System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 29


__ADS_3

Malam pun tiba. Sayangnya mereka tidak punya baju ganti dan terpaksa harus memakai baju yang mereka pakai saat ini.


"Mas, kita ke toko baju nanti ya," ucap Clara.


"Iya. ayo cepat naik," ucap Charzo.


Mereka berdua pun berboncengan menyusuri jalan dengan penuh bahagia. Clara memeluk erat tubuh Charzo karena angin malam yang menembus baju tipisnya.


Mereka pun mampir di sebuah konter, Charzo memarkirkan motornya yang tidak jauh dari konter tersebut.


Mereka pun menuju konter itu dan tak sengaja Clara bersenggolan dengan seseorang.


"Ah maaf," ucap Clara.


"Clara," ucap wanita itu.


"Mey." Clara mengenali wanita tersebut dan ternyata Mey adalah teman satu kerja Clara.


"Beli ponsel juga?" tanya Mey.


"Eh Iya." angguk Clara.


"Kamu kenapa nggak masuk kerja tadi siang?" tanya Mey.


"Ehm … itu …."


"Clara akan berhenti bekerja di sana, rencana kami ingin membangun usaha kecil-kecilan," sahut Charzo.

__ADS_1


"Eh benarkah? Wah, itu sangat hebat, tapi sayang sekali kalau kamu berhenti bekerja, teman-teman pasti rindu kamu," ucap Mey.


"Rindu? Seperti Killa maksud mu?" tanya Clara.


"Ah, kalo dia lupakan saja, mulutnya emang kayak gayung pecah," ucap Mey.


"Mey, aku minta tolong sama kamu ya untuk memberikan surat pengunduran diri ku, kalau kamu mau main-mainlah ke rumah baru kami," ucap Clara.


"Baiklah, oh ya ini nomor ponsel ku, nanti kalo kamu udah punya nomor aku langsung telpon aku ya," ucap Mey memberikan nomor ponselnya.


"Oke!"


"Aku pulang dulu ya," ujar Mey berpamitan. Clara mengangguk.


Mereka pun membeli ponsel dan Clara asik memilih ponsel yang ia sukai.


Seorang pria asing berjalan mendekati konter itu dan melihat ke kiri dan kanan untuk memantau situasi.


"Hey! Motor ku teriak Charzo.


"Mas gimana ini?" tanya Clara panik.


"Sudah, kamu di sini saja dulu ya, biar Mas kejar pencuri itu," ucap Charzo berlari meninggalkan Clara di konter tersebut.


Charzo berlari dengan kecepatan yang ia miliki mengejar pencuri motor tersebut.


Pencuri itu membawanya sangat laju menyalib beberapa mobil di depannya, dan begitu juga Charzo berlari di jalan khusus jalan kaki agar tidak ada hambatan.

__ADS_1


"Kenapa larinya laju sekali," ucap pencuri itu menambah kecepatan laju motornya.


Charzo melompat ke atas dan truk dan melompat ke atas mobil sedan yang lain, sayang sekali, saat ia hampir mendekati motornya itu, mobil yang ia naikkan di atasnya mendadak berhenti.


"Hey! Turun dari mobil ku!" teriak pemilik mobil. Dengan terpaksa Charzo pun turun.


"Maaf Pak," ucap Charzo kembali berlari mengejarnya. Kecepatan Charzo dan pemotor itu hampir berimbangan. Sedikit lagi Charzo bisa memegang motornya.


[Ding Ding]


[Misi baru]


[Menyelamatkan seorang nenek-nenek yang di tabrak oleh mobil]


[Hadiah 7.000.000]


[Status misi: Sedang berlangsung]


Charzo bingung mau mengejar pencuri itu atau menolong nenek tersebut karena pencuri itu sedikit lagi ia dapatkan.


Charzo pun berhenti dan akhirnya pencuri itu sudah melaju jauh.


"Ya sudahlah, sepertinya motor itu bukan rezeki ku, nanti aku bisa beli yang baru saja," ucap Charzo melihat ke kiri dan kanan.


"Tapi di mana kejadian misi itu ya?" tanya Charzo.


Tin! Tin!

__ADS_1


Tin! Tin!


Terdengar suara klakson mobil yang melaju cukup kencang dari kejauhan.


__ADS_2