
Carin memegang tangan Clara dan tidak membiarkan mereka bersama.
"Pergi kau sialan! Jangan ganggu! Ayo cepat Ayah, usir dia dari sini!" perintah Lena dengan wajah merah padam.
Ayah Clara mendekat ke arah Charzo dan menarik tangan Charzo.
"Ayah mertua, Ayah tahu jika istri adalah milik suaminya, kecuali jika sang istri tidak menginginkan suaminya lagi maka boleh kalian pisahkan, tapi Clara tidak ingin berpisah dengan ku, itu sama saja kalian memaksakan memisahkan dua orang yang seharusnya masih bersatu, itu sama saja dengan menyakiti hati Clara," ucap Charzo memegang balik tangan Ayah Clara.
"Yang menyakiti hatinya adalah dia tinggal bersama mu, kau itu tidak punya apa-apa! Miskin dan bodoh, kau tidak layak menjadi suami anakku, bahkan kau tidak layak hidup di dunia ini! Dasar sampah! Menjauh lah!" hardik Lena.
"Tidak akan! Sebelum aku mendapatkan Clara aku tidak akan pergi," ucap Charzo menatap tajam Lena.
Charzo menghempaskan tangannya dari tangan ayah Clara lalu menerobos masuk ke dalam, ia tidak berpikir apa pun cara lain. Charzo menginjak hantaran itu hingga penyok.
__ADS_1
Charzo mengangkat Clara dan membawanya pergi.
"Cepat-cepat! Tangkap mereka!" teriak Lena panik karena Clara di bawa.
Eko, ayah Clara dan para Ipar-iparnya mengejar Charzo.
"Ayo cepat lari!" ucap Charzo.
"Aku nggak bisa lari Mas, rok ku sempit," ucap Clara yang sedang kesusahan berlari.
"Kamu kenapa berhenti? Kamu tidak mau ikut dengan ku?" tanya Charzo dengan wajah sedih.
Clara menggeleng. Ia membalikkan badannya dan melihat ke arah ayahnya yang juga ikut berhenti saat melihat Clara berhenti.
__ADS_1
"Sekarang kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan?" tanya ayah Clara. Eko tersenyum mengembang. Lena, Carry dan Carin juga ikut berlari, sedangkan keluarga Eko mereka lebih memilih berdiam diri dan memakan makanan yang ada di sana.
"Clara! Ayo pulang! Kau tidak mungkin ikut dengannya kan?" ucap Lena tersenyum.
"Iya Clara, ayo pulang, kita lanjutkan acaranya, sebentar lagi kau pasti hidup bahagia," ucap Carin.
"Clara," ucap Charzo pelan, ia sangat sedih jika istrinya beneran pergi bersama keluarganya.
"Ayah, Ibu, aku minta, aku tida bisa melanjutkan acara ini, aku sudah punya suami yang sah, dia adalah pria yang aku pilih, seharusnya dari dulu aku harus terus mengikuti dia kemana pun dia pergi dan tidak seharusnya datang kerumah kalian meskipun aku dan dia dalam kesusahan apa pun karena jalan ini yang kami pilih, maafkan anakmu ini Ayah dan Ibu, aku lebih memilih ikut bersama suami ku dan menghadapi hidup yang sebenarnya meskipun di terpa badai yang kencang. Terima kasih karena sudah memberi kami tumpangan selama ini, selamat tinggal," ucap Clara melihat ke arah Charzo.
Charzo merasa terharu dan ia menangis memeluk Clara.
"Terima sayang ku, kau masih ingin mah hidup bersama ku," ucap Charzo.
__ADS_1
"Oh begitu ya! Bagus! Sangat bagus! Jika begitu, mulai saat ini kau bukan anakku lagi! Kau bukan siapa-siapa kami lagi! Aku juga bukan Ibumu! Anak durhaka dan tidak tahu diri seperti mu silakan pergi saja, jangan pernah menginjak rumah ini lagi, kami juga bukan siapa-siapa kamu, dan kita adalah orang asing! Aku tidak pernah mempunyai anak yang bernama Clara, sampai mati pun aku tidak akan pernah mengakui lagi! Jadi jika kau dalam kesusahan jangan pernah ingat kami lagi! Pergilah kau sana!" seru Lena dengan mata memerah.