System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 43


__ADS_3

"Itu adalah urusan dia mau pinjam bank atau apa, yang pastinya setidaknya kami sudah punya usaha sendiri," ucap Clara.


Eve melihat Clara dari atas sampai bawah.


"Kakak mau pilih baju yang mana, harga sudah tertera di bagian belakang bajunya," ucap Clara.


Mereka pun menghampiri baju tersebut dan melihat harganya.


"Wooooo, baju jelek begini kok mahal banget sih! Ini baju apaan!? Baju ini aja di mall harganya cuma ratusan ribu, masa di sini harga sampai jutaan! Gila ya mau jual harga semahal ini, nggak akan ada yang beli!" ucap Eve memandang sinis Clara.


"Jika kakak nggak mau beli juga nggak apa-apa, masih ada yang mau beli kok," jawab Clara mencoba tersenyum.


Ada sebuah mobil yang datang dan masuk ke butik Clara, Clara langsung menghampirinya dan meninggalkan Eve dan kedua temannya.


"Selamat datang di butik Clara, silakan di lihat-lihat kak," ucap Clara sopan.

__ADS_1


"Oke, aku lihat-lihat dulu ya," ucap wanita modis yang terlihat seperti istri sultan itu melihat-lihat baju yang ingin ia beli.


"Kakak, mending jangan di beli deh, ini bajunya sama kayak baju di jalanan tapi harganya selangit. Ini semua cuma baju murahan, mending kakak beli di butik internasional aja," saran Eve. Clara rasanya sangat ingin marah, tapi ia tahan karena ada pengunjung.


"Enggak kok, dari yang ku lihat semua ini adalah pakaian branded internasional, baju ini aku pernah beli di butik Paris, ini lihatlah merek asli semua. Wah beneran nggak nyangka ya, aku bisa menemukan barang merek asli di kota ini," ucap wanita itu senang, ia mengambil beberapa baju dan juga tas.


"Aku mau ini semua, soalnya brand ini adalah favorit aku, aku jauh-jauh ke New York hanya buat nyariin brand ini malah ketemunya di sini, aku bakal jadi langganan di sini deh," ucap wanita itu sangat senang.


"Wah terima kasih kakak, aku senang mendengarnya," ucap Clara tersenyum.


"Ya tau lah, aku sering keluar negeri dan beli-beli barang brand seperti ini, karena kwalitasnya bagus akhirnya aku jatuh cinta sama brand YU, kalian kampungan apa kalian tahu? Kalian malah meragukan brand kesukaan ku, benar-benar deh orang kampung nggak ngerti barang mahal," denggus wanita itu terganggu.


"Semuanya 70 juta kak," ucap Clara.


"Oke, uangnya aku bayar lewat mesin pembayaran aja ya, aku nggak bawa uang cash soalnya," ucap wanita itu mengeluarkan kartunya dan mengeseknya di mesin pembayaran.

__ADS_1


Clara matanya terbelalak melihat nol yang banyak itu.


"Wah, terima kasih banyak kak," ucap Clara senang.


"Sama-sama, kapan-kapan aku datang lagi, tolong berikan barang yang terbaik ya," ucap wanita itu menerima paper bag dari Clara.


"Pasti kak," ucap Clara bersemangat.


Wanita itu pun kembali ke mobilnya dan meninggalkan butik Clara.


"Astaga! Ini beneran uang sebanyak ini?" tanya Clara tersenyum dan memeluk mesin pembayaran tersebut.


"Cih! Siapa tau mereka cuma kerja sama," ucap Eve.


"Kalian jika tidak sanggup beli baju di butik ku lebih baik pergi saja, butik ku hanya untuk orang yang berkelas dan punya uang, orang yang nggak ngerti seperti kalian sepertinya nggak cocok deh," ucap Clara.

__ADS_1


__ADS_2