
Mereka pun merayakan hari ulang tahun dengan meriah.
"Oh ya, ini adalah kado spesial untuk Mas," ucap Clara memberikan sebuah kotak kecil kepada Charzo.
"Apa ini?" tanya Charzo menerimanya.
"Buka aja dulu," ucap Clara tersenyum.
Saat do buka Charzo sangat terkejut dengan membelalakkan matanya.
"Sayang, ini nggak prank kan?" tanya Charzo melihat Clara dengan penuh harap.
"Ya enggak lah, ini beneran, aku juga terkejut," ucap Clara.
Charzo langsung memeluk Clara dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih sayang, ini adalah hadiah yang paling berharga dalam hidup ku," ucap Charzo penuh haru.
Kado yang ia dapatkan adalah sebuah tespek yang bergaris dua.
__ADS_1
"Ini sangat luar biasa, kita akhirnya punya anak Mas," ucap Clara senang.
Charzo memegang perut Clara sambil berjongkok, ia meletakan telinganya di perut Clara.
"Anakku, sehat-sehat kamu di dalam ya, tumbuh jadi anak yang kuat, ayah dan ibu tidak sabar ingin melihat kamu terlahir ke dunia ini," ucap Charzo.
"Aku pasti akan menjaganya dengan baik," ucap Clara.
"Ayo makan," ucap Clara kepada teman-temannya.
Mereka pun mulai mengambil daging dan memanggang, acara yang berlangsung yang sangat meriah itu di unggah oleh Clara ke media sosial.
"Astaga! Mereka masih bisa pesta-pesta setelah terjadi pada butiknya, apa yang mereka pikirkan," ucap Carin kesal.
"Kenapa kakak terlihat kesal?" tanya Carry.
"Nih lihat," ucap Carin melemparkan hpnya di samping sofa Carry.
Carry melihatnya.
__ADS_1
"Wah, mereka sedang lagi membuat acara ya, hm aku nggak nyangka kalo Charzo sekaya itu, jika tidak aku yang akan menikahinya, hidupku pasti sudah enak. Tidak seperti ini, kadang mau beli sesuatu aja mikir panjang, kehidupan kita sekarang semakin sulit, apa jangan-jangan ini adalah karma karena selama ini kita sudah menindas Charzo?" tebak Carry.
"Hey mikir apa kamu! Sini balikkan ponsel ku," pinta Carin. Carry pun mengembalikan ponsel kepada Carin.
"Lalu kalo bukan karma apa donk! Lihatlah sekarang dia bersenang-senang, mana butiknya juga butik mahal. Tapi sekarang apa yang terjadi, ayah harus berjuang di perusahaan karena Eko yang sudah mengambil alih," denggus Carry manyun.
"Tapi keluarga benar-benar keterlaluan banget, pantas saja dia ingin menikahi Clara meskipun mereka tau jika Clara sudah punya suami karena mereka ingin mengambil alih perusahaan ayah. Mereka benar-benar licik," ucap Carin kesal.
"Jadi sekarang gimana dengan Edi?" tanya Carry.
"Sudah kau jangan membahasnya, anggap saja dia sudah mati!" keluh Carin.
"Tapi misalnya kalo Edi mau balik lagi gimana? Apa kamu terima?" tanya Carry penasaran.
Carin menarik nafasnya. "Dia itu sudah berkhianat, untuk apa aku terima dia lagi, sudah ah, membahas dia membuat aku tambah pusing," ucap Carin kesal. Ia pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan menangis meratapi sang suami yang sudah hampir 2 Minggu beluk juga kembali.
'Mungkinkah dia sudah berpaling dariku sepenuhnya? Apa dia dan wanita itu sudah memiliki anak? Apa aku benar-benar mandul? Akhhhhhhhhh! Bagaimana ini!' batin Carin terasa terkoyakkan jika mengingat suaminya yang masih ia cintai sambil melihat foto pernikahan mereka yang masih terpasang rapi di dinding.
Jika seandainya Edi balik lagi kepadanya apa dia akan menerimanya lagi, satu sisi ia masih mencintainya, satu sisi ia sudah terlanjur sakit hati. Benar-benar dalam di lema parah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada diri ku?" tanya Carin menangis sesenggukan.