System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 89


__ADS_3

"Oh begitu ya, tidak apa-apa, tapi itu memang sangat luar biasa sekali. Ya udah, kalau begitu aku permisi dulu untuk mengurus para penjahat tadi," ucap Komandan menepuk pundak Charzo.


"Baik Komandan." angguk Charzo.


[Ding Ding]


[Misi selesai]


[Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar 70.000.000]


[Selamat Anda mendapatkan reward Apartemen]


[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]


[Saldo \= 650.250.000]


[Kecepatan \=24]


[Kelincahan \=24]


[Kekuatan \=24]


[Kecerdasan \=24]


[Level \=15]


[Poin \=460]


[Reward\= Apartemen]


"Hm … sepertinya aku harus pulang dulu untuk melihat istriku, nanti bari lihat Vila dan apartemen," ucap Charzo masuk ke dalam ruangan itu.


Hanya ada reruntuhan tembok di tempat peluncuran robotnya.


[Tuan, Tuan]

__ADS_1


"Oh ya, aku hampir melupakan mu, ke sinilah," ucap Charzo memangil robotnya.


Robot itu mendekati Charzo.


"Di sini tidak aman, ayo pulang ke rumah ku saja dulu, kau aman di sana, karena rumah ku ada system pengaman otomatis," ucap Charzo.


[Baik Tuan]


Charzo masuk ke dalam ruangan tempat pembuatan robot tersebut. Di sana semua para karyawannya berkumpul saat terjadinya penembakan tadi.


"Eh Tuan," ucap mereka saat melihat baju Charzo robek-robek.


"Sudah, keluarlah, di luar sudah aman," ucap Charzo.


"Syukurlah kalau begitu," ucap mereka lega.


"Tapi pak Hendra dan pak Amir mereka terluka karena tembakkan di kaki dan pahanya. Untung saja tidak terkena daerah vitalnya, tapi aku ingin membawa robot ini ke rumah ku untuk sementara waktu, aku belum merasa aman di sini, lagian ruang ini juga harus diperbaiki dulu karena sebagian sudah hancur, kalian juga di istirahatkan beberapa hari dulu menjelang semuanya baik-baik saja," ucap Charzo.


"Baiklah jika begitu Tuan, tapi Tuan harus menjaganya ya, dia bahkan seperti keluarga karena sering berinteraksi dengan kami," ucap mereka.


"Iya, kalian tenang saja, rumah ku ada pengaman otomatis yang hanya bisa di buka oleh aku dan istriku, jadi aman kok," ucap Charzo.


"Baiklah, kalian silakan pulang," ucap Charzo.


"Baik Tuan," ucap mereka.


Charzo pun pergi dengan membawa robot tersebut, sesampainya di depan pintu Charzo melihat robotnya, ia tidak mungkin membawa robotnya begitu saja tanpa penutup, bagaimana jika ada orang yang ingin mencurinya lagi?


Charzo mengambil gorden lalu membungkus robot itu seperti pocong.


Charzo pun memesan taksi online. Setelah taksi onlinenya datang, Charzo pun langsung naik. Tentu saja itu membuat pengemudi taksi itu menaruh curiga.


"Maaf, apa yang Anda bawa?" tanya pengemudi taksi.


"Jalan saja, jalan ke jalan Sekar mawar," ucap Charzo.

__ADS_1


"Tapi beri tahu dulu, jangan-jangan Anda membawa mayat," tebak pengemudi tersebut.


"Ngomong kamu," ucap Charzo.


[Aku bukan mayat]


Pengemudi itu pun percaya. Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan menuju alamat yang di sebutkan oleh Charzo.


Saat melewati butik, Charzo melihat sang istri ada di sana.


"Pak, berhenti di sini saja," pinta Charzo.


"Baik."


"Berapa?" tanya Charzo.


"50 ribu," ucap supir taksi.


'Hm ... ternyata aku nggak punya uang cash ya,' batin Charzo.


Charzo pun membungkukkan tubuhnya ke bawah untuk berlindung.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Charzo pun mengambil uang dari systemnya.


"Nih pak uangnya," ucap Charzo memberikan uang tersebut kepada supir taksi.


"Terima kasih."


Charzo pun keluar dari mobilnya.


[Ding Ding]

__ADS_1


[Saldo Anda di kurang 50.000]


[Sisa saldo Anda 650.200.000]


__ADS_2