
"Dengan kau menjadi kepala pengurus, itu berarti beban mu berat. Gunakan wewenang mu untuk memajukan hotel ini, jangan sampai ada kesalahan fatal karena hukuman mu sangat berat, kalau nama mu di black list online, jadi setiap data mu di akses maka nama mu terdata atas nama yang di black list dengan begitu kau mau melamar pekerjaan di tempat lain pun akan kesulitan. Jika kau ingin mundur sekarang masih sempat. Jadi bagaimana?" tanya Charzo menimbang kan pertanyaannya.
"Aku siap Tuan," ucapnya.
"Baiklah, karena kamu siap, berarti kamu juga siap untuk menerima konsekuensinya. Jika begitu kamu resmi menjadi pengurus hotel ini, beri tepuk tangan untuk Toni," ucap Charzo.
Mereka pun memberi tepuk tangan yang meriah untuk temannya yang baru saja di angkat jabatannya.
"Baiklah, karena kamu sekarang adalah pengurus hotel ini, jadi tolong handle bawahan mu, aku akan pergi karena ada urusan sedikit," ucap Charzo.
"Baik Tuan, terima kasih banyak," ucap mereka.
Charzo pun pergi meninggalkan hotelnya.
"Ayo ikut aku," ajak Charzo.
"Baik Bang." angguk pria itu. Mereka pun naik mobil.
Charzo pun melanjutkan mobilnya di jalanan.
"Nama kamu siapa?" tanya Charzo.
"Nama ku Andi," jawabnya.
"Baik Andi, kita ke perusahaan ku dulu ya, nanti baru ke restoran," ucap Charzo.
"Baik Bang." angguk Andi.
Triring! Triring!
__ADS_1
Triring! Triring!
"Eh, Clara, ada apa ya?" tanya Charzo saat melihat nama istrinya yang tertera di ponselnya.
"Halo sayang ada apa?" tanya Charzo.
"Mas, tadi pas ke butik banyak banget kotoran hewan yang di lemparkan ke tembok butik kita," adu Clara.
"Apa! Siapa yang melakukannya?" tanya Clara.
"Itu … dari yang aku lihat di CCTV mereka … adalah …." Clara rasanya nggak sanggup untuk melanjutkan ucapannya.
"Siapa?" tanya Charzo lagi.
"Mereka … adalah … ibu dan kedua kakak ku," jawab Clara pelan.
Charzo terdiam menatap jalanan di depan.
"Mereka benar-benar keterlaluan! Kapan mereka melakukannya?" tanya Charzo.
"Tadi malam," jawab Clara.
"Baiklah, biar aku yang akan menyelesaikannya nanti," ucap Charzo.
"Baik Mas," ucap Clara.
"Jadi bagaimana keadaan butik?" tanya Charzo.
"Sudah di bersihkan tadi," jawab Clara.
__ADS_1
"Oh ya udah kalau, kamu baik-baik aja di sana, kalau ada apa-apa cepat beri tahu Mas ya," ucap Charzo.
"Iya Mas." angguk Clara.
Panggilannya segera di putuskan, Charzo melanjutkan perjalanannya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di perusahaan Charzo. Charzo dan Andi keluar dari mobil dan mereka pun masuk ke dalam perusahaannya.
"Selamat datang Tuan," ucap para pegawai menundukkan kepala memberi hormat.
'Astaga! Besar sekali perusahaannya, dia benar-benar orang kaya yang luar biasa,' batin Andi.
"Maaf Tuan, jika teman Anda di persilakan untuk menunggu di luar saja," ucap pegawai itu.
"Oh iya, kamu tunggu di sini saja, hanya orang tertentu saja yang masuk di sini," ucap Charzo.
"Oh, baik Bang," ucap Andi.
Mereka pun masuk ke dalam, di dalam ruangan ada sebuah kapsul kaca raksasa, di dalamnya ada sebuah robot yang terpajang.
"Jadi di saat kalian mengetesnya apa ada kendala?" tanya Charzo.
"Tidak Tuan, mungkin Anda ingin melihatnya sendiri," ucap Sekretaris Yuda.
"Iya, keluarkan robotnya," perintah Charzo.
Pegawainya yang lain mengkilk komputer dan kapsul pun terbuka secara perlahan-lahan.
Robot itu keluar dari kapsul dan berjalan keluar.
__ADS_1
[Selamat datang Tuan] ucap robot tersebut.
[Aku adalah Robot AI, yang di beri nama Robot CR sesuai dengan nama Anda Charzo]