System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 91


__ADS_3

"Oke! Hati-hati di jalan ya," pesan Rina. Clara pun masuk menuju ke arah mobil.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Charzo mencari alamat Vila dan apartemennya dan ia mendapatkannya.


Clara pun masuk ke dalam mobil duduk di samping Charzo. Charzo pun melajukan mobilnya di jalanan.


"Jadi? Kita ke mana dulu nih Mas?" tanya Clara.


"Maunya ke mana dulu?" tanya Charzo.


"Ke Vila dulu," ucap Clara.


"Oke! Ke Vila dulu," ucap Charzo.


Perjalanan yang memakan waktu 20 menit itu mereka pun sampai di tempat.


"Dah, kita sudah sampai," ucap Charzo.


"Wah Mas, ini sangat besar," ucap Clara terpukau dengan besarnya Vila tersebut.


"Jadi maunya tinggal di sini apa tetap di rumah?" tanya Charzo.


"Hm … aku jadi bingung, tempatnya sama-sama indah," ucap Clara bingung. Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam Vila yang luas tersebut.


"Jadi pengen tinggal di sini, tapi jauh dari butik dan tempat usaha kita," ucap Clara.


"Ya udah, di sini kita jadikan tempat wisata saja gimana?" saran Charzo.


"Boleh juga tuh, aku setuju," ucap Clara tersenyum.


Triring! Triring!


Triring! Triring!

__ADS_1


Ponsel milik Charzo berdering.


"Halo," jawab Charzo.


"Bang, aku sudah mendapatkan 4 yang ingin melamar menjadi pelayan di restoran dan satu koki, jadi bagaimana?" tanya Andi.


"Oh, karena ini baru pembuka, karena orang juga belum tahu, jadi kalian boleh membukanya sebagai percobaan, jadi menu utamanya tentukan oleh kalian ya," ucap Charzo.


"Baik Bang," jawab Andi.


Panggilannya pun di putuskan. Charzo memasang lowong pekerjaan sebagai asistennya di media sosial.


Baru saja mau menyimpan ponselnya, ponselnya berdering.


Ada nomor baru yang masuk.


"Halo," jawab Charzo.


"Maaf Tuan, aku melihat lowongan pekerjaan di media sosial publik yang Anda publish, berhubungan saya tak punya pekerjaan jadi saya ingin melamarnya, apa saja persyaratan yang harus saya lengkapi?" terdengar suara seorang pria dari seberang sana.


"Nama kamu siapa?" tanya Charzo.


"Umur?"


"33 tahun."


"Siap bekerja dan melalui rintangan apa pun?"


"Siap Tuan."


"Tidak berkhianat!"


"Tidak Tuan."


"Jika kau berkhianat maka akibatnya akan buruk, kau bisa saja kehilangan apa pun yang kau sayangi dan kau miliki, atau bisa jadi merenggut nyawamu, apa kau siap?" ulang Charzo.


"Siap Tuan, tidak akan berkhianat," ucap Beni.

__ADS_1


"Bagus, datang sekarang ke alamat yang akan aku kirimkan nanti," ucap Charzo.


"Baik Tuan," ucap Beni.


"Baiklah, segera datang," ucap Charzo memutuskan panggilannya.


Charzo pun mengirimkan alamat Vilanya berada. Ia juga menghapus lowongan pekerjaan itu.


"Jadi kamu mau bikin taman kayak mana?" tanya Charzo kepada Clara yang sedang asik melihat kebawah dari balkon lantai 2.


"Aku ingin yang di sana di tanami bunga tulip, di sana ada kursi santai dan di tempat di sana ada tempat foto-foto dan banyak lagi. Jika mereka ingin menginap di sini juga bagus, lagian kamarnya juga banyak banget, kalau menampung 20 keluarga masih cukup," ucap Clara.


"Oke, nanti Mas buatkan apa yang kamu mau," ucap Charzo.


Mereka pun melihat luasnya dan indahnya tempat tersebut yang sebentar lagi akan di sulap menjadi taman.


Beberapa menit kemudian, datang sebuah motor.


"Eh, Mas, kok ada orang ke sini? Memang sudah ada yang tau tempat ini?" tanya Clara melihat dari balkon sebuah motor yang tidak terlalu bagus itu masuk kepekarangan Vila.


"Enggak, Mas yang kasih tau, Mas butuh asisten untuk mengurus Vila ini, jadi untuk sementara ini, Mas meminta dia yang mengerjakannya," ucap Charzo.


"Oh begitu ya."


"Ya udah, ayo turun," ajak Charzo.


Mereka pun turun dari balkon dan menghampiri pria yang baru datang tersebut.


"Tuan," ucap pria itu membungkukkan badan.


"Ya, kamu coba berdiri dengan tegap," ucap Charzo.


Pria itu pun berdiri dengan tegap, Charzo melihat dari atas sampai bawa. Ia juga mengelilinginya dari depan dan belakang.


"Boleh juga? Bagaimana menurut mu sayang?" tanya Charzo.


"Ya terserah Mas aja, kalo Mas maunya dia ya udah," ucap Clara.

__ADS_1


"Baiklah, kamu di terima menjadi asistenku," ucap Charzo.


"Terima kasih Tuan, terima kasih banyak," ucap Beni membungkukkan badannya berapa kali saking senangnya.


__ADS_2