
"Hm … boleh, tapi kamu yakin kalo dia tidak punya niat buruk nanti, karena laser alarm kita selalu mengintai?" tanya Charzo.
"Kalau dia punya niat jahat aku langsung keluarkan dia," ucap Clara.
"Ya udah kalo gitu," ucap Charzo.
"Terima kasih ya Mas," ucap Clara senang. Clara mendekati Rina.
"Kamu kerja di butik ku aja, aku udah minta izin sama suami ku," ucap Clara.
"Eh, beneran?" tanya Rina dengan wajah bahagianya.
"Ya udah karena kami mau pergi malam ini jadi besok kamu datang ke butik ku. Kamu ada ponsel?" tanya Clara.
"Iya ada." angguk Rina memberikan sebuah ponsel butut.
Clara menyimpan nomornya di ponsel Rina dan menelpon ke nomornya.
"Ini nomor aku, besok pagi aku telpon kamu ya. Aku pergi dulu, bye bye," ucap Clara melambaikan tangannya.
"Terima kasih ya Clara," ucap Rina terlihat senyum bahagianya.
Clara tersenyum dan melambaikan tangan dan mereka pun pergi beranjak dari tempat tersebut.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah bioskop, mereka pun keluar dari mobil.
Terlihat di dalam sudah banyak yang mengantri membeli tiket.
__ADS_1
"Ya udah, kamu duduk di sini ya, aku beli tiket dulu," ucap Charzo.
"Ya udah." angguk Clara.
Charzo pun mengantri dan tak lama ia pun mendapatkan tiketnya.
Setelah mendapat tiket, mereka pun masuk ke dalam ruangan.
Mereka duduk santai sebelum film di putar sambil menikmati popcorn.
"Hm Mas, kok ada yang aneh ya?" tanya Clara.
"Apanya?" tanya Charzo.
"Orang itu kenapa tangannya berdarah, dia sebenarnya tidur atau sudah …." Clara berdelik ngeri.
Charzo berlari ke arah pria yang ada di samping Clara yang berjarak 5 kursi dari Clara.
"Gimana Mas? Dia masih hidup?" tanya Clara.
"Dia … sudah tak bernyawa," jawab Charzo.
"Gimana donk Mas! Gawat!" ucap Clara panik.
"Ya udah, kamu cepat panggil petugas yang ada di pintu sana," perintah Charzo.
"Iya Mas, iya Mas." angguk Clara cepat. Ia berlari menaiki anak tangga dan mendekati seorang petugas yang berjaga di depan pintu.
__ADS_1
"Pak! Tolong Pak! Ada yang meninggal!" ucap Clara cepat.
"Apa! Di mana?" tanya petugas itu kaget.
"Ayo ikut saya," ajak Clara.
Petugas itu pun mengikuti Clara menuruni anak tangga dan mereka pun sampai di dekat Charzo.
"Yang mana orangnya?" tanya petugas itu cepat.
"Ini orangnya Pak," ucap Charzo menunjuk ke arah orang di depannya.
Petugas itu pun memeriksa detak jantung dan urat nadinya.
"Dia beneran sudah meninggal, aku akan telpon polisi dan pemilik bioskop ini dulu," ucap petugas itu.
Setelah menelpon pemilik bioskop, tak lama ia pun datang.
"Kenapa bisa begini? Siapa yang sudah berbuat jahat di bioskop ku!" denggus pemilik bioskop kesal.
Karena adanya kendala, maka film di undur untuk beberapa waktu. Ada sebagian dari mereka yang takut memilih untuk pergi saja.
"Jadi bagaimana kalian menemukannya" tanya pemilik bioskop.
"Istri saya yang lihat duluan karena ada tangannya yang berdarah dan juga dia seperti sedang tidak sadarkan diri," jawab Charzo.
"Baiklah, sebentar lagi polisi dan ambulan akan datang," ucap pemilik bioskop.
__ADS_1
Baru saja ia mengatakan itu, terdengar suara mobil polisi mendekat. Mereka di tuntun masuk ke dalam bioskop dan berkumpul di dekat orang meninggal tersebut.
"Maaf Pak, karena kami akan olah TKP jadi tempat ini untuk sementara kami harus menginvestigasi kejadian ini, kami sangat mohon maaf yang sebesar-besarnya terpaksa bioskop ini di tutup 2 hari ke depan demi kepentingan untuk petugas memeriksa kejadian ini," ucap polisi itu.