
Sofwatun Nayla. Gadis berwajah lembut dan dikenal ramah kepada siapapun ini ternyata menyimpan masa lalu yang suram, cinta menghancurkan dirinya, senyuman diwajahnya yang lembut itu seakan pudar tatkala cinta yang awalnya indah menjadi begitu menyakitkan baginya.
Entah kenapa sore itu dia teringat lagi saat kejadian yang membuat dirinya hancur. Malam itu Nayla sengaja membuat sebuah kejutan ulang tahun untuk kekasih hatinya, belahan jiwanya, lelaki yang ia buat berubah menjadi lelaki yang taat dalam beribadah. Betapa Nayla menaruh harapan padanya, percaya 100% akan kata-katanya, tiada sedikitpun rasa curiga yang terselip dihatinya. Mata Nayla seakan buta, hanya ada dirinya. Pikiran Nayla seakan buntu, hanya ada tentang dia.
Hingga malapetaka itupun datang. Cinta nan suci menjadi hina dina saat hawa nafsu menguasai dirinya, entah setan apa yang merasuki kekasih hatinya malam itu sehingga ia menjadi liar, menjadi ganas, seperti harimau yang sedang siap-siap akan menerkam mangsanya.
__ADS_1
Nayla hanya diam terpaku. Pemandangan didepan matanya ini seperti halusinasi semata, tapi mau sampai berapa kalipun cubitan menyerpa tubuhnya, tetap.. ini dunia nyata. Semuanya benar adanya, seperti apa yang ada didepan matanya, pujaan hatinya.. berubah menjadi srigala buas yang siap menyerangnya.
Malam itu juga.. semuanya hancur.. bukan hanya dirinya, bahkan hidupnya seakan tiada guna lagi. Ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya, pergi dari kenyataan pahit yang baru saja ditelannya. Pengkhianatan.. kekerasan.. dan pelecehan tengah menghampiri hidup Nayla.
Satu hal yang paling menyakitkan dan tidak bisa ia terima adalah.. Kenapa.. kenapa ia mendapat perlakuan biadap itu dari lelaki yang sangat dicintainya? Mengapa dia? Nayla menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Sampai akhirnya Nayla terbaring lemah berhari - hari, bahkan berminggu - minggu dirumah sakit. Ia yang seakan tidak mempunyai semangat hidup lagi. Orang tua dan juga saudara kembarnya begitu sedih melihat keadaannya saat itu. Raga Nayla memang masih hidup namun tidak dengan hatinya yang seakan sudah mati. Mati rasa.
Semua itu gara - gara lelaki yang sudah tega menghancurkan hidupnya lantas pergi tanpa rasa tanggung jawab sedikitpun. Hati Nayla sungguh terluka, terluka sangat dalam malahan. Tiada yang bisa mengobati luka hari itu. Luka hati yang menganga besar.
Sampai akhirnya Naylaspun seakan tersadar, bahwa ssebenarnya Cinta tak selalu mendatangkan kebahagiaan, apalagi Cinta yang berada dalam koridor yang salah. Hawa nafsu untuk memiliki tanpa dilandasi keimanan yang Hakiki, akan merusak kesucian Cinta itu sendiri. Sedangkan Allah saja tidak ia cintai dan takuti, jadi jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Jika mereka bisa meninggalkan Allah, mereka bisa juga dengan mudah meninggalkan kita...
__ADS_1
Bersambung....