System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 94


__ADS_3

Charzo juga mengirim sejumlah uang kepada pak Amir, pak Hendra dan sekretaris Yuda, yaitu biaya pengobatan mereka.


Total semua pembayaran yang Charzo keluarkan itu sebesar 1,4 milyar.


Total saldo di rekening perusahaan itu ada 2 triliun hasil dari produksi robot lalu di jual, yang membeli robot ini kebanyakan adalah perusahaan besar di berbagai dunia agar data perusahaan mereka tetap aman.


"Untuk sementara kau di rumah saja ya, jangan pernah keluar dari rumah ini karena rumah ini adalah paling aman untuk mu," ucap Charzo kepada Robot CR.


[Baik Tuan]


"Dan juga, temani istri ku, mungkin dia akan terus berada di dalam rumah karena saat ini dia sedang hamil, tolong jaga dua juga ya dan hibur dia jika moodnya kurang baik. Orang hamil itu terkadang suasananya berubah-ubah, kadang tidak tahu kenapa dia mendadak murung, kadang mendadak bahagia dan semuanya itu mendadak," ucap Charzo.


"Terus mendadak apa lagi?" tiba-tiba saja Clara sudah ada di belakang Charzo.


"Eh, cepat banget mandinya, biasanya kamu lama mandinya sayang," ucap Charzo tersenyum.


"Kalau aku nggak cepat nggak sempat aku mendengarkan omelan mu itu," jawab Clara dudu di sofa.


"Kamu mau makan apa?" tanya Charzo.


"Makan di luar yuk, aku tiba-tiba pengen makan di restoran yang bernuansa kuning, lampunya kuning pokoknya yang kuning-kuning lah," pinta Clara.

__ADS_1


"E'ek juga warnanya kuning," ucap Charzo tertawa.


"Mas, ah! Jangan bercanda gitu, jijik tau!" ucap Clara manyun.


"Baiklah, baiklah, ayo kita pergi sekarang. Oh ya robot CR, kamu aku cas saja dulu ya untuk menambah energi mu, seharian kamu tidak berada di kapsul mu," ucap Charzo.


[Baik Tuan]


Charzo pun membawa robot CR ke dalam kamarnya dan ia pun di cas. Mata robot itu terpejam layaknya ia sedang tertidur.


"Ya udah ayo kita pergi," ajak Charzo.


Mereka pun kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Yang itu gimana?" tunjuk Charzo kepada salah satu restoran yang cat warnanya kuning.


"Bukan itu, aku mau restoran mewah yang di dalamnya bernuansa kuning," ucap Clara.


"Oke! Kita cari lagi," ucap Charzo melihat ke kiri dan kanan.


"Nah, itu ada kuningnya, gimana?" tanya Charzo lagi melihat sebuah restoran yang di dalamnya hanya di terangi oleh lampu berwarna kuning.

__ADS_1


"Nah, aku mau kayak gitu, tapi yang mewah," ucap Clara lagi.


"Ya ampun, ngidam orang hamil emang beda ya, harus yang pas di hati," ucap Charzo.


"Kenapa! Nggak boleh," ucap Clara manyun.


"Boleh, boleh kok, apa pun yang kau mau semuanya boleh," ucap Charzo tersenyum kecut.


"Nah, restoran yang itu." tunjuk Clara di sebuah restoran mewah, tapi di dalamnya tanpa pengunjung.


"Ya ampun sayang, itu restoran kita, tapi belum siap di buka," ucap Charzo.


"Nggak mau, aku mau yang ini juga, Mas yang masakin," pinta Clara tersenyum manis.


"Haissss, ya sudahlah, demi kamu Dan demi calon bayi kita, Mas siap jadi apa pun," ucap Charzo.


Charzo memutar mobilnya dan masuk ke perkarangan halaman restorannya tersebut.


Mereka pun masuk ke dalam.


"Ini restoran kita?" tanya Clara terbelalak tak percaya.

__ADS_1


"Iya, emang nggak lihat papan tamplet di atas itu atas nama kamu," jawab Charzo.


__ADS_2