
Hening. Untuk beberapa saat keheningan menyerpa mereka. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Wajah Sofwa tertunduk lesu. Ia berusaha menahan air mata yang hendak tumpah itu. Tapi, hatinya berkata ia harus kuat. Ia harus mengakhiri semuanya. Ia benar - benar sudah bertekad.
Tadi malam telah habis-habisan ia menangis menghadap Allah. Meminta petunjuk dariNya. Langkah apa yang harus ia ambil. Dalam sholat malam itu ia seakan disadarkan bahwa siapa sebenarnya lelaki yang ia sayangi. Laki-laki yang tepat berada direlung hatinya. Ingatannya kembali ke Andre. Semua kenangan masa lalu bersama Andre itu kembali menari-nari dalam benaknya. Meskipun Andre telah tega merampas kesuciannya, tapi tetap... hatinya tidak bisa dibohongi, rasa itu masih ada. Ditambah lagi Andre yang sudah mulai berubah. Sofwa yakin Allah mempunyai maksud tertentu dengan mendatangkan kembali Andre kepadanya, Allah seakan mencari celah agar ia tidak jadi menikah dengan Fitra. Ya.. Sofea yakin akan hal itu.
Akhir-akhir ini pun Andre semakin gencar menjalankan aksinya. Berbagai cara telah dilakukannya untuk mendapatkan kata maaf dari Sofwa. Meskipun beribu cacian dan amarah yang terlontar dari mulut Sofwa, Andre tetap sabar... ia sama sekali tidak menyerah. Sofwa semakin kesal plus kagum kepada kegigihan Andre, tapi tentu saja hal itu tidak ditunjukkan langsung kepada Andre. Namun, Hati Sofwa menjadi lunak ketika ia berjumpa dengan Nisa, adiknya Andre. Nisa kelihatan senang bisa bertemu Sofwa. Dia langsung memeluk Sofwa, dengan berlinangan air mata Nisa mulai bercerita semua yang ia alami semenjak Sofwa ditinggal Andre hingga kabar kehilangan Andre dan sampai ia datang lagi dengan perubahan yang luar biasa sekali.
“Kak Sofwa... bang Andre benar-benar telah berubah. Abang Andre udah jadi laki-laki yang sholeh. Ia ngak pernah meninggalkan sholat wajib 5 waktu, bahkan sholat tahajud dan dhuha pun udah sering dikerjakannya. Setiap hari jumat ia pergi pengajian di mesjid. Bicara sama Nisa ngak pernah kasar lagi, bahkan begitu lembut. Bang Andre... sudah meninggalkan teman-teman maksiatnya waktu dulu itu, ngak pernah lagi ngumpul-ngumpul sama mereka. Minuman dan rokok pun udah di deletenya dari pikirannaya kak, dan satu lagi... bang Andre sekarang sudah punya kerjaan baru. Meskipun gajinya masih kecil tapi yang penting halal dan toyib kak...” cerita Nisa panjang lebar. Sofwa mendengarnya dengan seksama, tanpa berkomentar apapun. Ia tahu benar bahwa Nisa adalah gadis yang jujur jadi mana mungkin ia berbohong. Jika memang benar Andre sudah berubah sedemikian rupa, tidak ada lagi alasan baginya untuk membenci Andre bukan? Toh dia sudah berkali-kali minta maaf dan mau bertanggung jawab atas perbuatannya dulu dengan menikahi Sofwa. Jadi, apalagi yang harus Sofwa pertimbangkan? Tentang Fitra?
“Afwan Sofwa, aku ngak bisa lama-lama... kamu tau sendirikan ngak baik kita bertemu lama-lama seperti ini tanpa ada orang ketiga yang menemani, kamu ngerti kan maksud aku, Sofwa?” penuturan Fitra tersebut menyadarkan Sofwa dari lamunannya. Saat itu mereka berdua sedang berada di taman rumah sakit. Sofwa yang mengajak Fitra untuk ketemuan berdua saja disana, sebenarnya Fitra sudah menolaknya karena Fitra takut hal itu akan berbuah dosa nantinya. Sama saja jatuhnya ia telah berkhalwat dengan Sofwa, yang masih menjadi calon istrinya.
“Iya. Aku tau.. aku janji ini terakhir kalinya aku ngajak kamu ketemuan... setelah itu, aku ngak akan mengganggu kamu lagi Fitra...” kata Sofwa datar dan dengan wajah yang serius.
“Maksudnya gimana Sofwa? Aku ngak ngerti," tanya Fitra heran melihat perubahan dari cara pembicaraannya Sofwa.
“Aku mau ... pernikahan kita dibatalkan saja Fitra,” kata Sofwa dengan suara yang tegas dan lantang.
Fitra tersentak. Apakah ia tidak salah mendengar? Sofwa mau membatalkan pernikahan mereka yang hanya tinggal menghitung hari saja? Kabar ini benar-benar membuat Fitra kaget. Ada apa dan kenapa? Bukankah yang ia dengar sendiri dari Raihan bahwa Sofwa begitu mencintai dirinya dan sangat ingin menikah dengannya. Apakah yang terjadi?
__ADS_1
“Ada apa Sofwa? Kamu bercandakan?” Tanya Fitra yang berusaha untuk mencairkan suasana yang agak tegang itu. Di pandanganya wajah Sofwa yang sedikitpun tidak terlihat ada ketidakseriusan disana.
