Takdir Cinta Rania

Takdir Cinta Rania
BAB 61 (PERTEMUAN TAK TERDUGA)


__ADS_3

Satu minggu menjelang hari pernikahannya, membuat perasaan Rania menjadi semakin tidak menentu. Terkadang Rania merasa gugup, takut, cemas dan terkadang pun ia merasa bahagia dengan tersenyum - senyum sendiri membayangkan saat - saat pernikahannya nantik dengan laki. - laki Sholeh seperti Fitra.


Hari itu Rania dan Fitra janjian untuk pergi ke sebuah butik, mereka akan memilih pakaian yang akan mereka pakai dihari H nantik. Dan Rania pergi ditemanin oleh Raisya, sedangkan Fitra pergi bersama Randi.


Sesampainya di butik, tenyata Fitra dan Randi sudah sampai duluan. Dan mereka menyuruh Rania dan Raisya menyusul mereka ke lantai atas tempat dimana baju yang akan mereka pilih diletakkan.


"Oya, Rania.. Untuk akad nikahnya nantik kamu mau pakaian yang model dan warna mana seperti apa?" tanya Fitra saat Rania sudah berada diatas dan seketika itu pula Fitra langsung menyuruh Rania untuk memilih pakaian syar'i untuk akad nikah mereka dengan berbagai macam model yang cantik dan juga warnanya yang indah dan menarik, semuanya terpampang rapi didepan kaca lemari panjang yang ada disana.


"Hhhmmm... Modelnya bagus - bagus, warnanya juga lembut - lembut. Aku jadi bingung mau pilih yang mana." komentar Rania yang diakhiri dengan tersenyum tipis.


"Iya memang bagus - bagus semua, aku juga bingung sebenarnya. Tapi, aku mengikuti kamu Rania. Aku serahkan ke kamu untuk memilih warna dan modelnya yang mana. Apapun pilihan kamu, aku akan terima." kata Fitra dengan tersenyum lebar.


"Iya, sih. Tapi, aku bingung. Kalau menurut kamu yang mana kira - kira yang paling bagus ya Fitra?" tanya Rania yang malah meminta pendapatnya Fitra.


"Hhhmmm... Begini saja, kamu sukanya warna apa Rania? Warna biru kan?" tebak Fitra padahal Rania belum menjawabnm pertanyaan Fitra tersebut.


"Ya, kamu kok tahu aku suka warna biru, Fitra?" tanya Rania dengan heran.


"Ya tahu donk, sudah tertebak dari 2 buku kamu yang sudah terbit itu, kedua - duanya sampulnya berwarna biru muda. Jadi aku yakin, pasti kamu sukanya warna biru." kata Fitra lagi.


"Memang iya sih," jawab Rania dan kemudian kembali mengalihkan pandangannya kearah baju - baju tersebut.


"Jadi menurut aku, kamu pilih dari warna yang kamu sukai. Masalah model, nantik menyesuaikan saja. Begitu saja Rania..." kata Fitra memberikan saran. Rania hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Setengah jam kemudian, Rania sudah selesai memilih baju. Dia memang agak kewalahan dalam memilih karena menurutnya semuanya bagus - bagus. Tapi, untung saja tadi ada Raisya yang membantunya mencari baju yang bagus dari yang terbagus. Sudah cukup yakin dengan pilihan Raisya, akhirnya Rania dan Raisya pun memberikan 2 gaun yang sudah mereka pilih tersebut kepada Fitra untuk dibayarkan.

__ADS_1


Setelah dari butik, kemudian mereka berempat pergi ke Mol. Awalnya Fitra ingin membeli sepatu dan perlengkapan yang lain, namun karena mereka merasa lapar maka Fitra pun mengajak mereka makan sebentar didalam mol tersebut.


Maka kini sampailah mereka ditempat makan, lalu mereka masing - masing memesan makanan. Dan seketika itu pula, Mata Fitra malah tertuju pada tiga orang yang ia kenali berada tidak jauh dari meja mereka. Fitra agak tertegun sejenak, dan Randi yang menyadari akan ketertegunan Fitra langsung melihat kearah pandangan Fitra tersebut yang ternyata disana ada Sofwa, Raihan dan juga Andre.


"Kebetulan, disana ada Sofwa, Raihan dan juga Andre." ujar Fitra seraya mengarahkan telunjuknya ketempat mereka. Maka semua mata langsung tertuju kearah telunjuknya Fitra.


"Sebentar ya, kalian lanjut saja dulu pesan makanannya. Aku mau ke tempat mereka," kata Fitra dan kemudian beranjak dari sana. Yang lain hanya diam, tanpa memberi tanggapan apapun.


