System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 95


__ADS_3

"Kamu ini kenapa sih? Yang punya rencana waktu di butik mu itu adalah ibu, bukan aku, aku juga di paksa oleh mereka berdua untuk melakukannya," ucap Carry manyun sambil melipat tangannya.


"Dan akhirnya kau mengakui juga jika itu adalah perbuatan mu, jika kalian tidak menyukai Clara dan memutuskan hubungan dengannya ya sudah, tapi jangan rusak usahanya juga, dia nggak punya salah dengan mu dan keluarga mu, jangan buat Clara terganggu kesehatannya, lebih kau pergi saja," usir Charzo.


"Cih! Benar-benar menyebalkan, tapi sebelum aku pergi aku minta yang donk, ini juga demi kebaikan kamu dan sebagai tanda bakti kepada orang tua kamu."


"Satu koin pun nggak akan ku beri," tukas Charzo.


"Dengarkan aku dulu! Kalian hidup enak tanpa memikirkan kehidupan kalian lagi, kalian sudah banyak uang dan bisa bangun usaha lagi, tapi adakah kau memikirkan bagaimana kehidupan kami lagi? Kehidupan Ayah sekarang, dia adalah ayah mu juga, saat ini perusahaan ayah di ambil alih oleh Eko dan hanya menyisakan satu saham yang tak berguna, setidaknya beri bantuan pada ayah di saat dia dalam keadaan terpuruk begini," ucap Carry.


"Apa! Perusahaan ayah bangkrut?" tanya Clara menekuk alisnya.


"Ck! Itu adalah balasan karena kalian sudah membuang Clara, Clara adalah raja di sini, kalian tidak bisa mengusiknya karena hanya balas budi. Jika ia ingin meminta, suruh dia datang dan berlutut di hadapan Clara dan bersujud meminta maaf, mungkin kami berpikir ingin memberinya atau tidak. Katakan itu pada ayah mu," ucap Charzo.

__ADS_1


"Kenapa kalian ini melakukan orang tua seperti itu, itu tidak baik dan kalian akan kualat," ucap Carry.


"Ck! Dulu kalian melakukan itu pada ku, menjadikan ku pembantu kalian apa tidak berpikir jika itu kualat, makanya perusahaan ayah mu hancur karena itu kualat pada ku, kalian memutuskan persaudaraan dengan Clara itu juga akibatnya, jadi terima saja balasan yang kalian dapatkan," ucap Charzo.


Terlihat sebuah taksi datang, Andi beserta anak-anaknya keluar dari taksi dan mereka menuju ke restoran.


"Eh, sudah ada pelanggan ya Bang?" tanya Andi membawa bahan masakkan sambil tersenyum ke arah Carry dan membawa bahan makanan itu ke dapur.


"Hey! Kau melihat pria lain seperti itu, apa kau lupa punya suami?" tanya Charzo menyadarkan Carry.


"Hm? Emang salah lihat orang, aku kan punya mata," elak Carry.


"Sudahlah, kalian pergi saja, katakan itu pada ayah mu, restoran ini mau di tutup, jika tidak mah di kunci di dalam lebih baik kalian pergi," ucap Charzo.

__ADS_1


Sebelum pergi, Carry melihat lagi ke arah Andi meskipun hanya sekilas dan meninggalkan restoran Clara.


'Oh jadi dia pekerja Charzo ya, he-he-he, kapan-kapan ke sini juga ah biar bisa lihat dia,' batin Carry tersenyum.


Mereka pun masuk kedalam mobilnya dan mobil pun melaju di jalanan.


"Itu tadi pelanggan ya Bang?" tanya Andi penasaran.


"Bukan, mereka orang yang mampir ingin buat masalah, ya sudah ayo cuci dulu ayah dan ikannya, aku yang akan masak," ucap Charzo.


"Jangan, aku aja yang masak Bang, kan hanya panggang saja, aku bisa melakukanya," ucap Andi.


"Kalau kamu masak untuk anak-anak saja, aku akan masak untuk istri ku, dia ingin makan-makanan yang aku masak sendiri," ucap Charzo.

__ADS_1


__ADS_2