Takdir Cinta Rania

Takdir Cinta Rania
BAB 53 (BERTEMU CALON MERTUA)


__ADS_3

Fitra sudah menjelaskan kepada kedua orang tuanya mengenai Sofwa yang tidak jadi dinikahinya dan diganti oleh Rania. Tentu saja mendengar penjelasan dari Fitra tersebut membuat kedua orang tua Fitra menjadi heran dan juga penasaran ingin bertemu dengan wanita pilihan Fitra yang sebenarnya. Meksipun begitu, Orang tua Fitra cukup bijak menyikapinya karena mereka tahu Fitra lebih tahu mana wanita yang terbaik untuk dirinya dibandingkam mereka berdua sebagai orang tua.


"Jadi kapan kamu akan bawa Rania kerumah?" Tanya Mama Fitra saat mereka bertiga tengah sarapan pagi diruang makan.


"InshaAllah, hari ini Ma. Nantik malam Fitra bawa Rania kesini ya. Dan minggu depan langsung kerumah orang tuanya dikampung" Jawab Fitra setelah itu mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya dengan semangatnya.


"Oke. Kali ini benar - benar jadi ya Fitra. Mama gak mau dengar kalau gak jadi lagi dan malah ganti dengan wanita lain lagi. Padahal sebenarnya Mama sudah senang Lo dengan Sofwa. Dia gadis yang sopan, baik dan ramah. Tapi, ya mau gimana lagi kalau kamu gak cinta sama dia. Cinta itu kan tidak bisa dipaksakan. Iya gak Pa?" Jelas Mama Fitra yang kemudian melirik ke Papa Fitra yang langsung dia setujui dengan anggukan di kepalanya.


"InshaAllah kali ini benar Ma. Maafkan Fitra karena tidak cerita dari awal permasalahan ini ke Mama dan Papa. Karena Fitra ingin menjaga perasaan Sofwa, tapi.. Syukurlah Allah menunjukkan jalan bagi kami bertiga. Sofwa mau mengalah, dan Rania mau menerima aku. Fitra sungguh bersyukur atas ini semua, Ma.. pa.." Kata Fitra lalu tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


"Ya Fitra, kita sebagai manusia hanya bisa memetik hikmahnya atas semua yang telah terjadi." Kini Papa FItra yang menanggapi.


"Benar Pa.. Selalu ada hikmah disetiap kejadian" Tutur Fitra seraya tersenyum.


"Tapi, Sofwa bagaimana? Sebenarnya dia ada rasa cinta juga kan sama kamu kan Nak? Tidak terbayang juga gimana terluka hatinya." Kata Mama Fitra dengan raut kesedihan di wajahnya.


"Fitra sebenarnya juga merasa serba salah, Ma. Merasa tidak enak ke Sofwa, namun.. Setelah Sofwa mengatakan kalau Ia ikhlas melepas Fitra untuk Rania dan dia bilang ingin kembali ke kekasihnya yang sudah berubah itu.. Setidaknya membuat Fitra sedikit lega. Fitra yakin rasa cinta dia ke Fitra hanyalah sementara saja. Cinta dan sayang seutuhnya hanya untuk Andre, lelaki yang akan menjadi suaminya itu.. Inshaallah.." Jelas Fitra yang ditanggapi Dengan anggukan kepala dari kedua orang tuanya tersebut.


"Semoga semuanya dilancarkan ya, Nak. Apa yang kita harapkan akan menjadi sebuah kenyataan. Mama yang berharap kamu menikah, mendapatkan menantu yang saliha dan nantiknya dapat cucu yang lucu-lucu" Ucap Mama Fitra dengan mata yang berbinar-binar.


"Aamiin.. Mudah-mudahan ya Ma.. InshaAllah Mama tidak akan kecewa dengan Rania. Dia wanita shaliha, cantik, lemah-lembut, sopan dan sangat sederhana." Kata Fitra memuji Rania dengan sepenuh hatinya.


"Jadi tidak sabar pengen jumpa bidadarimu itu.." Celetuk Papa Fitra dengan cengar-cengir menggoda putra satu-satunya itu.


"Sabar donk Pa, nantik malam akan Fitra bawa bidadarinya dihadapan Mama dan Papa" Ujar Fitra sembari tersenyum.


Setelah itu, Fitra pamit kerumah sakit. Karena kebetulan pagi itu jadwalnya untuk dinas Pagi. Sesampainya dirumah sakit, teman dinas Fitra mengucapkan selamat secara bergantian kepadanya. Entah dari mana mereka tahu Rencananya yang akan menikahi Rania.


"Semoga niat baik kamu diridhoi ya Fit.." Kata Nia yang di aminkan oleh semuanya.


Fitra sudah mengabari Rania sehari sebelumnya, namun pagi itu Fitra bermaksud untuk kembali mengingatkan Rania. Maka dia memutuskan untuk menghubungi nomor Rania.


"Halo, Assalamualaikum,.." Tidak butuh waktu lama, Rania langsung mengangkat telpon dari Fitra. Ada perasaan aneh yang menjalari Tubuh Fitra saat ia mendengar suara merdu Rania melalui telpon. Ia seakan terkesima dengan getaran di dadanya yang sulit ia bendung.

__ADS_1


"Hai, Fitra??" Rania memanggil Fitra yang hanya diam tanpa menjawab salam darinya. Menyadari dirinya yang tengah melamun, langsung saja Fitra buru - buru menjawab salam dari Rania.


