhhhhhhhh! Benar-benar sial! Apa aku harus mencari seluruh rumah sakit untuk menemukan dia? Mana ponsel dia nggak aktiv lagi," denggus pria itu kesal.


"Ini uangnya buat kamu aja," ucap Charzo memberikan uang dua juta itu kepada Clara.


"Ini uang hasil malak orang, uang kita udah banyak, lebih baik uangnya buat orang membutuhkan saja," ucap Clara.


"Hm … benar juga, anggap saja dia sedang beramal karena sudah melakukan hal yang tidak baik," ucap Charzo mengangguk setuju.


Sepanjang jalan, mereka memberikan uang kepada pengemis, anak jalanan dan pada pemulung, sebagian uang mereka juga di bagikan kepada mereka yang membutuhkan.


"Senang banget lihat mereka bahagia ya Mas," ucap Clara tersenyum saat melihat seorang anak pemulung yang sedang bahagia mendapatkan uang yang mereka berikan tadi.


"Iya, andai saja …." Charzo memegang tangan Clara sambil tersenyum ke arah Clara.


"Andai saja apa?" tanya Clara menaikan alisnya.


"Ya sudahlah, ayo kita lanjutkan lagi perjalan kita," ucap Charzo.


Mobil pun kembali melaju menuju Cafe mereka.

__ADS_1


'Andai saja kita punya junior ….'


__ADS_2