System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 61


__ADS_3

Clara dan Charzo pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju di jalanan.


Clara tampak diam di sepanjang jalan.


"Kamu kenapa sih? Murung gitu, apa karena ibu kamu tadi?" tanya Charzo.


"Iya Mas, aku nggak tau mau gimana? Ibu udah anggap aku bukan anaknya lagi, sekarang yang aku punya hanya kamu Mas, kalau kamu nggak mau aku lagi dengan siapa aku hidup," ucap Clara sedih.


"Kamu ngomong apa sih? Kalau aku nggak mau, kamu kenapa semua usaha ku berikan pada mu, aku cintanya cuma sama kamu aja kok," ucap Charzo mengelus rambut Clara.


"Moga aja gitu Mas, moga aja Mas nggak selingkuh," ucap Clara manyun.


"Kamu ini, jangan mikir yang enggak-enggak dong, nanti pikiran mu itu malah nanti membuat Mas melakukan hal buruk. Makanya jangan pikiran yang aneh-aneh," ucap Charzo.


"Iya iya," jawab Clara membaringkan kepalanya di bahu Charzo.


Duk! Duk! Duk!


Sebuah mobil menabrak mobil Charzo secara perlahan dari belakang.


"Kenapa itu Mas?" tanya Clara melihat kebelakang.


Charzo menepikan mobilnya di pinggir jalan dan mobil pun berhenti.


Mobil yang tadi menabraknya berbelok dan menabrak pembatas jalan, untung saja mobil itu tidak terlalu cepat sehingga mobil itu tidak rusak parah.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini, Mas periksa dulu," ucap Charzo membuat sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


Charzo melihat dari kaca jendela mobil dan melihat seorang pria yang pingsan di dalam.


Duk! Duk! Duk!


"Buka pintunya!" teriak Charzo menggedor-gedor pintu mobil tersebut. Akan tetapi tidak ada jawaban.


Melihat itu, beberapa orang yang sedang bersantai mendatangi Charzo.


"Ada apa?" tanya para warga.


"Dia tadi menabrak mobil ku, setelah ku intai sepertinya dia tidak sadarkan diri," jawab Charzo.


"Oh, iya, sepertinya dia pingsan," ucap seorang bapak yah sedang melihat ke dalam.


"Terkunci pula," ucap Charzo.


"Bongkar paksa aja," ucap bapak itu.


Charzo pun menarik pegangan pintu dengan kuat dan di bantu oleh bapak-bapak tersebut dan pintunya pun terbuka.


Pria itu langsung terjatuh kebawah.


"Capat telpon ambulan," perintah Charzo.

__ADS_1


"Iya, iya." angguk warga di sana.


Pria itu pun di keluarkan dari mobil dan di bawa ke samping jalan. Charzo memeriksa apa pria itu masih hidup atau tidak.


"Syukurlah kalau dia masih hidup. Tapi dari mulutnya tercium bau alkohol yang sangat kuat, sepetinya dia mabuk tapi memaksakan untuk membawa mobil," ucap Charzo.


"Haishhhh! Sudah tahu mabuk malah berkendara, anak jaman sekarang ini pergaulannya benar-benar parah," ucap bapak-bapak itu mendengus kesal.


Tak lama kemudian mobil ambulan pun datang, pria itu segera di bawa masuk ke dalam mobil.


"Mobil dia biar aku bawa ke rumah sakit aja," ucap Charzo.


"Ya udah kalo gitu," ucap para warga.


Charzo pun berjalan mendekati mobilnya.


"Sayang, aku bawa mobil orang itu ke rumah sakit, kamu ikut aku dari belakang ya," ucap Charzo.


"Oh ya udah." angguk Clara.


Charzo pun masuk ke dalam mobil pria tersebut, perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan. Karena tadi Charzo sudah menanyakan alamat rumah sakitnya Charzo pun membawa mobil secara perlahan agar Clara bisa mengikutinya.


Saat di perjalanan, sebuah mobil melaju dan beriringan dengan mobil yang Charzo bawa.


Tin! Tin! Tin!

__ADS_1


Sebuah mobil membunyikan klakson mobil dan membuka jendela mobil tersebut.


Charzo juga membuka jendela mobilnya. Pria yang ada di dalam mobil itu sangat terkejut karena bukan orang yang mereka kenal yang ada di dalam mobil tersebut.


__ADS_2