"Wa'alaikumusalam, Rania.. Maaf.. Aku sedikit terkesima saja tadi..." Kata Fitra dengan tawa kecilnya.


"Terkesima kenapa ?" Tanya Rania bingung.


"Ngak.. Ngak penting.." Kata Fitra yang berusaha menjaga hatinya.


"Oya, kamu lagi dimana?" Fitra bertanya.


"Lagi dirumah" Jawab Rania.


"Hari ini dinas apa, Rania?" Tanya Fitra Lagi.


"Kebetulan libur." Rania hanya menjawab singkat-singkat saja pertanyaan dari Fitra tersebut, sehingga membuat hati Fitra semakin geram ingin segera menghalalkan wanita itu.


"Berarti bisa lah nantik malam kerumah aku kan? Aku mau kenalin kamu sama orang tua ku. Orang tuaku gak sabaran ingin ketemu sama kamu, Rania." Kata Fitra.


"InshaAllah, bisa.. Tapi, Hhhmmm..." Rania berhenti sejenak dan seperti sedang berfikir.


"Aku.. Cuman.. Merasa sedikit gugup aja.." Jawab Rania dengan suara yang pelan.


"Gugup kenapa? Orang tua aku baik kok Rania. Kamu tenang saja mereka berdua Sangat bersahabat orangnya, kamu jangan merasa canggung atau gimana ya.." Kata Fitra.


"Ya. InshaAllah." jawab Rania dengan menghela nafas panjang.


"Jadi nantik jam berapa aku jemputnya?"


"Setelah Isya saja ya. Tapi, aku bawa Raisya ya.." Kata Rania seakan memberi kode ke Fitra. Fitra yang paham maksud Rania yang tidak ingin berduaan dengan Fitra yang belum menjadi Mahramnya, langsung tersenyum.


"Oke Rania. Kamu bawa semua kawan Dirumah dakwah mu juga boleh" Kata Fitra dengan bercanda setelah itu tertawa kecil. Raniapun ikut tersenyum.


Akhirnya malampun tiba, Fitra kini sudah berada didepan rumah Rania menunggu 2 wanita yang tengah bersiap-siap didalam rumah. Beberapa saat kemudian, Rania dan Raisya keluar.

__ADS_1


Ketika melilhat Rania dan Raisya keluar, mata Fitra seakan tak berkedip melihat pemandangan indah dihadapannya saat ini. Rania begitu terlihat anggun dengan menggunakan gamis biru polos yang diperpadukan dengan kerudung motif berwarna denim. Aura dari wajah Rania begitu terpancar. Sadar akan ketertegunanya membuat Fitra langsung mengalihkan pandangannya dan beristighfar berkali-kali didalam hatinya.


Rania yang sadar akan ketergunan Fitra tersebut hanya menunduk, menata perasaannya yang semakin gugup dengan jantung yang tak berhenti berdetak dengan kuat.


Setelah perjalanan lebih kurang setengah jam, akhirnya mereka sampai dirumah Fitra. Rania dan Raisya tersentak kaget, malahan Raisya sampai melongo saat melihat rumah megah milik Fitra.


"Beruntung kali kamu Rania, sudah tampan, sholeh, kaya lagi..." bisik Raisya tepat ditelinga Rania yang langsung saja dijawab dengan cubitan halus oleh Rania dilengannya Raisya.


"Yuk Masuk, Rania... Raisya..." Fitra mempersilahkan kedua wanita berhijab sempurna itu untuk masuk.


DIdalam rumah sudah ada Mama Fitra dan Papanya. Melihat kedatangan Rania dan Raisya, kedua orang tua Fitra langsung menyambut dan menyapa mereka berdua dengan hangat. Begitu juga Rania dengan sopan langsung menyalami Mama dan Papa Fitra secara bergantian dengan menundukkan badannya.


Setelah itu, Mereka semua pindah keruang makan. Disitu sudah dihidangkan berbagai macam makanan. Sebelum mereka berbincang lebih lanjut, orang tua Fitra mengajak kedua tamunya itu untuk makan malam dulu.


"Makan yang banyak ya, Rania... dan juga Raisya... Jangan malu-malu" Kata Mama Fitra dengan lembut.


"Iya tante, terimakasih" Jawab Rania dan Raisya hampir bersamaan.


"Anggap aja rumah sendiri. Apalagi untuk Rania... Yang sebentar lagi akan menjadi menantu kita, ya kan Ma?" Celetuk Papa Fitra dengan menyenggol lengan istrinya.


"Betul sekali Pa..." Jawab Mama Fitra dengan semangat. Fitra dan Rania hanya tersenyum dan tersipu malu akan respon yang diberikan oleh orang tua Fitra.


Dalam hati Fitra sungguh merasa bersyukur, dia bisa menilai bagaimana kedua orang tuanya langsung bisa menerima Rania dengan baik. Sikap Rania yang sederhana, sopan dan bersahajalah yang membuat siapapun akan selalu merasakan betah saat berhubungan dengan dia. Seperti halnya Fitra... Yang merasa jatuh cinta kepada wanita itu dengan semua kelebihan yang ia punya.... Jatuh cinta pada pandangan pertama...


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih sudah Membaca sampai sejauh ini, 😊🥰


__ADS_2