System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 57


__ADS_3

"Bagus saudara Charzo, kau sudah mengungkapkan pembunuh yang sesungguhnya, jika tidak mungkin kami sudah salah menangkap orang," ucap komandan tersebut.


"Sama-sama komandan, tapi aku bingung kenapa rambut wanita ini ada di baju pria tadi dan bagaimana dia meninggal di bioskop?" tanya Charzo.


"Itu … sejak kemaren aku curiga karena suami ku dan dia bersama terus akhirnya aku datang ke rumahnya, saat itu aku melihat dia menyisir rambut dan ku ambil sehelai rambut yang ia buang. Malam ini aku mengajaknya menonton bioskop agar ia tidak mati di rumah. Jadi saat sebelum film di putar, aku menusuk perutnya dan menusuknya beberapa kali. Sebelum ia mati, ia mengatakan jika ia mencintai ku, tapi aku tidak mempercayainya, aku membiarkan ia mati begitu saja dan meninggalkannya. Aku benar-benar menyesal," ucap sang istri dengan Isak tangisan membuat suaranya menjadi parau.


"Bawa dia ke penjara, dia akan di kurung beberapa hari menjelang hari sidangnya nanti," ucap komandan.


"Baik komandan," ucap petugas itu memborgol tangan wanita itu dan membawanya keluar dari ruang interogasi.


"Eh komandan, kenapa wanita itu yang di bawa?" tanya detektif polisi tadi baru saja datang melihat wanita yang di bawa tadi.


"Ternyata dialah pembunuh aslinya, untung ada saudara Charzo yang memecahkan kasusnya jadi kita tidak salah menangkap orang," ucap komandan tersenyum melihat Charzo. Charzo juga tersenyum.

__ADS_1


Detektif itu menatap manyun ke arah Charzo.


"Baiklah, saudara Charzo kami akan memberikan penghargaan untuk Anda," ucap komandan itu.


"Terima kasih komandan," ucap Charzo mengangguk dan mengikuti komandan pergi menuju ruangannya.


"Cih! Berlagak dia! Mengusut kasus itu hanya orang-orang yang sudah terpelajar baru bisa mengungkapkan kasus, aku rasa pelakunya mengaku dengan sendirinya barulah dia mendapatkan nama, sungguh menyebalkan!" denggus detektif polisi itu kesal.


Komandan mengurus petugas yang lain untuk membuat sertifikat kemudian mencetaknya.


"Terima kasih atas penghargaannya komandan. Kalau begitu aku permisi dulu," ucap Charzo.


"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap komandan.

__ADS_1


Charzo pun keluar dari kantor polisi dan menuju ke arah mobilnya.


Saat Charzo membuka pintu seorang pria mendatangi Charzo.


"Hey kau! Baru saja sekali menuntaskan kasus sudah dapat penghargaan, apa kamu berpikir aku yang setiap hari menuntaskan kasus sudah berapa banyak sertifikat yang aku dapatkan?" ucap detektif polisi itu melipat tangannya melihat ke arah Charzo.


"Kamu ini kenapa sih? Seharusnya kamu juga ikut senang jika aku bisa memecahkan kasusnya, setidaknya aku sudah membantu pekerjaan mu, aku nggak di gaji juga. Tapi kau di gaji, seharusnya kau berterima kasih pada ku," ucap Charzo.


"Cih! Siapa juga berharap bantuan dari mu, ini adalah pekerjaan ku yang seharusnya tidak di ikut campur oleh orang awam seperti mu, kamu beruntung hari ini karena kasus kali ini sangat gampang, jika kamu bertemu dengan kasus sulit jangan sekali-kali kamu memecahkannya. Jika tidak, kamu akan salah menangkap orang dan kamu juga akan masuk penjara, aku berbaik hati mengingatkan mu," ucap detektif polisi itu pergi meninggalkan Charzo begitu saja.


Charzo melihat deteksi polisi itu dengan pandangan sayup.


"Bilang saja jika kau iri, kau tidak ingin ada orang yang lebih baik dari mu. Itu bukan memperingati ku, tapi lebih tepat agar aku tidak mengungkapkan kasus dan tidak ada yang mengalahkan mu," ucap Charzo.

__ADS_1


Ia pun masuk ke dalam mobil dan melaju di jalanan meninggalkan kantor polisi tersebut.


__ADS_2