“Aku serius Fitra. Aku ngak bercanda” tegas Sofwa.
“Tapi, Kenapa?” tanya Fitra lagi.
“Aku.. aku ngerasa ngak pantas untuk mu Fitra, aku… aku..” Sofwa agak terbata-bata dan tidak melanjutkan kata-katanya, Fitra seakan mengerti dengan yang Sofwa rasakan.
“Aku bisa memahami Sofwa. Bukankah kemaren sudah ku katakan kalau aku bisa menerima dirimu apa adanya. Menerima mu karena Allah, baik itu kekuranganmu.” kata Fitra dengan suara yang lunak.
“Itulah masalahnya Fitra, aku ngak mau kamu menerima ku karena kasihan. Karena takut menyakiti perasaanku dan ngak mau ngelihat aku hancur seperti dulu. Kamu ngak mau membuat luka baru dihati ku lagi yang kini mulai sembuh, makanya kamu mau mengorbankan dirimu untuk aku bahkan kamu rela mengorbankan cintamu kepada wanita lain demi aku….” Ucap Sofwa yang kini dengan berlinagan air mata.
“Emang benar. Allah akan menggantikannya kok Fitra. Karena itu lah aku membatalkan pernikahan kita ini. Agar kamu kembali kepada Rania, dan segera menikahinya. Itulah sesuatu yang lebih baik yang digantikan Allah berkat keikhlasan mu menerima ku Fitra” jawab Sofwa sambil menghapus air matanya.
“Sofwa…?”
“Keputusan ku sudah bulat Fitra. Ini pilihanku. Aku berusaha untuk konsisten dengan apa yang sudah aku pilih, dan InsyaAllah keputusan ini bisa menjadi keputusan akhir yang tidak akan berubah lagi” ucap Sofwa dengan lantang dan tegas. Fitra menarik nafas panjang, dia seakan kehabisan cara untuk kembali membujuk Sofwa.
__ADS_1
“Kamu yakin?” Tanya Fitra lagi.
“Aku yakin. InsyaAllah... sangat yakin” ucap Sofwa sambil tersenyum. Senyuman itu terlihat ikhlas di mata Fitra. Yach!! Sofwa yang didepan Fitra saat ini sangat berbeda dengan Sofwa yang dulu. Ia begitu kuat dan tegar.
“Maaf kan aku Sofwa, jika memang ini sudah menjadi keputusan mu. Aku ngak bisa lagi memaksamu” kata Fitra kemudian dengan tatapan yang sayu.
“Ngak perlu minta maaf, karena kamu ngak salah Fitra. Malahan aku berterimakasih kepada kamu karena darimu lah aku banyak belajar dengan yang namanya ikhlas, dengan yang namanya sabar. Kamu membuatku lebih mengenal Allah, lebih mencintaiNya dari apapun. Karena jika rasa cinta ini sudah bersemayam didalam hati untukNya, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan lagi Fitra. Termasuk juga kehilangan dirimu… aku pernah masuk kelubang yang salah dan aku ngak bakalan lagi mencebur kan diri kedalamnya Fitra, kamu tenang saja. Atas izinNya aku bisa kok menata hatiku kembali kok…” kata Sofwa dengan yakin.
Fitra terdiam mendengar ucapan Sofwa barusan. Sofwa kelihatan dewasa sekali, sehingga membuat Fitra tertegun dan tidak tahu harus menjawab apa.
“Saran Aku, kembalilah kepada Rania. meskipun aku belum pernah bertemu dengan dia, entah kenapa aku begitu yakin dia wanita yang shaliha, wanita yang berhati mulia, jemputlah dia Fitra... mudah-mudahan Ranialah jodoh dari Allah untuk mu...” kata Sofwa dengan nada suara yang tenang dan menyejukkan.
Fitra kembali menarik nafas panjang. Dalam benaknya ia berfikir... keyakinan dalam hatinya semakin kuat akan keadilan Sang Pencipta. Apakah ini merupakan balasan dari Allah untuknya... karena keikhasan hatinya yang mau menerima segala kekurangan yang ada pada diri Sofwa...? jika iya... Fitra sungguh bersyukur. Sofwa sudah melepaskannya dengan ikhlas. Dan kini Fitra kembali sendiri. Pernikahannya dengan Sofwa sudah dibatalkan. Jadi apa lagi yang mesti dia lakukan? Selain menjemput bidadarinya, bidadari yang bernama Rania Nazwa, seperti yang disarankan Sofwa... tapi, apakah Rania masih mau menerimanya? Ahh... Fitra bakalan tidak tahu jika ia tidak mencobanya.
“Oke. Syukron Sofwa... Syukron...” kata Fitra sambil tersenyum. Sofwa membalasnya dengan senyuman pula. Setelah itu, Tanpa berkata-kata apapun lagi, Sofwa langsung pergi meninggalkan Fitra. Fitra melihat kepergian Sofwa hingga ia menghilang dari pandangan Fitra. Kesejukan tiba-tiba menyerpa hati Fitra. Rania Nazwa... aku akan menjemputmu, ucap Fitra dalam hati...
...🌺🌺🌺🌺...
__ADS_1
Bersambung....