Takdir Cinta Rania

Takdir Cinta Rania
BAB 43 (KEMBALI)


__ADS_3

Raihan tersentak kaget. Matanya langsung melotot tajam kearah lelaki yang ada didepannya saat ini. Lelaki yang selama ini ia cari, dan sangat dibenciinya. Raihan menggepal kuat kedua tangannya. Dan kemudian, Dengan cepat dan sigap sebuah pukulan langsung saja melayang kewajah Andre. Pukulan yang kuat sekali. Seketika itu pula, Darah segar mengalir di bibir dan hidungnya Andre. Andre hanya diam saja, tidak sedikitpun ingin membalas. Mungkin pukulan ini pantas diterimanya. Yach! Dia merasa pantas menerima yang lebih dari ini malahan.


“MAU APA KAU KESINI BAJINGAN?” tanya Raihan sambil teriak. Teriakan Raihan membuat Sofwa dan ibunya yang lagi didapur langsung bergegas lari kedepan.


“Aku... aku.. aku kesini.. mau minta maaf, minta ampun... sama Sofwa, aku .. menyesal...” agak terbata-bata Andre berbicara. Ia melihat Raihan dengan wajah yang bersalah.


“Hahaha... selama ini kau kemana saja? Kenapa baru sekarang kau menyesal setelah apa yang kau perbuat terhadap Nayla ha?” tanya Raihan dengan gusar, bagi Raihan permintaan maaf yang diucapkan laki - laki jahat ini adalah omong kosong semata. Raihan sama sekali tidak mempercayainya. Raihan malah Yakin laki - laki itu sedang merencanakan sesuatu terhadap dirinya dan juga Nayla.


Beberapa saat kemudian, Sofwa dan ibunya pun datang. Sofwa langsung menutup mulutnya, ia seakan tidak percaya ketika melihat Andre didepan pintu. Andre melihat Sofwa dengan tatapan sayu. Wajah Andre biru dan darah segar itu masih terus mengalir dari bibirnya.


“Kamu.....?” Kata Sofwa. Ia tidak tau harus bilang apa, rasa sakit hatinya serasa muncul lagi ketika melihat lelaki yang telah menghancurkan hidupnya dulu. Rasa sakit yang sudah mulai hilang kini seakan muncul lagi setelah melihat lelaki itu datang kerumahnya.


“Sofwa... Aku kesini, aku datang kesini ingin minta maaf sama kamu, Sofwa. Aku mohon.. tolong maafin aku, aku menyesal Sofwa... aku... aku sudah berubah.. aku tidak seperti Andre yang dulu lagi.. tolong maafin aku Sofwa... Akunsungguh - sungguh menyesali perbuatan aku, Sofwa" ucap Andre dengan belinangan air mata dan sambil berlutut dihadapan Andre dan Sofwa.

__ADS_1


“Alah... Omong Kosong!! tidak ada maaf untuk bajingan seperti kau. Dasar brengsek." amarah Raihan semakin meledak-ledak. Ia menarik tubuh Andre dan hendak memukulnya lagi tapi Sofwa dan ibunya langsung buru-buru menahannya.


“Bang.. sudah bang, jangan kotorin tangan abang dengan memukul penjahat ini...” kata Sofwa.


"Iya, Raihan. Kamu jangan main hakim seperti ini, tenanglah dulu." kata Ibu mereka yang menahan badan Raihan yang sudah siap - siap untuk memukul Andre lagi.


“Sofwa, Aku sadar dan sangat tahu bahwa apa yang telah aku perbuat terhadap kamu dulunya adalah sesuatu yang sulit untuk dimaafkan. Aku sudah mengukir kenangan terburuk dalam hidupmu Sofwa. Tapi, aku mohon... berilah aku sekali lagi kesempatan untuk menebus segala kesalahanku itu, Sofwa. Aku memang pantas untuk dibencii, apapun yang ingin kamu perbuat ke aku, silahkan... pukul lah aku... aku mohon..” tiba - tiba saja Sebuah tamparan melayang kepipi Andre. Tamparan dari tangan Sofwa. Andre tersenyum mendapat tamparan tersebut.


