
"Baik Tuan." angguk sekretaris Yuda.
Charzo beralih tempat dan ia duduk di kursi pengemudi lalu melajukan kembali mobilnya.
Ding Ding
[Misi tersembunyi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar 15.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan reward sebuah mobil BMW X1]
[Selamat Anda mendapatkan 50 poin]
[Saldo \= 309.300.000]
[Kecepatan \=13]
[Kelincahan \=13]
__ADS_1
[Kekuatan \=13]
[Kecerdasan \=13]
[Level \=10]
[Poin \=250]
[Reward\= mobil BMW X1]
Saat di perjalan, Charzo rasanya tidak salah melihat jika ada seorang pria yang ia kenal sedang berduaan dengan seorang wanita modis dan cantik.
"Wah, tidak menyangka, ternyata Edi berani main belakang," ucap Charzo tersenyum sinis. Ia mengambil ponselnya dan memotret foto mereka yang sedang bermesraan dengan wanita itu. Mereka sangat serasi bahkan jika tidak tahu orang-orang pasti menganggap mereka suami istri.
Setelah mengambil beberapa gambar, Charzo kembali melajukan mobilnya.
Sesampainya di sana, Charzo melihat ada kelurga dari mertuanya yang datang, siapa lagi jika bukan Carin dan Carry, mereka datang bersama teman-temannya, yaitu Eve.
Mobil pun berhenti di depan butik sang istri. Charzo tentu saja langsung masuk karena takut jika Istrinya di sakiti oleh mereka.
__ADS_1
"Sayang ada apa?" tanya Charzo berlari mendekati Clara.
"Oh, pantasan kamu bawa istri kamu pergi dari rumah, ternyata kamu sudah punya butik ini ya, dari yang ku lihat kamu nggak pernah tuh keluar rumah buat cari kerja, tapi kenapa mendadak kamu punya butik? Ini sangat aneh? Jangan-jangan kamu jual nark*ba?" tebak Carin.
"Itu bukan urusan mu mau aku jual barang haram atau tidak. Tidakkah kau penasaran dengan apa yang sedang suami mu lakukan di luar sana? Sepertinya kau sudah tidak menarik lagi di matanya dan pergi deh mencari wanita lain, itu tandanya apa ya? Apa karena kau yang tidak bisa mengurus suami mu atau kau memang galak, jadi dia cari wanita yang lembut," ucap Charzo berpikir.
"Hey! Kamu jangan menuduhnya sembarangan ya! Dia itu sedang kerja! Dan kamu malah menuduhnya begitu saja. Memangnya kamu si pemalas ini," ucap Carin menjulingkan matanya sambil melipat tangannya menatap kesal ke arah Charzo.
"Ha-ha-ha, kamu itu benar-benar polos, di rumah kamu berlagak jadi orang sok yes, tapi di luar kamu di bodohi, benar-benar kakak ipar entah terlalu baik entah terlalu bodoh, suami selingkuh aja nggak sadar, aku saja curiga dengannya saat dia sering pulang telat dan pergi pagi-pagi, dan bahkan dia ada enggak pulang malam itu karena entah dia menginap di rumah wanita itu kali ya, bilangnya ada dinas keluar kota dan nggak pulang beberapa hari, takutnya sih dia mau punya anak dengan wanita lain," ucap Charzo menyulutkan api.
Carin tampak murka, wajahnya memerah dan kupingnya panas, ia mengengam erat tangannya dengan kuat dan tiba-tiba ingin meninju Charzo.
"Kakak! Jangan lakukan itu!" teriak Clara membela sang suami.
"Lihatlah dirinya yang sengaja menjelekkan suami ku! Memangnya kamu siapa! Dasar manusia tidak berguna! Dan sekarang kau datang dengan membawa berita bohong! Aku akan laporkan pada polisi jika ini adalah fitnah dan pencemaran nama baik!" teriak Carin.
"Charzo, kamu kalo ngomong yang benar donk! Jangan asal menuduh sembarangan," ucap Carry.
"Aku akan lapor polisi!" ucap Carin kesal.
__ADS_1