
"Hm … begitu ya, kalau begitu ibu mungkin tau siapa bos dia boleh di telpon," pinta polisi itu.
"Oh ya, kemaren aku sempat menyimpannya buat jaga-jaga," ucap istrinya tersebut dan ia pun menelannya.
Beberapa menit di telpon, bos itu pun datang. Ia juga sangat terkejut dengan kejadian itu. Para seluruh keluarga jenazah pria itu pun sudah datang, mereka di boyong ke kantor polisi demi pemeriksaan dan pencocokkan sidik jari.
Akan tetapi satupun tidak ada yang cocok.
"Mungkinkah pelakunya tidak datang dan dia adalah orang luar?" tebak Charzo.
"Aku rasa begitu, ya sudah karena ada rambutnya kita bisa menginvestigasikannya," ucap komandan tersebut.
Mereka pun mengambil rambut tersebut dan memasukkan ke sebuah alat lalu di sambung kan ke komputer, komputer pun melukis wajah seorang wanita.
"Eh dia," ucap istrinya.
"Ibuk kenal?" tanya komandan tersebut.
__ADS_1
"Ya kenal, dia adalah teman saya," ucap wanita tersebut.
"Apa Anda tahu di mana kediamannya?" tanya polisi tersebut.
"Ya saya tahu," jawab wanita itu.
Mereka pun bergegas menuju rumah tersebut dan terlihat wanita yang mereka cari sedang membaca buku dan minum kopi di teras rumah.
"Wah, sungguh hebat kamu ya! Sudah membunuh suami saya kamu malah santai di depan rumah sambil minum kopi!" ucap istri itu dengan membelalakkan matanya.
"Hey Karin, apa maksud mu membunuh suami mu, apa yang kau bicarakan?" tanya wanita itu tidak mengerti.
"Tapi Pak saya tidak membunuhnya! Jika saya membunuhnya kenapa saya harus bersantai, seharusnya saya sudah kabur melarikan diri," ucap wanita itu memberontak saat tangannya di borgol.
"Anda bisa jelaskan di kantor polisi nanti," ucap polisi itu membawanya masuk ke dalam mobil polisi dan segera di bawa ke kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, wanita tersebut di masukkan ke dalam ruang interogasi dan ia pun segera di interogasi.
__ADS_1
"Rasakan kamu wanita jahat! Kamu membunuh suami ku dan entah apa salah dia, semoga kamu membusuk di penjara!" ucap istrinya mendengus kesal.
"Kenapa kamu membunuhnya?" tanya polisi itu. Charzo dan petugas yang lain sedang berada di luar ruangan dan mereka menyaksikan dari komputer.
"Sudah aku katakan aku tidak membunuhnya! Aku tidak membunuhnya! Lalu apa bukti yang kalian temukan sehingga bukti itu mengarah pada ku?" tanya wanita tersebut.
"Buktinya ada sehelai rambut dan setelah di deteksi dan itu adalah milik mu," jawab petugas interogasi.
"Aku nggak tau kenapa rambutku bisa ada bersama pria itu, yang pastinya buka aku pelakunya. Demi Tuhan bukan aku Pak! Tolong percayalah pada ku, aku harus melakukan apa agar kalian percaya dengan ku, atau setidaknya tolong selidiki mungkin aku di jebak oleh seseorang," ucap wanita itu.
Charzo pun tersadarkan.
"Aku rasa dia benar, dia pasti di jebak oleh seseorang pak, aku akan memeriksa orang-orang di luar sana," ucap Charzo berlari keluar dan ia berhenti di dekat para keluarga korban.
"Aku rasa pasti salah satu di antara mereka, aku harus menemukan bukti yang kuat," ucap Charzo.
"Maaf sebelumnya, saya di minta untuk interogasi kalian semua, maukah kalian menjawab pertanyaan ku?" tanya Charzo.
__ADS_1
"Iya boleh." angguk para keluarganya yang dengan wajah lesu.