System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 92


__ADS_3

Bagaimana tidak senang, ia hanya tamat SMP dan bisa menjadi asisten itu sangat luar biasa.


"Jadi apa yang harus saya lalukan Tuan?" tanya Beni.


"Karena halaman vila ini sangat luas, istri ku minta untuk di jadikan taman wisata. Jadi kamu harus cari orang untuk membuat wisata ini, nanti uang pengoperasian akan ku transfer," ucap Charzo.


"Biar aku yang transfer aja Mas, untung dari butik aja udah banyak banget," ucap Clara.


"Baiklah, aku sih apa katamu aja maunya gimana," ucap Charzo tersenyum.


"Baik Tuan, kira-kira butuh berapa orang?" tanya Beni.


"Hm, butuh 10 orang. Karena kamu adalah asisten ku maka pekerjaan mu cukup banyak. Bukan hanya mengurus di vila, tapi ada apartemen ku juga yang harus kau cari orang untuk menjadi cleaning servis di sana. Oh ya, carikan juga seorang ibu-ibu yang biasa bekerja mengurus rumah tangga 2 orang untuk di rumah ku," ucap Charzo.


"Baik Tuan." angguk Beni.


"Baik, sekarang kita berangkat ke apartemen ku," ucap Charzo.


Setelah menutup pintu Vila dan kunci itu ia berikan kepada Beni.

__ADS_1


"Vila ini aku serahkan pada mu, jadi tolong di urus sebaik mungkin," ucap Charzo.


"Baik Tuan."


Mereka pun masuk ke dalam mobil, sedangkan Beni naik motornya.


Charzo pun melajukan mobilnya di jalan menuju apartemennya.


Sesampainya di sana, terlihat tinggi ke atas, apartemen itu hanya ada 5 lantai. Sengaja tidak di tinggikan lagi, karena takut mengakibatkan terjadinya runtuh karena pondasi yang tidak kuat menahan beban dan demi keselamatan, akan tetapi apartemen itu lebar kesamping dan belakang, seluas 3000 meter persegi, atau setara 3 hektar.


"Ya ampun Mas, ini luas banget tau," ucap Clara.


Clara mengangguk setuju.


Mereka pun masuk ke dalam apartemen tersebut. Tempat itu benar-benar luas dan setiap ruangannya juga besar. Tapi jangan coba-coba tinggal sendirian di tempat seluas itu, bingung mau cari jalan keluar.


Triring! Triring!


Triring! Triring!

__ADS_1


Ponsel milik Clara berdering.


"Eh dari Rina," ucap Clara mengangkatnya.


"Halo Rina ada apa?" tanya Clara.


"Tadi itu ada wanita datang tapi nggak berani masuk ke dalam, dia menanyakan rahasia kenapa kamu bisa kaya begini, sedikit sekilas itu mirip dengan ibu kamu, tapi dia sepertinya menyamar," jawab Rina menjelaskan.


"Sudah pasti ibu aku itu, dia tahu jika butik itu ada laser, makanya dia nggak berani masuk, lagian ngapain dia menanyakan apa rahasia aku kaya? Lalu kamu jawab apa?" tanya Clara penasaran.


"Aku jawab tidak tahu, aku hanya bilang jika kamu orang yang baik, makanya keberuntungan selalu mengikuti mu. Orang jahat akan selalu mendapat masalah. Gitu aku ngomong tadi."


"Kamu sangat pintar ya, setidaknya dia sadar dengan ucapan mu," ucap Clara tersenyum.


"Iya, kalau datang lagi lain kali aku harus memanas-manasinya," jawab Rina dan mereka pun saling tertawa.


"Ya udah kalau gitu, nanti aku mampir ke butik, sekarang lagi aku lagi lihat-lihat apartemen yang nantinya mau di sewakan," ucap Clara.


"Oh oke," ucap Rina. panggilan pun di putuskan.

__ADS_1


__ADS_2