Fitra lalu menghampiri mereka bertiga yang terlihat sedang asyik menikmati makan siang mereka.


"Assalamualaikum, Hai semuanya..." sapa Fitra dengan ramah seraya memegang lembut pundaknya Raihan. Sontak saja sapaan dari Fitra yang tiba - tiba itu membuat mereka yang ada disana langsung tersentak kaget.


"Fitra?" lirih Sofwa yang sudah sadar dari rasa kagetnya. Ia melihat Fitra dengan gayanya yang tampan itu sedang tersenyum ramah kearahnya.


"Wa'alaikumusalam.." Sofwa menjawab salam walaupun agak lama karena masih kaget dengan kedatangan Fitra.


"Kebetulan sekali kita ketemuan disini ya," kata Fitra berbasa - basi.


"Iya, kebetulan. Kamu.. sendirian saja?" tanya Sofwa ke Fitra.


"Tidak, Sofwa. Aku bersama mereka." ujar Fitra seraya mengarahkan telunjuknya kemeja tempat Rania dan yang lainnya sedang menunggu makanan. Sofwa menoleh kebelakang nya, dan mendapati ada Rania, Nia dan Randi disana. Melihat Sofwa yang menoleh kebelakang, mereka bertiga langsung melemparkan senyum terbaik mereka kearah Sofwa. Dan Sofwa langsung membalas senyuman tersebut.


"Hhhmmm...Kalian ngak ngajak aku ya kalau ada acara makan - makan." kata Sofwa dengan berpura - pura merajuk.


"Acara makan yang tidak direncanakan kok Sofwa, tadi kebetulan aku dan Rania baru selesai fitting baju pernikahan kami, jadi karena lapar sekalian mau belanja juga sedikit makanya mampir kesini." jelas Fitra apa adanya.

__ADS_1


Oh, begitu ya..." kata Sofwa dengan manggut - manggut.


"Raihan, apa kabar kamu sobat?" Fitra lalu menyapa Raihan yang sejak tadi hanya diam saja. Raihan langsung saja membuang mukanya.


"Baiklah, seperti yang kau lihat." kata Raihan dengan sedikit kasar, Sofwa langsung melihat abangnya dengan pandangan Protes.


"Syukurlah, Kalau begitu.. Lanjutkan lah makan - makan kalian, saya balik kesana lagi ya." pamit Fitra yang langsung di iyakan oleh Sofwa dan Andre. Sedangkan Raihan hanya diam saja. Melihat gelagat Raihan barusan, membuat FitRa yakin bahwa Raihan pasti masih marah kepadanya. Kemudian dengan langkah gontai, Fitra kembali ke tempat awalnya tadi.


"Fitra.. Apa Raihan masih marah sama kamu?" tanya Rania saat Fitra sudah kembali bergabung bersama mereka.


"Sepertinya begitu, Rania. Dia menjawab pertanyaan dari aku dengan nada ketus dan agak kasar." kata Fitra dengan mengangkat bahunya.


"Ya, Allah.. Dengan kamu aja dia masih marah, apalagi sama aku. Pasti lebih marah lagi." kata Rania dengan wajah yang sedih dan juga raut ketakutan tergambar diwajahnya.


"Sudahlah Fitra, Rania.. Jangan terlalu kalian dipikirkan. Yang penting kalian sudah minta maaf kan dengan dia, terkait dia masih marah ataupun tidak mau memaafkan kalian, ya.. Itu urusan dia dengan yang diatas lagi." kata Randi berpendapat.


"Iya, benar itu. Lagi pula yang terpenting sekarang kan hubungan kalian dengan Sofwa baik - baik saja. Aku pun lihat Sofwa fine - fine saja meskipun tidak jadi menikah dengan kamu, Fitra. Dari wajahnya bisa terlihat kalau dia ikhlas. Apalagi saat ini sudah ada laki - laki bernama Andre yang di samping Sofwa itu. Laki - laki yang kelihatan baik dan sayang banget sama Sofwa. Yah.. Aku berharap, Semoga saja mereka berdua memang berjodoh." ujar Raisya yang ikut - ikut berpendapat juga.


"Ya.. Mudah - mudahan saja Sofwa berjodoh dengan Andre dan mudah - mudahan juga Raihan bisa memaafkan kita dan kembali bersikap baik lagi sama kita semua, Aamiin..." kata Fitra yang langsung dia aminkan oleh mereka bertiga. Beberapa saat kemudian, pesanan merekapun sampai. Maka merekapun langsung menikmati makan siang mereka dengan begitu lahapnya..


...💝💝💝💝...


BERSAMBUNG


.

__ADS_1


.


__ADS_2