System Kekayaan Menantu Terhina

System Kekayaan Menantu Terhina
BAB 67


__ADS_3

Sesampainya di rumah Charzo pun membayar uang taksi tersebut.


[Ding Ding]


[Saldo Anda di kurang 50.000]


[Sisa saldo Anda 509.250.000]


"Terima kasih," ucap taksi itu memutar taksinya pulang.


Charzo masuk ke dalam rumahnya dan ia masuk ke dalam kamar mandi, ia segera mandi. Meski peluru itu tidak menembusnya tapi tetap ada bekas yang tertinggal karena ia adalah tubuh manusia, bukan tubuh besi.


"Tidak menyangka aku bisa menjadi kebal seperti ini, ini sangat luar biasa," puji Charzo.


Setelah mandi Charzo kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur dan ia pun tidur.


***


"Mas, Mas, bangun. Ayo makan malam." Clara membangunkan Charzo.


"Eh, udah malam rupanya?" tanya Charzo berusaha duduk meskipun matanya masih ngantuk.


"Iya, makan dulu, nanti habis makan baru lanjut tidur lagi," ucap Clara.


"Enggak kayaknya, kamu capek nggak?" tanya Charzo.


"Sedikit," jawab Clara.


"Oh ya udah kalo gitu, kami istirahat di rumah aja nanti, Mas mau keluar sebentar mau lihat tempat usaha kita yang lain," ucap Charzo.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju meja makan.


"Perasaan banyak banget tempat usaha kamu Mas, emang tempat usaha apa lagi?" tanya Clara penasaran.


"Nanti, setelah sampai di sana Mas fotoin," ucap Charzo.


"Oh gitu. Oh ya Mas, Rina tadi aku suruh dia tinggal di butik aja, jadi dia bisa bangun pagi dan bisa langsung jagain butik," ucap Clara.


"Ya itu terserah kamu aja, moga aja orang yang kamu tolongin ingat kebaikan kamu," ucap Charzo.


Clara mengambilkan piring dan memasukkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring Charzo.


Charzo pun melahapnya.


"Kalo itu sih biarkan alat alarm itu yang menentukan," jawab Clara.


"Ya udah Mas pergi dulu ya," pamit Charzo.


"Iya Mas," jawab Clara dari dalam kamar mandi.


Charzo pun masuk ke dalam mobilnya dan mobil pun melaju di jalanan.


[Klik di sini untuk membuka]


[Klik]


Charzo pun melihat alamat hotelnya dan ia mendapatinya.


"Oke, mana tempatnya strategis lagi," ucap Charzo mengangguk-angguk.

__ADS_1


Ia menambahkan kecepatan mobilnya.


Tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang mendadak berhenti di tengah jalan.


"Sial!" teriak Charzo yang menginjak pedal rem mobilnya dan menarik rem tangan.


Mobil pun terhenti tepat pada di belakang mobil tersebut.


"Mobil ini! Malah berhenti di tengah jalan! Bahaya banget!" denggus Charzo kesal.


Charzo keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil di depannya.


Duk! Duk! Duk!


"Hey bisa nggak mobil kamu di pinggirkan dan jangan di tengah jalan!" ucap Charzo dengan nada tinggi.


Perlahan-lahan kaca mobil terbuka.


"Terserah aku donk! Mobil, mobil aku, kamu nggak suka sana pergi, ganggu aja," ucap wanita itu melotot melihat ke arah Charzo.


"Masalahnya kamu membahayakan pengendara lain, kalo kamu sendiri yang mati siapa peduli, sana pinggirkan mobil mu, jangan menganggu jalan umum, emang kamu pikir ini jalan nenek moyang mu apa!" tukas Charzo.


"Enggak mau! Ini mobil aku! Terserah aku donk! Kamu sana pergi!" hardik wanita itu tak mau kalah.


"Ya sudah kalau gitu," ucap Charzo tidak peduli, ia kembali masuk ke dalam mobilnya dan mobilnya pun menghindar mobil tersebut dan kemudian melaju di jalanan.


Duuuaaakkkk!


Terdengar suara hantaman keras dari belakang, Charzo menepikan mobilnya di pinggir. Ia melihat dari kaca spion bahwa mobil yang berhenti di tengah-tengah jalan itu di tabrak mobil dam truk dari belalang membuat mobilnya di bagian belakang rusak parah.

__ADS_1


__ADS_2