
"Iya, hati-hati di jalan," pesan Charzo.
"Iya bang, Terim kasih banyak ya," ucap pria itu pergi kembali menuju motornya, ia pun pulang segera.
Wi wi wi wi wi wi!
Sirine mobil ambulan dan mobil mobil polisi datang, mereka pun mulai memeriksa mobil tersebut. Pengemudi mobil truk segera di evakuasi masuk ke dalam mobil ambulan.
Polisi pun menelpon mobil derek agar tidak menganggu penggunaan jalan.
"Jadi ini mobil kamu kenapa? Nabrak mobil ini?" tanya polisi itu kepada pemilik mobil penyot tadi.
"Bukan, aku menabrak seseorang, tapi orang itu memang sengaja menahan mobil ku agar tidak menabrak mobil besar ini, makanya aku selamat. Yang membingungkan dia terlihat baik-baik saja dan tanpa terluka apa pun," ucap pria itu yang masih memikirkannya.
"Kamu salah lihat kali," ucap polisi itu.
"Beneran enggak, itu orangnya," ucap pria itu menunjuk ke arah Charzo yang datang mendekat.
"Eh, saudara Charzo. Sedang apa di sini?" tanya polisi itu.
"Kebetulan banget, aku dan teman-teman istri lagi ngadain pesta di gedung sebelah, tau-tau ada kecelakaan," ucap Charzo.
Mobil derek pun datang dan Mobil besar itu segera di derek ke tepi terlebih dahulu agar pengendara yang sudah menumpuk itu bisa kembali berjalan.
"Dia bilang Anda yang menahan mobilnya apa benar?" tanya polisi itu kepada Charzo sambil melihat pria tersebut.
__ADS_1
"Hm … tidak, aku hanya saja tak sengaja ada di sana saat mobil besar itu ada dan memeriksanya. Tiba-tiba mobilnya datang dan menabrak mobil besar itu, kebetulan aku sana, untung saja aku tidak apa-apa," jawab Charzo.
"Oh, gitu ya, ya udah kalau gitu saudara Charzo. Kami permisi dulu," ucap polisi itu.
"Baik Pak," ucap Charzo mempersilakan.
Karena semua sudah selesai, mereka kembali ke tempat mereka membuat acara.
"Udah malam banget, ayo pulang. Kamu jangan terlalu banyak bergadang dan bekerja ya, harus banyak istirahat, masalah usaha aku aja yang urus semua," ucap Charzo.
"Iya Mas," jawab Clara mengangguk.
"Ya udah kami pulang dulu, kalian lanjut saja, tapi yang penting bereskan aja," ucap Clara.
Charzo dan Clara pun pulang kembali ke rumah mereka.
"Ayo hati-hati, jangan sampai tersandung ya," pesan Charzo.
Charzo membantu Clara untuk berbaring di tempat tidur.
Charzo memeluk Clara dari belakang sambil memegang kepalanya perut Clara. Hatinya sangat bahagia karena ia sudah mempunyai calon bayi dari sekian tahun menunggu.
***
Ke esokkan harinya, Charzo sudah bangun dan sudah bersiap-siap dengan jas hitamnya, ia menyisir rambutnya ke samping dan memakai parfum.
__ADS_1
Clara terbangun dari tidurnya dan menekuk alisnya melihat Charzo yang sudah bersiap-siap.
"Mas mau kemana?" tanya Clara.
"Oh ya, Mas lupa mau bilang kalau hari ini adalah hari peluncuran robot AI yang siap di buat di perusahaan. Kamu mau ikut juga nggak?" tanya Charzo.
"Mau donk, tapi cafe …."
"Mikirin cafe Mulu, tenang aja, Tarikan ada, biar dia yang urus, kamu juga jangan terlalu capek pokonya, harus banyak istirahat," pesan Charzo.
"Iya Mas, aku mandi dulu," ucap Clara mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai, Clara berganti gaun yang indah di tubuhnya dan menyanggul rambutnya hingga ia terlihat sangat cantik.
Charzo menelpon sekretaris Yuda.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo Tuan," jawab sekretaris Yuda.
"Bagaimana kesiapannya?" tanya Charzo.
"Semuanya susah siap Tuan, dari gedung dan tempat duduk para media pers dan juga beberapa penjaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan," jawab sekretaris Yuda.
__ADS_1