
"Baiklah jika begitu," ucap pemilik warnet meskipun ia tak rela.
"Haishhhh! Gara-gara orang meninggal di sini, rugi besar aku," gerutu pemilik bioskop kesal.
Orang-orang yang ingin menonton film pun terpaksa di bubarkan, pemilik bioskop pun berjanji akan mengratiskan pembeli tiket hari ini agar menonton gratis selama 2 hari berturut-turut dengan film yang berbeda.
"Karena Anda susah menemukan jenazah ini maka kami minta keterangan dari Anda," ucap polisi itu kepada Charzo.
Charzo melihat ke arah Clara.
"Iya, nggak apa-apa." angguk Clara.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Temukan pelakunya]
[Hadiah 20.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Baiklah Pak, saya juga ingin membantu atas penyelidikan ini," ucap Charzo.
"Baiklah kalau begitu," ucap polisi itu setuju.
__ADS_1
Clara duduk sendirian di kursi dan Charzo ikut membantu memeriksa TKP.
Charzo juga ikut memeriksa jenazah tersebut bersama petugas forensik. Saat memeriksa Charzo menemukan sehelai rambut panjang, jika di lihat pria itu hanya punya rambut dengan panjang 2 cm.
"Ini aku menemukan sehelai rambut, mungkin ini bisa di jadikan barang bukti," ucap Charzo.
"Wah benar sekali," ucap petugas itu segera mengambil plastik bening dan mengambil rambut tersebut dan memasukkan ke dalam plastik tersebut.
Mereka pun kembali memeriksanya lagi dan menemukan sebuah manik. Mereka pun kembali memasukkan ke dalam plastik bening lagi.
Setelah memeriksanya, Jenazah segera di bawa ke rumah sakit untuk segera di otopsi.
Rambut dan manik itu segera di periksa dan mereka pun mendapatkan sidik jarinya.
"Hasilnya sudah keluar, kita hanya tinggal mencocokkannya dengan sidik jari pelaku. Kamu coba hubungi semua keluarga dan kenalan jenazah pria itu," perintah komandan itu kepada petugas yang lain.
Clara terlihat mengantuk dan ia hampir saja tertidur.
"Pak komandan, saya antar istri saya pulang dulu ya," ucap Charzo berpamitan.
"Baiklah, tapi habis itu kamu langsung ke sini ya," ucap komandan tersebut.
"Baiklah." angguk Charzo.
"Ayo Mas antar pulang," ajak Charzo mengangkat Clara.
__ADS_1
"Iya, aku udah ngantuk kali," ucap Clara mengusap matanya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju di jalanan.
"Kamu malam ini tidur sendiri nggak apa-apa ya, Mas masih ada investigasi lagi," ucap Charzo.
"Iya, enggak apa-apa, pergilah," ucap Clara yang sudah menguap.
Maaf ya, seharusnya kita sudah bersenang-senang, tapi kejadian ini malah tak terduga," ucap Charzo.
"Iya enggak apa-apa, lain kali kita bisa nonton lagi," ucap Clara.
Tak lama, mobil pun sampai di depan rumah, Clara segera turun dari mobil.
"Mas hati-hati di jalan ya," pesan Clara.
"Iya, kamu juga jangan lupa kunci pintunya. Ya udah Mas pergi dulu," ucap Charzo melambaikan tangannya.
Charzo pun kembali ke tempat bioskop tersebut. Saat ia sampai di sana, satu persatu dari teman dekat dan kelurganya mulai berdatangan. Saat tahu kejadian seperti itu mereka berteriak histeris, istrinya juga menangis.
"Apa Ibu tidak tahu kenapa suami ibu ada bioskop?" tanya polisi itu.
"Tidak Pak, tadi dia cuma mau bilang ke tempat temannya ada perencanaan pekerjaan, itu saja," jawab sang istri sambil menangis.
"Saat pergi tadi apa Ibuk tidak ada curiga dari pakaian atau sesuatu sebelum dia pergi?" tanya polisi itu lagi.
__ADS_1
"Enggak ada, karena ia biasa memang begitu, hanya saja dalam 6 bulan terakhir ini ia sering memakai pakaian yang rapi dan wangi, dia cuma bilang, kalo ketemu Bos masa harus pake baju kusut, begitu katanya," jawab istrinya.