
Clara keluar dari kamar mandi dan ingin berganti pakaian.
"Mas buru-buru?" tanya Clara.
"Hm? Nggak juga sih, tapi buru-buru juga," jawab Charzo tersenyum.
"Ya udah kalo buru-buru pergi aja, lagian habis ini aku juga mau jemput Tari, aku ingin nyicip masakan dia gimana," ucap Clara.
"Oh gitu. Ya udah Mas duluan, kamu juga hati-hati di jalan ya, jangan ngebut," ucap Charzo.
"Iya Mas, toh selama ini aku nggak pernah ngebut kok," jawab Clara.
"Ya udah Mas pergi dulu." Charzo mencium kening Clara lalu ia pun keluar dari kamarnya. Ia langsung menuju mobil dan melaju di jalanan.
Clara melihat perutnya yang memang sedikit terlihat membesar.
__ADS_1
"Haishhhh, coba aja ini bukan lemak, tapi bayi. Mas Charzo pasti sangat menginginkan buah hati, tapi kapan? Pernikahan kami sudah hampir 4 tahun, tapi belum juga mendapatkan buah hati, aku harus ke rumah sakit ini, aku mengecek kesuburan rahim ku, Mas Charzo sudah memberikan kehidupan yang layak untukku, aku juga akan berusaha menjaga tubuh ku agar tetap subur agar kami bisa punya anak," ucap Clara.
Perjalan beberapa menit itu, Charzo pun sampai di hotelnya. Terlihat seorang pria yang tadi malam ia temui berada duduk di taman hotel.
Ia langsung berdiri saat melihat Charzo datang.
"Bang," ucapnya sambil tersenyum.
"Di sini sebelumnya aku ingin bicara, kamu pilih bekerja di hotel apa di restoran?" tanya Charzo.
"Di restoran? Bang kalau di restoran kalo ada makanan sisa bisa bawa pulang nggak?" tanya pria itu berharap.
"Syukurlah, kalau begitu aku bisa bawa makanan untuk anak-anak, jadi aku bisa setidaknya menghemat uang untuk anak-anak," ucapnya tersenyum lebar.
'Dia masih saja memikirkan nasib anak-anak,' batin Charzo terharu.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu, nanti ikut aku ke restoran ya. Kamu tunggu di sini dulu," ucap Charzo. Ia pun masuk ke dalam hotel dan ingin melihat kinerja mereka saat ini.
"Eh cepat, cepat! Tuan datang," ucap mereka yang segera berkumpul. Charzo pun berdiri di hadapan mereka semua.
"Berhubungan di sini belum ada kepala pengurus hotel, maka aku akan mengangkat salah satu di antara kalian sebagai kepala pengurus hotel, jadi salah satu di antara kalian yang terpilih kalian harus amanah. Jangan gunakan jabatan ini untuk menindas sesama pekerja atau malah sok jadi bos di sini, tugas kepala pengurus adalah mengecek pekerjaan para pegawai dan bertanggung jawab atas kebersihan dan pelayanan untuk para pengunjung. Apa bila aku menemukan atau ada yang melaporkan jika kepala pengurus berbuat kesalahan, maka dia di pecat dan namanya di black list secara online, apa kalian mengerti?" tanya Charzo.
"Mengerti Tuan," ucap mereka.
"Bagus. Baiklah, aku akan memilih …." Charzo melihat kira-kira siapa di antaranya yang layak untuk di jadikan kepala pengurus hotelnya.
"Kepala pengurus hotel adalah … Toni, silakan maju ke depan," ucap Charzo.
Pria yang bernama Toni terbelalak tak percaya, ia tampak kesenangan sekalian kaget. Para pegawai lain mendorongnya ke depan.
"Cepat ke depan," ucap mereka juga ikut senang.
__ADS_1
Ia pun maju ke depan.
"Terima kasih banyak Tuan karena sudah mempercayai ku," ucap Toni membungkukkan badannya beberapa kali.