System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 52


__ADS_3

Butik Clara kembali ramai di penuhi oleh pengunjung.


Tak lama kemudian Charzo pun sampai di warnet.


"Hey Charzo, wah lihatlah banyak sekali kan, bahkan ada yang rela mengantri," ucap pemilik warnet.


"Wah, beneran laris manis ini ya," ucap Charzo senang.


"Ayo masuk ke dalam, ke ruangan ku," ajak pemilik warnet.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan dan pemilik warnet memperlihatkan pendapatan yang ia dapatkan dalam beberapa hari yang lalu.


"Wah, banyak banget pendapatnya Bang," ucap Charzo mengangguk-angguk.


"Ya udah, Abang transfer ke rekening kamu ya," ucap pemilik warnet.


"Oke!"


Pemilik warnet pun mengirim sejumlah uang ke rekening Charzo.


Ding Ding


[Saldo Anda di tambah 150.000.000]


[Saldo Anda menjadi 459.300.000]


"Terima kasih banyak ya Bang, semoga laris manis," ucap Charzo.


"Pastinya donk, game kamu ini memang membawa keberutungan, aku ingin menambahkan komputer lagi," puji pemilik warnet.

__ADS_1


"Semoga saja terus begini. Ya udah aku pulang dulu ya Bang, istri ku suruh aku pulang cepat," ucap Charzo.


"Oh baiklah, nanti kapan-kapan kamu punya waktu mampir ke sini lihat bisnis kamu," ucap pemilik warnet.


"Siap Bang," jawab Charzo. Ia pun keluar dari warnet dan tempat itu masih rame.


Charzo masuk ke dalam mobilnya. Mobilnya pun melaju di jalanan.


Tak lama kemudian, ia pun sampai di butik. Karena sudah sore, terlihat Clara sedang beres-beres.


"Udah mau pulang?" tanya Charzo.


"Iya Mas, pulang dulu ke rumah mau mandi, nanti malam baru ke sini lagi," ucap Clara.


"Udahlah, malam waktunya istirahat, lagian kamu udah banyak dapat uang hari ini, bagaimana jika malam ini kita nonton bioskop?" saran Charzo.


Mereka pun pulang dengan mobil masing-masing.


Saat sampai di rumah, mereka pun segera mandi dan bersiap-siap.


Setelah Clara dan Charzo siap, mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju di jalanan.


"Mas, pelan dikit donk," pinta Clara.


Charzo memelankan mobilnya. "Ada apa memangnya?" tanya Charzo.


"Itu … dia teman sekantor aku, tapi kenapa dia mulung?" tanya Clara.


"Ya udah, coba kamu samperin, mungkin kamu salah orang," ucap Charzo.

__ADS_1


Charzo memberhentikan mobilnya dan Clara pun turun dari mobil.


Ia mendekati pemulung yang sedang mencari barang-barang bekas.


"Kamu Rina kan?" tebak Clara. Wanita yang di sebutkan Clara melihat ke arah Clara dan ia sangat terkejut.


Rina pun berlari menjauhi Clara.


"Rina! Tunggu dulu!" panggil Clara mengejar Rina.


"Tidak! Kau pasti akan mengejek ku!" ucap Rina yang terus berlari.


"Aku tidak akan mengejek mu! Aku hanya ingin tahu kenapa kau seperti ini! Lagian aku juga sudah berhenti bekerja di sana," ucap Clara.


Rina pun berhenti.


"Kenapa kamu sampai kayak gini?" tanya Clara prihatin.


"Mau gimana? Sejak kejadian di kantor aku di pecat membuat aku belum dapat pekerjaan layak, aku harus bagaimana lagi biar aku bisa makan, hanya ini yang bisa aku lakukan," ucap Rina sedih.


"Hm … ayo ikut dengan ku sebentar," ajak Clara menuju mobil.


"Kamu tunggu di sini sebentar dulu ya," ucap Clara meninggalkan Rina yang tidak jauh dari mobilnya, ia pun menuju ke arah mobil.


"Mas, aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Clara sedikit menyimpan ketakutan.


"Ada apa lagi? Katakan saja," ucap Charzo.


"Mas, itu teman aku Rina dia belum dapat pekerjaan dan terpaksa harus mulung, bagaimana jika dia di pekerjaan di butik kita saja buat bantu-bantu aku di butik," ucap Clara sedikit takut.

__ADS_1


__ADS_2