
"Lain kali bawa kendaraan di jalan raya jangan bawa terlalu kencang, beruntung mobil mu saja yang penyot, kalo kamu mati gimana," ucap Charzo mengingatkan.
"Eh iya maaf Bang, tapi gimana Abang bisa selamat?" tanya pria itu penasaran.
Charzo tidak mempedulikannya dan melihat teman-teman Clara memeriksa mobil Fuso tersebut.
"Bagaimana dengan orang di dalamnya?" tanya Charzo.
"Dia pingsan, sepertinya dia mengendarai mobil dalam keadaan mabuk," ucap Fandi.
"Sudah telepon polisi dan ambulan?" tanya Charzo.
"Belum sih, ya udah aku telpon dulu," ucap Fandi yang langsung menelpon polisi, sedangkan Dewi menelpon ambulan.
Perjalanan pun menjadi macet dari bagian kanan.
Charzo langsung masuk ke dalam ruangan dan ia terkejut melihat sang istri tak sadarkan diri.
"Lho, Clara kenapa?" tanya Charzo panik dan langsung memeluk Clara.
"Lho? Kamu baik-baik saja?" tanya Tari kaget melihat Charzo baik-baik saja.
"Lalu? Kalian pikir aku sudah mati?" Charzo balik bertanya.
"Tapi … tadi …?" mereka masih kebingungan.
"Sayang, sayang ayo bangun." Charzo menepuk-nepuknya pipi Clara dengan pelan.
"Ambilkan minyak bayi di dalam tas Clara," pinta Charzo. Rina pun mengambil tas milik Clara dan memberikan kepada Charzo.
Charzo membuka tas mungil itu dan meletakkan di hidung Clara.
Clara terbangun meskipun matanya masih merem.
__ADS_1
"Mas! Mas! Jangan tinggalkan aku!" Clara menangis dan ingin mencari Charzo.
"Sayang, Mas di sini," ucap Charzo.
Clara perlahan-lahan membuka matanya dan melihat wajah Charzo di depannya..
"Mas, kamu baik-baik saja? Oh tidak, tidak! Ini pasti mimpi, tadi aku melihatnya langsung jika dia di tabrak mobil, mana mungkin selamat lagi," ucap Clara kembali memejamkan matanya.
"Ayolah, Ini Mas sayang, Mas baik-baik saja dan tidak terluka sedikit pun," ucap Charzo.
Mendengar suara Charzo, Clara kembali membuka matanya.
"Eh ini beneran Mas kan? Aku tidak sedang bermimpi kan? Atau sekarang kita sudah ada di alam lain? Atau kita sekarang sudah ada di surga?" tanya Clara.
"Ini bukan dunia lain, kalau kalian ada di surga, lalu kami masuk neraka gitu?" tanya Tari.
"Eh, kalian juga ada di sini?" ucap Clara senang.
"Oh iya juga. Mas terluka tidak? Apa ad yang sakit?" tanya Clara antusias sambil memeriksa Charzo.
"Aku baik-baik saja sayang," ucap Charzo.
"Syukurlah kalau gitu, Mas membuat ku cemas," ucap Clara lega.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar 40.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan reward Vila]
[Selamat Anda mendapatkan 100 poin]
__ADS_1
[Saldo \= 580.250.000]
[Kecepatan \=21]
[Kelincahan \=21]
[Kekuatan \=21]
[Kecerdasan \=21]
[Level \=14]
[Poin \=360]
[Reward\= Vila]
[Ding Ding]
[Anda mendapatkan penambahan saldo 50.000.000 misi kedua]
[Saldo 630.250.000]
'Oh, apa aku menyelamatkan mobil tadi ya?' batin Charzo.
Orang yang di selamatkan Charzo tadi berjalan mendekati Charzo.
"Lho? Belum pulang?" tanya Charzo.
"Belum, aku ke sini mau bilang terima kasih banyak sudah membantu ku, jika tidak ada abang aku sudah mati sekarang," ucap pria itu.
"Oo, iya sama-sama, lain kali hati-hati aja, memang mobil seperti itu sering terjadi, kita yang sadar ini yang harus menjauh," ucap Charzo.
"Iya bang, aku benar-benar syok tadi, di pikiran ku gimana sempat jika aku di lindas mobil besar itu, ku rasa berakhir di alam baka. Sekali lagi terima kasih banyak ya bang, aku pulang dulu, ini sudah terlalu larut untuk aku pulang," ucap pria itu.
__ADS_1