
Setelah puas melihat apartemennya mereka pun pulang, kunci apartemen itu juga Charzo berikan kepada Beni.
"Ya sudah, aku akan pulang, sisanya kamu yang urus. Dan jangan lupa carikan 2 orang ibu-ibu untuk mengurus istri ku yang hamil ini ya, masalah gaji nanti bisa di bicarakan dengan ku," ucap Charzo.
"Baik Tuan," ucap Beni mengangguk.
"Dan juga, kirim nomor rekening mu pada ku, biar langsung di transfer oleh istri ku," ucap Charzo.
"Baik Tuan," ucap Beni.
Charzo dan Clara kembali masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju di jalanan.
Tririt! Tririt!
Tririt! Tririt!
Ponsel milik Charzo berbunyi yang menandakan sebuah pesan masuk.
"Ini nomor rekening dia," ucap Charzo memberikan ponselnya kepada Clara.
"Transfer berapa Mas?" tanya Clara bingung.
__ADS_1
"Transfer untuk kebutuhan dia melakukan operasional saja dulu, karena tadi dia hanya memakai motor, transfer uang untuk ia membeli mobil, sisanya untuk uang makan di jalan, bensin dan mana juga dia punya keluarga yang ingin dia nafkahi," ucap Charzo.
"Baiklah, kalau gitu aku kirim dia 600 juta saja ya, nanti biar dia pandai sendiri buat cari mobil yang gimana, sisanya untuk makan dia," ucap Clara.
"Ya udah, terserah sih," ucap Charzo.
Clara pun mentransfer uang tersebut di rekening Beni.
Clara juga mengirim pesan kepada Beni agar membeli mobil dan kebutuhannya nanti.
Hari juga sudah hampir senja, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah saja.
"Mas, itu kenapa tv di rumah kita hidup? Nggak mungkin rumah kita …." Clara terlihat ketakutan.
"Aneh juga sih, kenapa di rumah bisa tv hidup, padahal pas aku pergi nggak ada nonton kok," ucap Charzo juga merasa heran. Mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut dan Clara terpukau dengan robot yang ada di rumahnya, robot itu duduk di sofa sambil menonton tv.
"Ya ampun robot CR, mengagetkan saja," ucap Clara manyun, mana tadi dia sudah mati-matian ketakutan.
"Kau bisa menonton tv juga rupanya?" tanya Charzo.
[Tentu saja Tuan, aku juga sedang merekam titik permasalahan yang ada di televisi]
__ADS_1
"Oh ya, Mas mau mengirim uang untuk para pekerja mas di perusahaan," ucap Charzo.
"Iya, aku juga mau mandi, tubuhku udah lengket oleh keringat," ucap Clara.
"Robot CR, kamu di sini aja ya, nanti aku ingin melihat mu melakukan sesuatu," ucap Clara memegang tangan robot tersebut.
[Baik]
Clara pun menuju kamarnya, Charzo juga pergi ke kamarnya untuk mengambil laptop.
Setelah mengambilnya, ia pun duduk di samping robot layaknya seperti seorang anak.
Charzo pun menghidupkan laptopnya dan ia melihat pendapatan perusahaannya.
Selain robot CR, di dalam perusahaan juga memproduksi robot kecil yang biasa di gunakan untuk membantu penyimpanan data saja, dan itu sudah terjual beberapa robot ke negara asing. Robot CR adalah produk pertama yang mereka ciptakan dengan keistimewaan dapat berbicara seperti manusia dan kelebihan yang lain.
Charzo pun melihat saldo di rekening perusahaannya itu yang sudah mencapai milyaran.
"Uang ini biarkan saja di rekening perusahaan saja, para pekerja ku juga membutuhkan uang untuk pembuatan robot," ucap Charzo.
Charzo mengirim sejumlah uang kepada pegawainya karena mereka libur, mereka juga harus punya waktu untuk keluarga mereka.
__ADS_1