
"Kamu nggak bohong kan?" tanya Charzo memastikan.
"Sumpah Bang, aku nggak bohong Bang," ucap pria itu sungguh-sungguh.
"Ya udah Kalau begitu, jika kamu berbohong maka aku juga akan terluka," ucap Charzo mengingatkan.
"Iya Bang, aku nggak bohong," ucap pria yang masih remaja tersebut.
"Ya udah kita temui mereka, di mana mereka berada?" tanya Charzo.
"Ada di gang sebelah," jawab remaja itu.
"Ayo masuk mobil," ajak Charzo.
Mereka pun masuk mobil dan menuju arah yang di tunjukkan oleh remaja tersebut.
Dan sampailah mereka di gang sebelah, di sana masih ramai orang-orang yang sedang berkumpul karena kejadian tadi.
"Mereka kan sudah tidak mengejar mu lagi, kenapa kamu nggak lari aja?" tanya Charzo.
__ADS_1
"Gimana Bang, aku ada suka sama anak gang ini, niat mau ngapelin, eh malah di sangka pencuri, gagal deh," jawab remaja itu.
"Kamu ini ya, menyusahkan juga ya," ucap Charzo menatap sayup bocah tersebut.
"He-he-he, aku tau Abang orang baik, makanya aku minta bantuan Abang," ucap remaja itu cengengesan.
"Ya udah ayo turun," ajak Charzo. Mereka berdua pun turun dari mobil dan menghampiri para warga yang sedang berkumpul.
"Ha, itu dia pencurinya," ucap warga itu antusias melihat remaja tersebut. Charzo langsung menghalanginya.
"Tunggu dulu! Bisakah kita bicara baik-baik?" tanya Charzo.
"Aku bukan pencurinya, pencurinya sudah kabur kalian malah mengincar ku gara-gara pakaian ku sama-sama warna hitam," ucap remaja tersebut membela diri.
"Kalian dengarkan, dia sendiri tidak tahu apa yang di curi, kalian jangan sampai salah orang, pencurinya lepas kalian malah memukul orang yang salah, nanti bagaimana jika kalian juga terkena proses hukum gara-gara salah memukul orang yang tidak bersalah, satu pukulan 5 juta, hitunglah kalian semua berapa orang dan berapa kali kalian memukulnya, berapa uang yang harus kalian keluar, karena tidak sanggup bayar pada akhirnya kalian di penjara," ucap Charzo mengingatkan.
"He-he-he, kalau gitu aku mau donk Bang di gebukin, dengan begitu aku cepat kaya dan bisa melamar pujaan hati ku," ucap remaja itu cengengesan.
"Hus! Diam kamu! Kalau kamu mati di gebukin mau uang satu truk pun nggak ada gunanya," ucap Charzo.
__ADS_1
"Jadi di mana pencurinya?" tanya mereka kebingungan.
"Kalau begitu aku akan bantu cari," ucap Charzo.
"Baguslah jika begitu," ucap para warga.
"Ya udah Bang, terima kasih banyak ya, aku mau lihat pujaan hati ku sebentar," ucap remaja tersebut.
"Eh nggak ada! Kamu ikut aku," ucap Charzo menyeret remaja itu masuk mobil dan akhirnya remaja itu pasrah.
"Kau tadi melihat pria itu lari kemana?" tanya Charzo.
"Tadinya lewat di depan ku ke arah jalan keluar, dia memakai kaos panjang dan bukan jaket. Tapi tetap aja warna hitam," jawab remaja tersebut.
"Mau cari di mana yang pake baju hitam, sebagian orang juga memakai pakaian hitam, di tambah ini malam," ucap Charzo.
Charzo memelankan mobilnya memutar gang dan keluar dari jalan gang tersebut. Setelah itu ia pun masuk lagi gang yang sedikit lebih jauh dari gang tadi dan memelankan mobilnya.
Charzo memberhentikan mobilnya, matanya tertuju pada seorang pria yang memakai baju hitam lengan panjang dan celana hitam.
__ADS_1
Dari yang Charzo lihat, pria itu sedang memberikan makanan pada anak-anak. Tidak tahu itu anaknya atau anak-anak jalanan yang ia asuh.