“Hari ini aku sadar.. betapa bodohnya aku dulu.. telah menyianyiakan wanita sebaik dirimu Sofwa, tapi apa lagi yang mau disesalkan jika semua telah terjadi... kesalahan dimasa lalu ku itu yang membuat rasa cintamu menjadi rasa benci yang teramat besar kepadaku... ini lah konsekuensi yang harus aku terima atas pilihanku di masa lalu... tapi, aku bertekad tidak akan salah pilih lagi Sofwa... bukan apa-apa, cuman aku benar-benar telah menetapkan pilihanku pada pilihan yang benar. Pilihan yang membuatku menjadi lebih mengenal Sang Pencipta. Demi Allah.. aku bertaubat, bersungguh-sungguh ingin kembali kepadaNya. Aku tahu dosa dan kesalahanku setinggi gunung kepadaNya.. tapi, Allah menjanjikan mau mengampuni hamba-hambaNya bukan? Allah katakan bahwa jika HambaKu membawa dosa seluas langit dan bumi pun Maka AmpunanKu seluas itu pula... itulah yanng menjadi penyemangatku Sofwa.. Dan Itu Allah, bagaimana dengan manusia? Aku mengenal mu Sofwa, aku yakin hatimu lembut... kamu pasti mau memaafkanku kan Sofwa? Aku sangat mengharapkannya.....” kata Andre dengan penuh pengahrapan, mata satunya itu seakan memohon ke Sofwa agar diberikan maaf.


“Sofwa tidak akan pernah memaafkan bajingan seperti kamu, Andre” jawab Raihan yang masih geram dan ingin memukul sekali lagi wajah Andre.


“Aku mohon Raihan... beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku kepada keluarga kalian, terutama Sofwa.. aku sadar, aku begitu jahatnya tapi yakinlah aku bukan seperti Andre yang dulu lagi. Aku sudah berubah. Demi Allah...” kata Andre dengan mengebu - gebu.

__ADS_1


“Jangan bawa-bawa nama Allah lah Dre, sulit bagi aku untuk mempercayai kata-katamu.. dan sulit juga bagiku untuk memaafkanmu... aku ngak bisa. Kamu sungguh telah menghancurkan hidupku...” kata Sofwa dengan suara yang lantang.


“Nah, udah dengarkan? Lebih baik kamu pergi sekarang juga... kalau tidak sebuah pukulan akan melayang lagi di wajahmu yang busuk itu” ancam Raihan dengan sadis.


“SUdah.. Sudah.. jangan ada kekerasan lagi. Andre, ibu mohon pergi dari sini. Jangan pernah mengganggu kami lagi... Raihan, Sofwa.. ayo masuk” ujarnya seraya menarik tangan Sofwa dan Raihan untuk masuk kedalam rumah.


Raihan dan Sofwa mengikuti kata ibu mereka. Mereka masuk dan mengunci pintu dari dalam. Tinggallah Andre terpaku dan terdiam menatap pintu yang tertutup rapat untuk dirinya. Andre tidak langsung pulang, ia menunggu sekitar setengah jam dan berharap Sofwa keluar dan memberinya kesempatan. Tapi, tampaknya hanya sia-sia. Yang diharapkan tidak kunjung membuka pintu. Namun, Andre bertekad tidak akan menyerah. Dia harus bisa memperoleh kata maaf dari Sofwa.


“ya Allah... aku tidak ingin setengah-setengah menjalani apa yang telah Engkau tunjukkan ini. Aku tidak akan kembali kepada kesesatan yang dulu lagi. Aku mohon... lembutkan lah hati Sofwa dan keluarganya agar mau memaafkan kesalahan ku di masa lalu. Aku mohon ya Rabb...” Doa Raihan dalam hati.


...🌱🌱🌱🌱...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2