System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 49


__ADS_3

"Sial! Kau sepertinya mencari mati ya! Kamu periksa meja kasir, aku akan menyerangnya," perintah perampok itu kepada temannya.


Temannya itu segera memeriksa meja kasir. Sedangkan pria yang satunya menghadang Charzo.


"Uang tunainya tidak ada," ucap temannya itu memeriksa laci kasir.


"Apa! Coba cari lagi!" perintah pria itu.


Di saat perampok yang menghadang Charzo melihat ke arah temannya. Charzo menendang pria tersebut hingga jatuh terjembab ke lantai.


Pria itu menodongkan pisaunya saat Charzo mendekat, Charzo pun menendang pergelangan tangan pria itu hingga pisaunya lepas.


Charzo menarik kerah baju pria itu berdiri lalu menghantam perut pria itu dengan lututnya beberapa kali.


Lalu ia membalikkan pria itu dan menghempaskan ke lantai, yaitu kepala pria itu terlebih dahulu membuat kepala pria itu berdarah karena hantaman keras.


Pria yang satunya lagi kaget, karena temannya sudah terluka, ia pun ingin melarikan diri.


Sayangnya karena buru-buru, jadi ia lupa membuka pintu terlebih dahulu, ia menabrak pintu dan terjatuh.


Charzo pun menarik baju pria itu dan menendang kepala pria itu hingga ia pusing.


"Kalian sudah berbuat kejahatan di butik istri ku, aku tidak akan mengampuni kalian!" ucap Charzo geram. Ia menarik pria itu dan membantingnya ke lantai lalu menginjak perut dan tubuh pria itu hingga tulang kakinya remuk.


"Aaaaaaaa!" teriak pria itu.

__ADS_1


"Rasakan itu," ucap Charzo puas. Charzo mengangkat kedua pria itu ke sudut ruangan dan mengikatnya.


"Sayang! Keluar! Mereka sudah di amankan!" panggil Charzo.


Clara pun keluar dengan hati-hati dan melihat Charzo sedang memegang ponselnya.


"Eh, di mana mereka?" tanya Clara tidak mendapati kedua perampok itu.


"Tuh," tunjuk Charzo dengan mulutnya ke arah sudut ruangan.


"Syukurlah!" ucap Clara lega.


Ia berjalan dan ternyata ada bekas darah di lantai.


"Darah tuh," ucap Charzo menunjuk ke arah mereka lagi.


"Halo Pak, iya, di sini ada perampokan dan sudah saya bekuk. Ya … baik pak." angguk Charzo memutuskan panggilannya.


Clara mengambil pengepel lalu mengepel lantai yang berdarah itu sampai bersih.


"Pisau itu jangan di sentuh ya," ucap Charzo mengingatkan.


"Eh iya Mas. Mas nelpon siapa tadi?" tanya Clara.


"Telpon polisi, biar mereka tobat di penjara," jawab Charzo.

__ADS_1


Tak lama beberapa menit, sebuah mobil polisi datang ke butik, mereka pun keluar dari mobil dan menghampiri butik Charzo.


"Apa dari tempat ini mendapatkan laporan adanya perampokan?" tanya salah satu polisi itu kepada Charzo.


"Iya Pak." angguk Charzo.


"Lalu di mana mereka? Anda bilang jika perampok itu sudah di bekuk," ucap polisi itu.


"Itu di sana," tunjuk Charzo menunjuk ke arah sudut ruangan.


"Oh, mereka babak belur begini kenapa?" tanya polisi itu.


"Akibat di amuk massa Pak," ucap Charzo menyengir.


"Baiklah, kami akan membawanya ke rumah sakit polisi. Apa ada barang buktinya?" tanya polisi itu lagi.


"Itu di sana, ada dua buah pisau sebagai senjata mereka," ucap Charzo menunjuk ke arah lantai.


"Baik, kami akan membawa senjata tajam ini sebagai barang bukti untuk menghukum mereka," ucap polisi itu memasukkan pisau tersebut ke dalam kantong plastik.


Para polisi itu berpamitan dan mereka membawa kedua orang yang pingsan itu ke dalam mobil dan meninggalkan butik.


"Emang tadi emang ada massa yang datang?" tanya Clara.


"Enggak, Mas bohong aja biar polisi itu percaya kalau babak belum mereka yang parah itu bukan Mas sendiri yang melakukannya," jawab Charzo.

__ADS_1


__ADS_2