System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 99


__ADS_3

[Gunakan poin untuk mendeteksi identitas pria di kamera]


[Pendeteksi indentitas di aktifkan]


Memuat …


Loading …


Mulai …


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 50 poin]


[Sisa poin Anda 450 poin]


Memindai…


Proses…


Selesai.


Nama: Mardi


Umur: 34 tahun

__ADS_1


Status: lajang


Jenis kelamin: pria


Alamat: Jalan harum manis nomor 30


Charzo menyimpan ponselnya ke dalam saku jasnya.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Charzo pun mencari lokasi alamat rumah tersebut dan ia pun melihat sebuah titik mereka yang berjalan.


Charzo menyipitkan matanya karena titik merah itu bergerak, tidak mungkin rumah itu berjalan.


Charzo pun melajukan mobilnya di jalanan mengikuti titik merah yang di lalui oleh titik merah tersebut.


Charzo menambah kecepatan mobilnya agar cepat mencapai titik merah tersebut, jika di pikirkan jarak mereka sudah sangat jauh.


[Gunakan poin untuk memodifikasi mobil menjadi super cepat]


[Super cepat di aktifkan]


Memuat…


Mulia…


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…

__ADS_1


100%…


Selesai.


[Poin Anda di potong 50 poin]


[Sisa poin Anda 400 poin]


Tiba-tiba saja mobil Charzo melesat di jalan dengan kecepatan tinggi..


"Wah ini sangat cepat," puji Charzo. Charzo hanya perlu menyetirnya saja.


Mobil Charzo yang kelakuannya tak biasanya itu bahkan lewat di lampu merah pun mereka tak sadar, yang lewat itu bagaikan bayangan sekilas, terlihat di kamera pengawas lampu lalu lintas.


"Ini apa yang lewat, apa jangan-jangan …." ucap salah satu petugas polisi yang sedang memantau kamera CCTV yang di pasang di lampu lalu lintas itu, ia merasakan merinding luar biasa.


Tak lama kemudian, jarak antara Charzo dan titik merah itu tidak terlalu jauh, dan akhirnya Charzo pun bisa mengejarnya.


Rupanya titik merah yang bergerak tersebut adalah sebuah mobil yang pergi ke luar kota. Karena Charzo sudah melewati batas kotanya dan kota sebelah dengan jarak yang cukup jauh.


Charzo pun menambahkan kecepatan mobilnya lagi lalu berhenti di depan mobil yang di kejarnya secara mendadak.


Mobil itu pun terpaksa menabrak belakang mobil Charzo karena tak sempat mengerem.


Charzo pun keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil tersebut.


Duk! Duk! Duk!


"Buka pintunya!" teriak Charzo menggedor-gedor pintu mobil.


Akan tetapi, orang yang ada di dalam mobil tidak mau keluar.


"Hey! Keluar kamu!" teriak Charzo.


Perlahan-lahan kaca mobil itu terbuka.


"Ada masalah apa?" tanya pria itu yang memakai topi hitam dan serba hitam.


Charzo menangkap kerah baju pria itu lalu menariknya keluar dari mobil melalui kaca jendela lalu memasukkan pria itu ke dalam mobilnya. Charzo juga mengunci pintu mobil dari dalam.


"Hey! Apa-apaan ini! Kita tidak punya masalah!" teriak pria itu berusaha membuka pintu mobil tapi itu terkunci amat kuat.


"Oh tidak punya masalah ya? Siapa bilang kita tidak punya masalah Mardi, yang berusia 34 tahun, status lajang yang tinggalnya di harum manis nomor 30, apa aku salah?" tanya Charzo.


Pria itu terdiam dan tampak heran dengan ucapan Charzo.

__ADS_1


"Kau … kau dari mana tau identitas ku?" tanya pria itu terbelalak.


"Dari mana itu tidak penting, yang terpenting benda yang kau curi dari perusahaan ku itu lebih baik kau kembalikan, itu tidak berguna juga untuk mu atau mungkin kau sudah bekerja sama dengan orang lain?" tebak Charzo.


__ADS_2