
"Apa-apaan ini, Nayla? Kenapa kamu batalkan pernikahan kamu dengan Fitra yang padahal tinggal hitungan hari lagi, Kamu Sadar gak apa yang telah kamu perbuat ini? Abang sudah berbuat banyak agar kamu bisa menikah dengan Fitra, Tapi.. Dengan mudahnya kamu malah mengakhiri ini semua." Kata Raihan terdengar kesal dan marah.
Saat itu Raihan dan Nayla berada dirumah mereka, dan Nayla menceritakan ke Raihan bahwa dirinya sudah membatalkan pernikahannya dengan Fitra. Tentu saja hal itu membuat Raihan terkejut juga kecewa dengan keputusan Nayla yang tidak masuk akal baginya.
"Fitra tidak mencintai Nayla, Bang. Dia mencintai wanita itu, Rania Nazwa." Kata Nayla dengan menarik nafasnya.
"Siapa yang bilang? Emang Fitra yang bilang seperti itu ha?" Tanya Raihan dengan gusar.
"Memang Fitra tidak bilang seperti itu, tapi aku tahu... Aku tahu bukan aku wanita yang ada dihatinya. Dan .. Dia mau menerima aku karena campur tangan abang juga kan? Abang yang sudah memohon dengan dia, kan? Kenapa Bang? Bang Raihan tidak perlu melakukan itu ke aku. Aku.. Aku gak mau menikah dengan lelaki yang tidak mencintai aku. AKu gak mau!" Kata Nayla dengan suara yang bertahan.
"Oke.. Oke.. Memang abang yang memohon ke dia. Tapi, ini demi kebaikan kamu Nayla. Karena Abang gak mau kamu patah hati lagi dan keMbali ke lubang yang sama saat ditinggal lelaki bajingan itu. Abang gak mau itu terulang lagi, maka karena itulah Abang meminta ke Fitra agar belajar mencintai kamu. Dan.. Dia bersedia Nayla, karena dia sebenarnya juga sayang sama kamu. Dengan berjalannya waktu abang yakin.. Fitra juga akan mencintai kamu." Jelas Raihan.
"Tidak Bang.. Tidak semudah itu. Lagi pula sudah terlambat, aku sudah menyuruh Fitra untuk meninggalkan aku dan pergi menjemput wanita yang ia cintai itu." Kata Nayla dengan tersenyum tipis.
"Apaa?? Terus .. Fitra mau melakukan apa yang kamu suruh?" Tanya Raihan.
Nayla hanya mengangguk dengan yakin.
"Ya Ampun, Nayla.. Abang tidak habis pikir. Kenapa malah kamu yang berkorban seperti ini. Mengorbankan cinta kamu. Dan kamu.. Masih bisa tersenyum.. Berarti kamu ikhlas?" Tanya Raihan dengan ragu-ragu.
"InshaAllah, Bang. Bang Raihan tidak perlu risau. Nayla yang sekarang bukanlah Seperti Nayla yang dulu. Yang mudah merasa jatuh dan patah hati. Aku sudah berubah Bang. Sekarang ini aku lebih bisa menggunakan logika aku ditimbang hati aku. Aku tidak akan larut dalam kesedihan seperti dulu lagi. Kecewa dan sedih itu pasti. Tapi, tidak akan berlarut-larut Bang. Bang Raihan gak usah risau ya." Ujar Nayla dengan suara yang tenang berusaha menyakinkan abangnya itu.
"Ya.. Baiklah Nayla kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Cuman abang harap kamu tidak menyesal dengan keputusan yang sudah kamu buat. Abang ingin kamu selalu bahagia Nayla. Semoga kamu mendapatkan laki-laki yang benar mencintaimu dan menerima kamu apa adanya." Ucap Raihan penuh harapan. Mendengar perkataan Abangnya itu membuat Nayla langsung tetsenyum lebar.
"InshaAllah, sudah ada penggantinya kok Bang.." Kata Nayla.
__ADS_1
"Ha?? Apa Maksud kamu?" Raihan bertanya dengan kaget.
"Iya.. Maaf bang, Nayla tidak cerita sebelumnya tentang... Andre." Kata Nayla seraya menundukkan wajahnya. Sedangkan Raihan langsung melotot saat mendengar nama Andre disebut oleh Nayla.
"Apa hubungannya dengan lelaki bajingan itu?" Tanyanya langsung dengan curiga.
"Bang.. Andre bukan lagi lelaki bajingan. Dia sudah berubah. Berubah menjadi laki-laki baik dan bertanggung jawab" Kata Nayla Seakan membela Andre.
"Apa?? Kamu ngomong apa Nayla? Kamu sadar gak apa yang kamu bilang barusan. Andre itu.. laki-laki bangsat itu tidak mungkin berubah menjadi laki-laki baik." Kata Raihan kesal.
