System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 87


__ADS_3

"Kalian datang ke sini untuk berbuat kekacauan, aku tidak akan mengampuni kalian!" ucap Charzo geram.


"Berikan robot itu maka kalian akan baik-baik saja," ucap pria itu.


"Kalian keluar semua, biar aku yang menghadapi mereka," ucap Charzo.


"Tidak ada yang boleh keluar! Atau kalian semua aku tembak!" balas pria itu.


"Kau ya, benar-benar membuatku kesal saja! Jangan salahkan aku yang membuat mu menyesal karena sudah datang ke sini" tukas Charzo.


Ia berlari menuju ke arah penjahat itu dan menerpa tubuhnya membuat mereka saling terjatuh.


Para petugas keamanan mengarahkan senjatanya ke arah Charzo.


"Berhenti dan jangan sakiti Tuan! Atau kau akan mati!" ancam petugas keamanan tersebut.


"Siapa peduli," ucap Charzo menarik tangan kepala penjahat itu dan memutarnya kebelakang membuat ia berada di bawah.


Para petugas itu bingung bagaimana untuk menembak Charzo karena Charzo berlindung dengan tubuh bos mereka.


Kepala penjahat itu mengambil kesempatan, ia menembak Charzo dari atas dengan meletakan senjata apinya di kepala Charzo.


Dor!


"Tidaaaaaaaaaaakkkk!" teriak sekretaris Yuda.


Charzo menyeringai.


"Apa! Senjata api tidak mempan dengan mu?" tanya pria itu terkejut.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, kau datang tanpa persiapan terlebih dahulu, maka rencana kalian akan gagal," ucap Charzo menarik kepala pria itu lalu membenturkan dengan kepalanya membuat pria itu menjadi pusing, Charzo membalikkan badannya menarik kaki pria itu lalu mematahkannya.


Krak!


"Aaaaaaaa! Sakittttttt!" teriak pria itu yang terasa sakit amat luar biasa.


Melihat bosnya di lukai, para petugas yang lain berdatangan, mereka pun menembak ke arah Charzo.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Hujan peluru pun terjadi di gedung itu, untung saja mereka hanya menembak ke arah Charzo yang ada di panggung peluncuran, bukan di belakang tempat para reporter tersebut.


Charzo menyelamatkan robot itu dan melindunginya lalu membawanya kepinggir, sedangkan mereka terus menembaknya.


"Astaga! Kenapa peluru tidak mempan dengannya?" tanya petugas itu geram.


Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!


Bom itu menghancurkan tempat tersebut membuat tembok yang rontok, untung saja itu hanya bom kecil, sehingga hanya mematikan daerah yang kecil saja, tapi jika ada orang, itu bisa membunuh 3 orang bersamaan.


Asap mengepul ke atas membuat pandangan menjadi kabur.


"Tu … an," rintih sekretaris Yuda terasa amat sedih.


Dari asap yang mengepul itu keluar Charzo dengan pakaian yang robek-robek itu dengan memasang wajah pembunuh.


"Sedikit pun nyawa kalian tidak akan aku biarkan," ucap Charzo geram.

__ADS_1


Charzo langsung menghantam mereka tanpa ampun, ia menarik tangan penjaga itu lalu mematahkannya dan melemparkannya ke belakang.


Ia berjalan lagi ke arah penjaga yang lain, ia menarik kepala penjaga itu dan mematahkannya.


Krak!


Lalu membuangnya ke samping.


"Ayo serang dia bersama-sama," ucap penjaga itu.


Mereka menyerang bersama-sama berharap Charzo bisa di taklukkan.


Charzo mencengkram tubuh 2 orang penjaga tersebut lalu menghempasnya kelantai dengan kuat lalu membantingnya ke tembok membuat kepala mereka terluka mengeluarkan darah.


Sisanya Charzo menarik tangan mereka dan melipatnya menjadi dua dan mematahkan tulang punggungnya.


Krak!


Krak!


"Dia Monster! Dia Monster!" teriak petugas itu ingin melarikan diri, Charzo mengejar mereka lalu menangkapnya.


Charzo pun menangkap ketiga penjaga itu lalu memeluknya dengan erat dan kuat membuat para penjaga itu tidak bisa bernafas.


Saking kuatnya, Charzo mampu meremukkan tulang-tulang penjaga itu.


Krak!


Krak!

__ADS_1


Krak!


Mereka pun lemas tak berdaya dan jatuh ke lantai dengan tubuh yang patah-patah itu.


__ADS_2