
"Baiklah, baiklah, lagian apa penting ku, mengurusi hidup orang yang nggak penting kayak kamu, tapi yang penting kalian jangan sempat aku melihat kalian datang ke sini lagi! Jadi sekarang silakan kalian pergi. Hus! Hus!" usir Charzo.
"Cepat bawa uangnya!" perintah Lena kepada kedua putrinya.
"Awas kalian datang lagi!" ancam Charzo.
"Cih! Menyebalkan! Semoga butik kalian secepatnya bangkrut!" umpat Lena.
Belum lagi mereka masuk ke dalam mobil beberapa mobil datang.
"Wah banyak sekali ya datang Bu, ayo kita lihat apa yang di lakukan oleh pembeli itu," saran Carry.
Mereka pun menunggu dan melihat memantaunya dari jauh.
Orang-orang masuk ke dalam butik Clara dan mereka pun langsung memilih baju, kira-kira ada 8 orang wanita cantik dan modis, mereka dari kalangan orang terpandang, atau istri pengusaha sukses.
"Eh, Ibu, mereka terlihat senang sekali dengan baju yang di jual di butik Clara," ucap Carin.
"Heh! Ibu punya ide, bagaimana jika kita kerjain butiknya malam ini?" saran Lena tersenyum.
"Tapi Bu, apa Ibu nggak takut, tadi saja Ibu hampir terpotong oleh sinar laser, bagaimana kita kerjainnya?" tanya Carry.
__ADS_1
"Tenang saja, lihat saja nanti malam, kita akan ke sini. Jadi sekarang ayo kita pulang untuk menyiapkan rencana," ucap Lena mengajak anak-anaknya pulang.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan butik Clara.
Para pembeli itu tampak senang dengan baju yang ada di butik Clara.
"Wah, kainnya sangat nyaman, ini benar-benar dari brand ternama mah," ucap mereka merasakan kelembutan kainnya.
Mereka pun berbondong-bondong membeli baju tersebut.
Setelah membelinya, mereka pun pergi.
"Ya ampun Mas, benar-benar laris manis Mas," ucap Clara senang.
"Eh, Cafe? Beneran kita punya cafe?" tanya Clara mengangkat alisnya.
"Iya sayang makanya kamu nggak usah kerja, kamu urusin aja usaha kita, Mas urus bisnis, nanti kalo kamu kerja dan ikut bantu kerja nanti kamu kecapean," ucap Charzo merangkul Clara.
"Hm … oke deh," ucap Clara mengacungkan jempolnya setuju.
"Rina, kamu ada tau siapa-siapa teman kita kerja yang udah nggak kerja lagi nggak? Biar nanti di sini kamu ada teman juga, di tempatkan di cafe juga," ucap Clara.
__ADS_1
"Hm … ada beberapa rumah yang aku tahu, tapi aku enggak tahu mereka kerja lagi apa enggak," ucap Rina.
"Kamu ada nomor mereka?" tanya Clara.
"Sebagian ada sih, bentar," ucap Rina mengambil ponselnya.
"Ini nomor yang masih tersimpan, semoga aja mereka nggak kerja di sana lagi," ucap Rina.
Clara menyalin nomor tersebut dan menelpon satu persatu.
"Maaf ya, aku masih kerja di sini," jawab teman yang di telpon.
"Maaf ya, aku udah dapat kerja yang lain," jawab temannya yang lain.
"Kebetulan banget aku baru aja berhenti dari tempat kerja kemaren itu, ya udah mau deh kerja di tempat kamu, di tempatnya?" tanya teman Clara.
"Oke nanti aku share lokasinya ya, pokoknya nanti aku share lokasinya kamu langsung berangkat ya," ucap Clara.
"Oke!" jawab temannya itu.
"Rina, kamu tetap jaga butiknya ya, kalo ada yang beli mereka harus bayar pake kartu aja ya, aku mau ikut suami ku pergi lihat cafenya ya," ucap Clara.
__ADS_1
"Oke Clara," ucap Rina.