"Nayla tidak mengada-ngada Bang.. Andre memang sudah berubah." Ujar Nayla.
"Dan.. NaylapuN sudah bertekad untuk kembali lagi dengan dia. Menikah dengan Andre" Tambah Nayla lagi yang membuat Raihan langsung berdiri dari tempat duduknya dengan tatapan tidak percaya.
"Lantas kamu percaya begitu saja dengan omongan dia? Kamu dengan mudahnya membuka hati untuk si bajingan itu, Nay??" Tanya Raihan dengan rasa amarah yang tak tertahankan lagi didalam hatinya.
"Abang tidak percaya dia benar-benar berubah Nay. Abang tidak yakin. Sekali bajingan selamanya akan tetap menjadi bajingan!" Kata Raihan dengan sedikit berteriak.
"TidakĀ Raihan. Tidak selamanya bajingan akan tetap menjadi bajingan." Sebuah suara tiba-tiba muncul dari pintu ruang tamu rumah mereka. Nayla dan Raihan menoleh berbarengan ke asal suara. Dan ternyata suara yang tiba-tiba muncul itu adalah Suaranya Andre. Yah.. Andre Tiba-tiba muncul ditengah perdebatan antara Dua orang saudara kembar tersebut.
Nayla kaget dengan kedatangan Andre, sedangkan Raihan yang tadi sudah marah kini semakin emosi saat melihat Andre datang. Tangannya sudah mengepal dengan kuat. Sorotan kebencian pun terlihat jelas di sorot matanya yang tajam.
"Beraninya kau menginjakkan kaki dirumah aku, bajingan!" Kata Raihan dengan kasar.
Andre menatap Raihan dengan padangan sayu dan detik kemudian dia berlutut bersimpuh dihadapan Raihan.
__ADS_1
"Raihan, Aku mohon.. Aku benar - benar sudah berubah dan ingin bertanggung jawab terhadap Nayla. Aku mohon maafkan aku yang hina ini, maaf kan aku yang pengecut ini. Izinkan aku untuk menebus kesalahan aku dulu." Ucap Andre dengan memohon.
"Aku tidak yakin dengan kau Andre. Kau penipu kelas kakap. Mana mungkin aku bisa semudah itu kau tipu." Kata Raihan yang kemudian malah menendang Andre dengan kerasnya hingga laki-laki itu jatuh tersungkur.
"Abang.. Apa yang abang lakukan..?" Nayla lalu mendekati Andre dan memegang bahu lelaki itu.
"Tidak apa Nay, aku memang pantas mendapatkannya." Ujar Andre dengan tersenyum tipis.
"Nay, ngapain kamu disitu? Tidak ada gunanya kamu membela lelaki yang sudah membuat hidup kamu hancur." Bentak Raihan lalu menarik tangan Nayla agar menjauh dari sana.
"Bang.. Nayla mohon.. Beri kesempatan terakhir untuk Andre. Agar dia bisa buktikan ke bang Raihan kalau dia benar-benar berubah." Pinta Nayla dengan mulai terisak. Raihan tidak mengindahkan permintaan Nayla, ia malah mencibir dan membuang muka.
"Benar Raihan, aku mohon... Ampuni aku.. Beri aku kesempatan untuk bertanggung jawab ke Nayla. Sungguh aku masih sangat mencintai Nayla. Dengan sepenuh hati aku." ungkap Andre dengan sungguh - sungguh.
"Cih.. Cinta.. Omong kosong!!. Tidak ada kata maaf untuk kau brengsek." Kata Raihan yang kini langsung meraih kerah baju Andre dan hendak melayangkan sebuah pukulan ke wajahnya Andre. Namun, dengan gerak cepat Nayla langsung menghadang tangan Abangnya itu.
"Jangan Bang.. Nayla mohon cukup! Jangan saling menyakiti lagi.. Nayla mohon.." Kata Nayla kini sudah dengan Beruraian air mata.
Melihat Nayla memohon seperti itu, membuat Raihan melepaskan Genggamannya pada kerah baju Andre dengan kasar.
"Oke.. Kali ini aku lepas kan kau Andre. Sekarang.. Pergi dari sini. Aku muak dengan tampang sok mengiba kau itu." Kata Raihan mengusir Andre.
Andre yang masih berlutut perlahan-lahan berdiri dengan lemah. Tidak semudah yang ia bayangkan ternyata. Raihan dan Nayla memiliki sifat yang jauh sekali berbeda, meskipun mereka saudara kembar. Raihan yang memiliki sifat yang keras sedangkan Nayla yang berhati lembut. Namun, hal ini tidak menyurutkan niat Andre untuk terus berusaha mendapatkan kata maaf dari Raihan, saudara kembarnya Nayla. Ya.. Dia memang harus berusaha lagi untuk memperoleh maaf dan ampunan dari Raihan.
Bersambung....
__ADS_1