Takdir Cinta Rania

Takdir Cinta Rania
BAB 39 (KABAR GEMBIRA)


__ADS_3

“Assalmualaikum bu, Sofwa pulang..” Sofwa masuk kerumahnya sambil mengucapkan salam. Dari arah dapur ibunya menjawab salam Sofwa.


“Wah.. wanginya, ibu masak apa?” Tanya Sofwa setelah menghirup aroma masakan yang wangi sekali sehingga membuat perutnya semakin lapar.


“Ibu masak makanan kesukaan kamu sama Raihan. Alhamdulilah.. ada sedikit rezeki dari Raihan. Makanya ibu bisa belanja sebanyak ini. Biasanya kita kan makan apa adanya saja” ucap Ibu Sofwa dengan tersenyum lebar.


“Udah ngak sabar nech mau mencicipi makanan ibu. Pasti enak..” ucap Sofwa. Senyuman bahagia mengembang dibibirnya.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi juga sudah masak." kata ibunya.


“Bang Raihan emang pekerja keras bu, Sofwa bangga sama dia. Dia ngak gengsi kerja apa saja yang penting halal ...” komentar Sofwa tentang abangnya sambil mencomot tahu goreng yang sudah terletak di meja makan lalu memasukkannya kedalam mulut.


“Iya Nak. Alhamdulilah lah sekarang abangmu ngak kerja sembarangan lagi. Sekarang kerjanya udah tetap. Hmm.. berkat kepintarannya juga, belum wisuda dan belum menerima ijazah dia udah dipanggil kerja di sebuah perusahaan, apa ya namanya .. ibu lupa...." Ucap Ibu Sofwa dengan antusias dan mencoba mengingat - ingat nama perusahaan tempat Raihan bekerja.


“Perusahaan Indah Jaya bu...” Sambung Sofwa.


"Oh, Iya. Itu namanya. Indah Jaya." sahut ibunya.


Tidak beberapa lama kemudian, Raihanpun datang dengan sebelumnya mengucapkan salam. Raihan langsung menuju ke dapur.


“Ada kabar gembira untuk mu Nayla sayang....” Kata Raihan dengan mimik wajah bahagia. Kebahagiaan itu terpancar dari wajah lembutnya Raihan.


“Apa bang? Apa?” Tanya Sofwa dengan penasaran.

__ADS_1


“Entar dech, jangan buru-buru. Mending sekarang kamu bikinin dulu abang minum... Setelah itu, baru abang kasih tau apa kabar gembiranya." Kata Raihan lalu duduk di kursi meja makan. Sofwa menuruti perintah abangnya tersebut.


“Baik lah Abangku yang baik hati dan ganteng sekali...” Kata Nayla setelah itu ia pun beranjak dari tempat duduknya. Sedangkan Raihan dan ibunya hanya senyum-senyum saja. Beberapa saat kemudian, Sofwa kembali datang dengan membawa secangkir teh untuk abangnya.


“Ini tehnya bang, udah jadi...” Kata Sofwa seraya  menyodorkan teh tersebut kepada Raihan. Raihan langsung meminum tehnya. Karena masih panas, Raihanpun meniup teh itu.


“Eits.. jangan ditiup bang...” Cegah Sofwa tiba-tiba.


“Loh kenapa emangnya?” Tanya Raihan dengan bingung.


“Karena Rasulullah melarangnya. Gini bang, Sofwa mau berbagi ilmu sedikit sama abang... ilmu yang Sofwa dapati saat di pengajian... Rasul melarang kita meniup air panas itu ternyata bukan hanya sekedar larangan tapi ada kemaslahatan dibalik itu semua. Sebuah penelitian didapati bahwa saat kita meniup minuman kita akan mengeluarkan zat yang namanya Co2 (karbondiaksida) dan sedangkan minuman yang akan kita minum itu terkandung zat H2O, maka jik kita meniup, Co2 yang kita keluarkan itu akan bertemu dengan H2O dan akan menjadi senyawa H2CO3/Asam karbonat. Dimana zat ini sangat berbahaya untuk kesehatan kita.Alasan yg dikemukakan adalah bahwa secara kimia nafas manusia mengeluarkan CO2 & gas ini dapat larut ke dalam makanan menghasilkan asam karbonat. Rasulullah s.a.w. menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernafas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernafas di dalam gelas, yg akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas. Alasan yg lebih Logika adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka pasti mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dikesan adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini menujukkan ada partikel yg juga dikeluar dr mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yg tertinggal dicelah-celah gigi. Selain itu ada juga yang berupa mikroorganisme yang berbahaya yaitu bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yg harus dihindari supaya jangan terbawa, karena partikel tersebut akan dapat memasuki & meracuni pada makanan Yang ditiup.” jelas Sofwa panjang lebar. Raihan yang mendengar penjelasan dari Nayla tersebut hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Jadi gimana minumnya nech kalau masih panas gini?” Tanya Raihan akhirnya.


