Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
bab 12


__ADS_3

Lima belas menit Rian sudah melajukan motornya,namun belum ada tanda-tanda kalo rumah nya sudah dekat.


"Rumah kakak dimana sih? dari tadi belum nyampe-nyampe juga.punggung aku rasanya udah pegel banget. "


"sebentar lagi juga nyampe ko. "


"Ah kakak ini, dari tadi bilang nya kaya gitu, tapi mana buktinya dari tadi belum nyampe-nyampe juga. "


"Ternyata calon istri kakak bawel juga yah."


"Bukannya gitu kak,,punggung aku pegel banget nih. "


"Ya udah kalo gitu kita berhenti dulu, atau,,,,kita mampir dulu di kedai bakso.kamu mau gak?"


"Boleh deh kak,dari pada nanti punggung aku keram. " Rian hanya tersenyum ketika melihat wajah bete Nay di spion motornya.


"Itu kak ada kedai bakso,kayanya enak tuh. " tunjuk Nayara pada sebuah kedai bakso. "


"Siap tuan putri. " Rian pun menghentikan motor nya di depan kedai bakso yang sederhana itu.


sesampainya di kedai bakso tersebut,Rian langsung memesan 2 mangkok bakso.


"Pak,2 porsi yah. "


"Baik mas,mas dan mbak bisa tunggu di bangku yang sudah tersedia. "


"Rian pun menuntun Nayara menuju bangku yang sudah di sediakan oleh sang pedagang.tak perlu menunggu lama bakso yang di pesan Rian dan Nayara sudah siap di hidangkan oleh sang pedagang.

__ADS_1


" Kak bakso nya banyak banget,kayanya aku gak bakalan sanggup deh kalo harus abisin bakso ini semuanya."


"Di coba aja dulu,siapa tau kamu nanti malah minta nambah. "


"Mana ada aku minta nambah,ini juga udah terlalu banyak. "


"Udah gadis bawel,,,mendingan kita makan baksonya sekarang keburu dingin,dari pada kamu terus ngomel-ngomel. "


"hehe iya kak. " mereka pun memakannya.Nay memakan bakso tersebut dengan sangat lahap,karena kebetulan dia belum sempat sarapan.


"Yang gak bakalan sanggup abisin,tapi baksonya abis juga tuh. " goda Rian pada Nayara,saat melihat bakso di mangkoknya Nayara sudah kosong.


"hehe,,, aku belum sempet sarapan kak. " jawab Nayara sambil cengengesan.


"Mau nambah? " Nay hanya menggelengkan kepalanya.


"kalo gitu kita lanjutkan perjalanan kita sekarang?"


setelah membayar bakso tersebut,Rian langsung melajukan motornya kembali.dalam selang waktu 15 menit,mereka sudah sampai di halaman rumah orang tua nya Rian.


"lho,,, ko belum turun?kamu mau terus diem di jok motor ini? "


"Aku takut kak. "


"Tadi malam kakak kan udah bilang,kalo semuanya akan baik-baik saja. " Nayara pun turun dari motor milik Rian tersebut.


Rian menuntut tangan Nayara untuk masuk dan menemui kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikum salam. " eh kalian sudah sampai?ucap ibunya Rian.kebetulan Rian sudah bercerita kepada kedua orang tua nya tentang Nayara,begitu juga dengan rencananya untuk membawa Nayara hari ini,sehingga ibunya Rian tidak perlu bertanya lagi seperti halnya ayah Nayara kemarin,yang belum tau soal hubungan mereka.


"Ayo masuk nak." ajak ibunya Rian.


"Iya bu, terimakasih. " mereka pun langsung duduk.tak bisa di bayangkan seberapa gugupnya Nay sekarang.Rian yang melihat kegugupan Nayara mencoba mencairkan suasana.


"Oh iya mah,ini wanita yang selalu Rian ceritain ke mamah." Ucap Rian memperkenalkan Nayara sabil melirik Nayara yang berada di samping nya.Nayara hanya tersenyum.


"Oh jadi ini wanita yang bisa mengambil hati anak mamah? " goda ibunya Rian.wajah Nayara seketika berubah menjadi merah mendengar perkataan ibunya Rian barusan. mereka terus berbincang,sampai akhirnya sang itupun bertanya kepada Nayara akan kelanjutan hubungan mereka kedepannya.


"Jadi bagaimana Nayara,apa kamu mau menerima anak ibu untuk menjadi imam kamu kelak? "


"InsyaAllah bu dengan segenap hati,Nayara mau menerima kak Rian,tidak ada alasan buat Nayara nolak kak Rian,kak Rian orang nya baik." sang ibu pun tersenyum dengan jawaban yang Nayara berikan.


"Alhamdulillah,baiklah kalo begitu tolong sampaikan kepada keluarga kamu,kalo 2 hari kedepan ibu sekeluarga akan berkunjung kerumah kamu,untuk melamar kamu secara resmi." Nayara menatap Rian dan Rian pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari tatapan Nayara itu.setelah nya mereka lanjut berbincang-bincang sampai Nay tidak terlalu canggung lagi dengan ibunya Rian.


"Mah,,udah mau sore nih,Rian anterin Nay dulu ya,nanti bapak nya Nay khawatir kalo Rian terlalu lama minjem dia nya. "


"Iya nak,hati-hati awas jangan ngebut."


"Iya mah. "


"Oh iya Nay,bilangin salam dari kami buat kamu sekeluarga. "


"baik mah,, Nanti nay akan sampaikan salam mamah. "

__ADS_1


"Ayo Nay kita berangkat sekarang keburu sore." ajak Rian yang sudah berada di teras rumahnya.


Rian pun melajukan motornya.melihat anak dan calon menantu nya akan pergi sang ibupun melambaikan tangannya,Nay hanya menganggukan kepalanya.


__ADS_2