
Carin mengambil ponselnya dan ingin menelpon polisi.
Charzo menepis tangan Carin yang ingin menekan nomor polisi dan memperlihatkan ponselnya di hadapan Carin.
"Coba kau lihat, aku tidak salah orang kan?" tanya Charzo.
Carin melihatnya dan dengan mata terbelalak, tubuhnya bergetar hebat dan matanya berkaca-kaca.
"Di … di mana dia?" tanya Carin pelan tapi penuh emosi, tanpa terasa air matanya jatuh ke lantai.
"Hm, tidak ingat, coba kamu cari sendiri saja," jawab Charzo mengangkat bahunya sambil mencibir.
Carin keluar dari butik Clara dan menuju mobilnya.
"Suami yang kau banggakan itu malah lebih parah kelakuannya dari pada ku. Aku sarankan lebih baik kau cari pria yang tidak berguna seperti ku saja, meskipun dia tidak bekerja tapi yang penting dia setia," ucap Charzo.
Caron tidak mempedulikannya karena di pikirannya itu adalah sangat ingin marah kepada Edi sang suami. Selama ini ia mencurahkan seluruh hatinya untuk suaminya, lalu kenapa suaminya malah tega selingkuh. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kak Carin!" teriak Carry. Tapi Carin sudah melajukan mobilnya.
"Ayo kita susul kak Carry, takutnya dia kenapa-napa," ucap Carry.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan mengejar mobil Carin.
__ADS_1
"Sini coba aku lihat," ucap Clara mengambil ponsel Charzo dan melihat foto kakak iparnya itu.
"Astaga! Mereka sangat mesra, Mas dari mana dapat gambar ini?" tanya Clara yang melihat foto itu nggak berkedip.
"Dari sebuah cafe, pas pulang dari perusahaan," jawab Charzo.
Clara memberikan ponsel itu kembali ke pada Charzo.
"Ternyata aku yang lebih banyak bersyukur ya, punya suami seperti Mas," ucap Clara memeluk Charzo.
"Iya donk, Mas ingin menjadi suami yang baik juga untuk kamu. Oh ya bagaimana pendapatan hari ini?" tanya Charzo.
"Pertama buka ini sangat luar biasa tau, hari ini aku mendapatkan 170 juta!" teriak Clara senang.
"Wah, semoga laris manis ya jualan kamu, Mas juga senang," ucap Charzo tersenyum bahagia.
"Mari kita rayakan hari ini," ucap Charzo.
"Oke! Aku akan pesan banyak makanan, tapi janji Mas habiskan," ucap Clara tertawa.
"Istriku kalau tertawa sangat cantik," puji Charzo.
"Mulai deh gombal," ucap Clara manyun.
__ADS_1
"Ya lebih bagus Mas gombal istri sendiri dari pada istri orang," ucap Charzo.
"Siap-siap lah kena bacok," jawab Clara sambil melihat ponselnya dan mengklik makanan yang ia sukai.
"Oke! Sudah aku pesan," ucap Clara.
Baru saja Clara ingin mendekati Charzo, tiba-tiba saja 2 orang perampok masuk ke dalam butik, ia memegang senjata tajam dan menodongkan ke arah Charzo dan Clara.
"Mas." Clara terlihat ketakutan.
"Tenang, ini tidak apa-apa," ucap Charzo.
"Berikan kami uangnya!" teriak perampok itu mengibaskan senjata apinya ke arah mereka berdua.
Charzo menarik tangan Clara dengan pelan ke belakangnya.
"Masuk dalam bilik," bisik Charzo. Clara mengangguk mengerti meskipun ia dalam ketakutan.
"1 … 2 … 3 PERGI!" teriak Charzo.
Clara langsung lari menuju kebelakang, seorang pria itu ingin mengejar Clara tapi di halangi Charzo.
"Hey! Lawan kalian adalah aku," ucap Charzo menjadi tenang karena Clara sudah pergi.
__ADS_1
"Kalau begitu cepat berikan uangnya, atau aku akan membunuh mu!" ancam perampok itu.
"Heh! Kalian datang-datang minta uang dengan menodongkan senjata tajam seperti ini, aku lebih baik memberikan kepada pengemis saja. Kalau kalian ingin mati ayo maju!" tantang Charzo.