
"Ayolah, tidak apa-apa." Charzo menarik tangan Clara dan membawanya masuk ke dalam restoran tersebut.
"Selamat datang Nona dan Tuan, silakan duduk," ucap pegawai restoran tersebut.
"Terima kasih," ucap Charzo mengangguk, mereka pun duduk di kursi nomor 4.
"Coba kamu lihat mereka, prianya pake baju lusuh, wanitanya pake baju kebaya pengantin, jangan bilang mereka lari dari pernikahan," bisik pegawai restoran itu dengan temannya.
"Mata wanita itu juga sembab," sahut temannya.
"Kalian sedang apa? Cepat sana," ucap manajer saat melihat kedua pegawai itu sedang bergosip.
"Baiklah, baiklah," jawab mereka mengambil buku menu dan berjalan menuju meja nomor 4.
"Silakan Tuan dan Nona, ini buku menunya." pegawai itu memberikan dua buah buku menu kepada Clara dan Charzo.
"Berikan makanan yang paling di rekomendasikan restoran ini," pinta Charzo.
"Ha? Tapi harga sangat mahal," ucap pegawai itu mengingatkan.
"Seberapa mahalnya?" tanya Charzo menekuk alisnya melihat ke arah pegawai itu.
__ADS_1
"Satu porsi itu satu juta," ucap pegawai itu.
"Hm cuma satu juta saja kok, berikan 2 porsi," ucap Charzo.
"Kamu yakin mau beli makan mahal itu? Aku lihat kamu bukan orang kaya, uang segitu kan sangat berharga bagi kalian, kau memilih makanan mahal nanti mau bayar pakai apa? Restoran ini tidak terima orang cuci piring," ucap pegawai itu dengan kasar.
"Aku juga tidak ingin menjadi pencuci piring, bawakan saja, aku sanggup bayar," ucap Charzo.
"Jika tidak sanggup bayar aku akan menelpon polisi," ancam pegawai itu.
"Restoran macam apa ini bahkan pegawai berani mengancam pengunjung, sana cepat pergi, pesankan saja apa yang aku pesan, kamu cuma pekerja di sini, seharusnya yang bilang seperti ini itu cuma pemilik restoran ini saja, kenapa kau hanya pekerjaan malah sibuk," ucap Charzo menatap pegawai itu kesal.
Manajer itu datang mendekat.
Pegawai itu terdiam.
"Anda manajer di sini?" tanya Charzo.
"Ya, ada apa?" tanya manajer itu balik bertanya.
"Bagus sekali, apa restoran ini pilih-pilih orang untuk makan di sini? Apa aku tidak boleh makan di sini?" tanya Charzo.
__ADS_1
"Hm?" manajer itu melihat ke arah Charzo bingung lalu melihat ke arah pegawainya.
"Ini maksudnya apa?" tanya manajer itu.
"Itu … saya hanya mengingatkan saja, nanti takut dia tidak bisa bayar makanan yang dia pesan, soalnya dia mau pesan makanan khusus restoran yang hanya di beli oleh orang penting," ucap pegawai itu.
"Tak masalah dia mau pesan makanan apa saja asalkan dia bayar," ucap manajer itu kepada pegawainya.
"Maafkan saya manajer, saya akan memesankannya," ucap pegawai itu undur diri.
"Maafkan pegawai saya, saya pasti akan memberikan pelajaran padanya nanti, harap Tuan tidak memberi ulasan buruk kepada restoran kami ini ya," ucap manajer itu mengatup kedua tangannya memohon. Charzo menatap manajer itu manyun.
"Mas, udah nggak apa-apa, lagian dia sudah minta maaf," ucap Clara saat melihat Charzo yang ingin marah.
"Sudahlah, aku minta pesanan ku segera selesai," ucap Charzo kembali duduk.
"Baik Tuan, harap menunggu," ucap manajer itu tersenyum dan ia balik badan meninggalkan meja Charzo.
"His! Kenapa pula dia buat masalah sih!" seru manajer itu mengomel.
"Hm … sayang, kamu tunggu di sini sebentar ya, aku mau ke toilet dulu," ucap Charzo.
__ADS_1
"Oh iya, baiklah." angguk Clara.