System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 36


__ADS_3

Terjadilah kejar-kejaran di antara mereka di tengah jalan, padahal saat itu di jalanan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang.


Charzo menambah kecepatan mobilnya melewati mobil-mobil tronton besar. Akan tetapi, mobil tidak bisa nyelip seperti motor yang kecil. Charzo mencoba mencari jalan alternatif yang gampang di lewati.


Sayang sekali, jalan alternatif itu malah sedang di tutup karena perbaikan.


Mau tak mau Charzo memberhetikan mobilnya, dan juga tempat itu sangat sepi.


"Akhirnya! Ketangkap juga kamu ya!" ucap pria itu geram. Ia segera turun dari motornya dan menghampiri mobil Charzo.


"Hey keluar kamu!" teriak pria itu mengendor-gedor kaca jendela mobil Charzo.


Charzo keluar dari mobilnya.


"Bagus! Kamu yang mengambil baju yang ada bercak merah itu kan?" tebak pria itu menatap lekat.


"Bercak merah? Bukan aku yang mengambilnya," jawab Charzo menggeleng.

__ADS_1


"Alah, jangan banyak alasan kamu! Kembalikan baju itu!" teriak pria itu dengan membulatkan matanya.


"Mana ada aku punya baju bercak merah, lagian kenapa dengan baju itu? Penting sekali? Jangan bilang bercak merah itu bukan sembarang bercak, atau itu adalah bercak darah?" tebak Charzo pura-pura tidak tahu sambil memikirkan mau ia kemanakan baju itu.


"Itu bukan urusan mu, lebih baik kembalikan!" teriak pria itu geram.


Karena Charzo sengaja bertele-tele dan mengulur waktu, pria itu masuk ke dalam mobil Charzo untuk mencari baju tersebut. Charzo menarik pria itu keluar dari mobilnya dan melemparnya keluar.


Tanpa pikir panjang lagi, Charzo masuk ke dalam mobilnya dan memutar mobilnya secepat mungkin. Pria itu berusaha bangun dan ingin mengejar mobil Charzo, tapi ia ketinggalan. Pria itu pun mengambil motornya dan kembali mengejar mobil Charzo.


"Di jalan jam segini masih saja macet, aku harus pikirkan cara agar bisa sampai ke kantor polisi untuk menyerahkan buktinya," ucap Charzo.


"Pak, tolong antarkan saya ke kantor polisi," pinta Charzo kepada tukang ojek pangkalan.


"Oh baiklah, ini helmnya." tukang ojek itu memberikan helm kepada Charzo.


"Pak biar saya saja yang bawa." tanpa persetujuan dari pemilik motor, Charzo naik di depan dan terpaksa tukang ojek itu mengalah duduk di belakang.

__ADS_1


Brum! Brum!


Pria itu melihat ke arah suara motor tersebut, awalnya ia tidak tahu jika itu adalah Charzo, tapi melihat baju Charzo ia pun kembali mengejarnya.


"Aku tidak akan membiarkan mu!" teriak Pria itu geram. Ia menambah kecepatan motornya dan menyalip setiap kendaraan di depannya.


Dan terjadilah kejar-kejaran lagi.


"Aku akan serahkan barang bukti ini kepada polisi. Tapi ngomong-ngomong, si gentayangan itu kok mendadak hilang? Dasar nggak tanggung jawab," gerutu Charzo.


Tak lama kemudian, Charzo sampai di depan kantor polisi. Charzo segera turun dari motor.


"Bapak tunggu di sini, aku ambil uangnya dulu," ucap Charzo buru-buru ke tempat gelap untuk mengambil uang dari Systemnya.


Pria itu pun sampai juga di kantor polisi.


"Sial! Aku tidak akan membiarkan dia menyerahkan barang bukti itu," ucap pria itu geram. Ia menghampiri tukang ojek itu.

__ADS_1


"Di mana pria tadi?" tanya pria itu dengan sangat marah.


__ADS_2