“Nah, udah agak mendingan lah sekarang. Ngak panas lagi kok, abang sudah bisa meminumnya.” Ucap Nayla setelah yakin teh yang ia buat itu tidak terlalu panas lagi. Raihan langsung meminum teh tersebut hingga habis.


Beberapa menit kemudian...


“Oya Bang, katanya ada kabar gembira untuk Nayla? Ada apa sih? Jangan buat Nayla penasaran dech. ” Tanya Nayla yang mendapati Raihan masih belum berkata apa-apa.


“Oh iya.. hampir saja abang lupa.. hehe..” Kata Raihan sambil bercanda.


“Raihan, kamu jangan bikin adekmu penasaran gitu donk... kasihan tuch...” kata ibunya. Sedangkan Nayla langsung memasang wajah setengah memelas agar Raihan segera memberitahu kabar gembira tersebut.

__ADS_1


“Kabar gembiranya adalah.... Hhmmm... sebentar lagi.. pangeranmu akan menjemputmu kepalaminan Nayla...” Ucap Raihan dengan antusias.


Nayla melotot kearah Raihan. Seakan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengarkan.


“Benar bang? Maksud abang... Fitra...?” Tanya Sofwa dengan mata yang berbinar-binar.


“Benar. Abang serius... Fitra bilang dia akan melamar kamu. Fitra sebenarnya juga sudah lama menyukai kamu Nayla, cuman dia mencari waktu yang tepat aja untuk melamar kamu..” Kata Fitra sedikit berbohong demi kebahagiaan Sofwa.


Tidak bisa dibayangkan bagaimana bahagianya Nayla saat itu. dia berlonjak-lonjak kegirangan, seperti anak kecil. Ibunya pun ikut bahagia. Sudah lama sekali dia merindukan Nayla yang dulu. Penuh canda, tawa dan ceria. Begitu juga Raihan, meskipun ia tahu kenyataannya tidaklah seperti yang dipikirkan Nayla. Tapi, Raihan tidak mau Nayla tahu yang sebenarnya. Raihan akan merahasiakan ini semua dari Nayla. Sebelumnya Raihan juga sudah memohon kepada Fitra agar ia tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Nayla. Raihan tidak mau Nayla tahu bahwa Fitra mau menikahi Sofwa karena paksaan dari dia. Tidak. Nayla tidak boleh tahu itu. Raihan bertekad dalam hati akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat.


“Kamu siap-siap ya Nayla sayang karena Hari minggu pagi Fitra aka mengajak kamu kerumahnya. Katanya dia Mau kenalin kamu sama orang tuanya...” Ujar Raihan sambil tersenyum lebar.


“Iya bang ? Duh.. Kok cepat kali bang, Nayla belum siap Nich... Entar Nayla malu-maluin lagi didepan orang tuanya...” Kata Nayla agak merasa minder dan tidak percaya diri.


“Kamu jangan minder gitu Nay, biasa aja... Kamu pasti bisa kok membawa diri kamu. Oke? Oya, ini ada sedikit uang untuk kamu. Kamu pergi beli pakaian yang agak bagus sedikit untuk pergi kerumah calon mertua besok...” Kata Raihan seraya menyerahkan uang seratus ribu 2  lembar kepada adiknya.


“Alhamdulillah... Terima kasih banyak ya bang... Nayla sayang sekali sama Bang Raihan...” Ucap Nayla setelah itu memeluk Raihan.


"Sama-sama Nayla sayang..." Jawab Raihan dengan membalas pelukan adiknya itu.


Dalam hati Raihan bertekad akan berbuat apapun untuk membuat Nayla senang, termasuk juga mengorbankan rasa cinta Fitra terhadap wanita lain. Raihan tidaK peduli itu, yang Ia peduli hanyalah kebahagiaan Nayla, adik kesayangannya. Ya.. Yang terpenting Nayla memperoleh apa yang ia inginkan..


...@@@@...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2