
"Mas," ucap Clara melihat Charzo yang keluar dari taksi tersebut, ia berlari ke arah Charzo dan langsung memeluknya.
"Sayang, kamu kenapa lari-lari sih." Charzo juga memeluk Clara.
"Aku takut Mas kamu kenapa-napa, bagaimana kalau kamu tiada, gimana dengan anak kita," ucap Clara tangisannya pecah.
"Kamu lihat aku pulang dengan baik-baik saja kan? Semuanya bisa Mas atasi kok, kamu jangan khawatir gini, nanti berakibat buruk pada bayi kita," ucap Charzo.
"Mas yang selalu bikin aku khawatir," ucap Clara manyun.
"Sudah, jangan sedih lagi ya." Charzo menyeka air mata Clara.
"Jadi semuanya udah selesai?" tanya Clara.
"Sudah, tapi Mas ada yang mau di lihat, ada Vila dan apartemen yang ingin aku lihat, kamu mau ikut nggak?" tanya Charzo.
"Hm, iya aku ikut," ucap Clara.
__ADS_1
"Ya udah, Mas pulang dulu mau mandi dan ganti baju, mana kunci mobilnya?" tanya Charzo.
"Nih, aku tunggu di sini aja ya," ucap Clara.
"Baiklah. Mas pergi dulu ya," ucap Charzo mencium kening Clara dan ia pun masuk ke dalam mobilnya.
Trankkk!
"Sial! Keluarga Eko benar-benar keterlaluan, dia sudah merampas perusahaan ku hingga hanya meninggalkan saham yang tidak berharga ini! Mereka sangat kejam!" teriak Ayah Clara geram, ia melempar pas bunga ke lantai dengan wajah merah padam.
"Ada apa ini Yah?" tanya Lena terkejut karena terdengar suara pecahan. Carry dan Carin juga datang.
Lena terdiam sesaat, ia memikirkan cara agar perusahaan mereka tidak bangkrut.
"Ayah, bagaimana jika kita pinjam uang sama Charzo aja?" saran Carry.
Mereka semua melihat ke arah Carry.
__ADS_1
"Eh kenapa? Emangnya ada yang salah?" tanya Carry mengangkat alisnya.
"Apa kamu tidak ingat jika kita sudah memutuskan persaudaraan dengannya! Minta bantuan dengan suami mu juga, dia juga makan minum dan tinggal di rumah ini juga," ucap Lena.
"Ibu ini gimana sih! Dulunya Charzo juga makan minum dan tinggal di sini juga, kenapa Mas Bima jadi sasarannya, Edi juga tinggal di sini juga, kenapa nggak minta bantuan juga dengannya!" ucap Carry melotot.
Lena menarik nafas panjang, ia benar-benar pusing memikirkan keadaan mereka saat ini, meminta batuan dari suami Carry, ia hanya pekerja kantoran biasa. Suami Carin, sudah tidak pernah pulang ke rumah lagi, bisa di katakan pernikahan Carin dan Edi sudah di ambang kehancuran.
Minta bantuan dari Charzo, mereka sudah di usir dari rumah, Clara sudah tidak di anggap anak lagi, mereka juga sudah berbuat kejahatan di butiknya. Tapi hanya saja akhir-akhir ini mereka tambah semakin kaya, entah apa yang mereka lakukan hingga mereka bisa sekaya itu sekarang.
"Ibu, kenapa sekarang Clara hidupnya semakin kaya? Apa mereka lakukan bisa sekaya itu sekarang?" tanya Carin duduk di kursi.
"Jika tidak, aku akan mencari tah apa rahasia mereka bisa sekaya ini sekarang, aku akan menyamar untuk mencari tahu nanti," ucap Lena penuh dengan ide briliannya.
Tak lama Charzo pun sampai ke butik.
"Sayang, ayo," ajak Charzo.
__ADS_1
"Ya udah aku pergi dulu ya," ucap Clara kepada Rina pegawainya itu.