
"Kau … kau psikopat! Apa yang ingin kau lakukan!" teriak pria itu ketakutan.
"Kenapa kau malah bertanya lagi, cepat beritahu aku atau aku akan menelpon orang-orang ku untuk mencari keluarga mu!" ancam Charzo.
"Lebih baik aku mati saja!" teriak pria itu mencoba menarik kakinya tapi pengaman Charzo lebih kuat.
"Oh, kau sangat ingin mati ya, kalau begitu kau harus melihat keluarga mu mati dulu," ucap Charzo megambil ponselnya lalu entah siapa yang ia telpon.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo, kau pergi cari keluarga Mardi di luar kota, mereka tinggal di kota T," ucap Charzo.
"Tidak! Jangan lakukan itu! Jangan cari mereka! Mereka tidak bersalah, aku akan katakan yang sebenarnya!" teriak pria itu ketakutan.
"Sebelum mereka sampai di kota T dan menyeret keluaga mu, lebih baik katakan sekarang karena mereka sekarang sudah bergerak, jika kau katakan sekarang sebelum mereka sampai maka aku akan memberhentikan mereka, tapi jika kau tidak mengatakan sekarang dan sampai mereka menyeret keluaga mu ke sini, kau mau mengatakan sebenarnya pun sudah tak berguna lagi," ucap Charzo yang berjongkok menatap ke arah pria tersebut.
"Aku katakan." pria itu menarik nafasnya. "Dia adalah Eko, orang yang sudah mengambil perusahaan papa Herman," jawab pria itu.
__ADS_1
Herman adalah ayah Clara.
"Kau bicara jujur?" tanya Charzo memastikan.
"Aku sudah mengatakan apa yang sudah aku katakan, aku hanya di suruh olehnya lalu di suruh pergi dari kota ini, aku membutuhkan uang, makanya aku menerima pekerjaan ini," ucap pria itu.
"Apa tujuan dia?" tanya Charzo lagi.
"Dia tidak memberi tahu apa tujuannya, yang aku tahu dia memberi ku sejumlah uang aku pun mencuri barang itu," jawab pria itu.
"Baiklah, aku mengerti," ucap Charzo melepaskan pria tersebut.
"Kau ini sudah aku lepaskan kenapa kau ingin melukai ku?" Charzo memegang tangan pria itu dengan kuat dan melepaskannya pegangannya dari lehernya.
"Kau sudah ku beri kebebasan malah kau malah menyerang ku," ucap Charzo.
"Kau harus mati demi keselamatan ku," ucap pria itu kembali menyerang Charzo.
Mereka pun saling menyerang di tebing yang tingginya puluhan meter tersebut.
__ADS_1
Pria itu mencekik leher Charzo dan dengan kuat Charzo menendang pria tersebut hingga pria itu terpeleset terjatuh dari tebing.
"Aaaaaaaa! Tolong akuuuuuu!" teriak pria itu, sayangnya ia bukan langsung jatuh ke air, tapi mendarat lagi di pangkal tebing membuat ia terluka di bagian kelapanya lalu barulah ia jatuh ke air membuat air itu bercampur dengan darah.
Charzo melihat ke bawah yang sangat sayup, pria itu sudah tak terlihat lagi.
Charzo pun masuk ke dalam mobilnya kembali dan melaju di jalanan.
"Eko ya, dia tahu aku punya perusahaan dan dia ingin mengambil sesuatu dari perusahaan ku berharap perusahaan dia menjadi miliknya ya? Dia sungguh berani," ucap Charzo.
Charzo pun melajukan mobilnya, karena perusahaan mertunya itu di ambil oleh Eko, Charzo pun langsung menuju perusahaan Eko. Tapi sayangnya di sana terlihat sepi.
Charzo pun berhenti di depan perusahaan itu dan keluar dari mobilnya.
Ia pun masuk ke dalam.
"Aku ingin bertemu dengan pimpinan perusahaan kalian," ucap Charzo.
"Maaf Tuan, saat ini Anda tidak bisa menemuinya karena saat ini dia ada meeting," ucap pegawainya.
__ADS_1