
Beberapa petugas polisi juga datang dan menemani Charzo. "Di saat kejadian, kalian berada di mana?" tanya Charzo.
"Kamu sedang ada di rumah, menonton tv," jawab mereka.
"Kalau kakak sebagai istrinya ada di mana?" tanya Charzo.
"Aku ya ada di rumah, di mana lagi. Orang dia bilang mau keluar kok," ucap sang istri.
"Apa salah satu dari kalian ada yang keluar saat jam 07:30 menit?" tanya seseorang dari belakang. Dia adalah detektif polisi.
Charzo melihatnya manyun.
"Kamu detektif polisi kenapa baru datang, setelah orang mau interogasi baru kamu datang," ucap Charzo.
"Oh, tadi aku ada mengurus suatu kasus, jadi karena aku di telpon makanya baru datang," ucap detektif itu menyengir.
"Ada aku keluar beli gorengan karena di suruh sama ibu," jawab seorang remaja berumur 17 tahun.
"Lalu habis itu kamu kemana lagi?" tanya detektif tersebut.
"Ya pulang, orang jual gorengannya samping rumah," ucap remaja tersebut.
__ADS_1
"Kakak dan mereka nggak satu rumah?" tanya Charzo.
"Enggak, kami rumah sendiri," jawab istri pria yang meninggal tersebut.
"Untuk apa kau interogasi mereka lagi, lagian kan sudah tahu siapa pembunuhnya, hanya menunggu dia mengaku saja," ucap detektif polisi itu dengan sombongnya.
"Terserah kamu saja, aku percaya dengan keyakinan ku," ucap Charzo.
Charzo melihat sang istri itu dari atas sampai bawah, mungkin ia bisa menemukan sesuatu.
Wanita itu terlihat memutar bola matanya, sesekali menggaruk hidungnya, ia seperti menyimpan sesuatu.
'Akhirnya aku menemukannya,' batin Charzo.
"Eh, iya aku memang ingin menanyakan sesuatu padanya," ucap wanita itu mengangguk.
'He-he-he masuk jebakan,' batin Charzo.
Wanita itu pun mengikuti Charzo. Charzo mengkode polisi tersebut agar mengikutinya.
Mereka pun menuju ruang interogasi dan terlihat wanita itu menangis.
__ADS_1
"Kenapa bawa dia ke sini?" tanya petugas yang sedang mengintrogasi wanita yang menjadi tersangka.
"Dia ingin menanyakan sesuatu pada wanita ini," ucap Charzo.
"Iya, aku ingin menanyakan … kamu adalah sahabat ku, kenapa kamu berselingkuh dengan suamiku?" tanya sang istri.
"Aku tidak selingkuh dengannya, dia datang hanya ingin meminta saran dari ku, dia ingin membuat kejutan di hari ulang tahun mu. Barang-barang sudah terbeli sebagian di rumah ku, makanya dia sering datang ke rumah ku, itu semua karena ingin memberi kejutan untuk mu. Jadi untuk apa aku membunuhnya," jawab wanita itu menangis.
Sang istri terdiam menatap dalam wanita yang di sebut sahabat itu.
"Bagaimana rasanya setelah membunuh orang yang kau cintai karena cemburu?" tanya Charzo.
Mendadak wanita itu berlutut dan menangis sesenggukan.
"Aaaaaaaa! Kenapa? Kenapa jadi seperti ini!" teriak sang istri itu mengengam erat tangannya.
"Apa! Jadi kau pembunuhnya?" tanya wanita itu berdiri dan menatap tajam istri pria tersebut.
"Aku … aku tidak tahu jika … jika dia sangat mencintai ku! Aku gelap mata karena sering melihat dia terus datang ke rumah mu dengan datang membawa berbagai hadiah di dalam kotak, itu membuat aku gelap mata dan ingin membunuhnya dan melenyapkannya dari muka bumi ini," ucap sang istri dengan penuh penyesalan.
"Kenapa kamu tidak bertanya dulu?" tanya Charzo.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku bisa bertanya lagi, saat di tanya dia selalu saja beralasan membuat aku bertambah curiga," jawab sang istri.
"Haishhhh … suami mu juga salah, dia yang sebagai membuat api dan pada akhirnya api itu membakar cemburu mu dan membuat mu menjadi benci dan timbul niat jahat," ucap Charzo.