System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 70


__ADS_3

"Jika saudara Charzo pasti tidak akan melakukannya, aku percaya dengan saudara Charzo," ucap petugas polisi tersebut.


"Dimana tempatnya, tunjukkan," ucap polisi itu.


Istri pria itu berjalan terlebih dahulu dan menunjukkan ke arah para pegawai hotel membuangnya tadi.


"Di tong sampah ini Pak," ucap istri pria tersebut dengan percaya diri, karena dari yang ia lihat tadi Charzo tidak melakukan apa-apa, melainkan hanya pergi melihat sejenak lalu kembali ke hotel.


"He-he-he rasakan kau karena sudah berani memecat suami ku," ucap wanita itu tersenyum sinis.


Para polisi itu pun melihat ke dalam tong sampah dan mengeluarkannya.


"Ini botol plastik aja," ucap polisi itu.


"Mungkin di atasnya botol plastik, dia sengaja agar bisa menutupi botol miras di dalamnya," ucap pria berjas itu.


Petugas itu memakai sarung tangan dan mengangkat tong sampah tersebut dan mengeluarkan sampah yang ada di dalam tong sampah dan isinya semua adalah botol plastik semua.


"Eh, mungkin bukan yang ini, tapi yang di sana," ucap pria berjas itu. Petugas itu kembali mengeluarkan sampahnya lagi dan isinya tetap botol plastik.

__ADS_1


Tong sampah yang ke 3 juga sama, isinya juga botol plastik.


"Apa! Tidak mungkin! Aku melihat para karyawan membuang semua botol miras itu ke dalam tong sampah ini dan dia juga tidak membuang botol miras itu, tapi kenapa semuanya jadi botol plastik?" tanya kedua suami istri itu tak percaya.


"Apa kalian punya bukti lain?" tanya petugas itu.


"Hm … oh ya ada, tadi kami ada mengambil foto." wanita itu mencari foto mereka tadi dan ternyata di foto itu hanya ada foto botol mineral.


"Apa! Tidak mungkin! Kenapa di foto juga berubah menjadi botol mineral?" tanya mereka terbelalak.


"Jadi bagaimana? Apa sudah menemukan bukti?" tanya Charzo berjalan mendekat.


"Tidak! Kami tidak melakukan laporan palsu! Ini benar adanya!" teriak kedua suami istri tersebut.


"Jelaskan saja ini di kantor polisi saja," ucap petugas itu memborgol tangan kedua suami istri tersebut.


"Mama! Papa! Kalian …." anak remaja itu menangis sesenggukan melihat kedua orang tuanya di tangkap.


"Lepaskan! Kami tidak bersalah! Dia yang bersalah karena sudah memecat suami saya! Bukan kami yang di tangkap tapi dia!" teriak wanita itu memberontak.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak omong kosong, lebih baik menurut atau hukuman akan kami tambah," ucap polisi itu.


"Untuk kamu Dek, lebih baik pulang ke rumah saja, kami harus memeriksa kedua orang tua mu, jika dia di nyatakan tidak bersalah maka akan di pulangkan, jika mereka di nyatakan bersalah maka mereka harus di kurung dalam beberapa waktu," ucap polisi itu.


"Benar itu, Adek di mana rumah, biar saya antar," ucap polwan tersebut.


"Pulang saja Nak. Nanti kami pasti akan pulang cepat," ucap papanya.


Anak itu pun menurut dan pulang bersama polwan tersebut.


Mobil polisi pun meninggalkan hotel.


Charzo melihat ke arah para pegawainya yang terlihat ketakutan.


"Kalian melakukan ini di perintah oleh dia?" tanya Charzo.


"Benar Tuan, dia menjanjikan akan memberikan uang bonus kepada kami jika setelah acara selesai," jawab pegawai itu.


"Oh, kalian besok bekerja seperti biasa, tapi sebelumnya masukkan botol itu ke dalam tong sampah dulu, terus hadiah yang banyak itu antarkan ke rumah anak tersebut, karena pria itu berjanji akan memberi uang bonus, maka uang yang ada di dalam tong itu untuk kalian," ucap Charzo.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan," ucap mereka.


__ADS_2