
setelah 2 hari dari bertemu nya Nayara dengan keluarga Rian,tiba saatnya hari ini akan di adakan pertemuan antara keluarga Nayara dan keluarga Rian untuk melamar Nayara secara langsung.sebelum nya Nayara sudah membuat puding dan beberapa cemilan lainnya untuk di hidangkan kepada keluarga Rian nanti.selesai mengerjakan semua pekerjaannya,Nayara pun bergegas masuk ke kamar untuk bersiap-siap menyambut kedatangan Rian bersama keluarga nya.Di acara lamarannya,Nayara mengenakan baju berwarna hitam dengan kerudung berwarna cream dan di tambah dengan sedikit polesan di wajahnya sehingga membuat penampilan Nayara sedikit berbeda.
Keluarga Rian pun sudah tiba di kediaman keluarga Nayara.
"Assalamu'alaikum." ucap kedua orang tuanya Rian ketika sudah tiba di kediaman keluarga Nayara.
"Waalaikum salam,eh nak Rian dan keluarga sudah datang. " ucap ayah Nayara menyambut kedatangan kedua orang tuanya Rian.mari silahkan masuk,ayo nak Rian ajak ibu sama bapak nak Rian masuk. "
"Iya Pak terimakasih. "
Mereka pun duduk di kursi yang ada di ruang tamu,Tia datang untuk menyuguhkan beberapa cemilan yang sudah di buat oleh Nayara tadi,setelah nya Tia pun menyalami kedua orang tua calon kakak ipar nya itu secara bergantian.
"Tia tolong panggil kakak kamu dan bilang sama dia kalo keluarga nak Rian sudah datang. " ucap sang ayah.
"baik Pak."
tok... tok... tok...
"kak?? " panggil Tia dari luar kamar Nayara.
"Masuk aja de, pintunya gak kakak kunci. " Tia pun membuka pintu kamar kakaknya.
"kak di panggil bapak,itu ibu sama bapaknya kak Rian udah datang. "
__ADS_1
"Iya de sebentar, kakak pake kerudung dulu. "
"kakak cantik sekali hari ini. "
"Kamu bisa aja de.kakak udah selesai nih, kita kedepan sekarang yuk." ajak Nay kepada sang adik.
"ayo kak, mereka udah pada nunggu kakak."
"Bismillahirrahmanirrahim,mah hari ini Nay akan di lamar oleh seorang laki-laki yang InsyaAllah beliau adalah calon imam yang baik yang Allah berikan buat Nay. " gumam Nayara dalam hati.tanpa di sengaja air mata Nay pun jatuh.Tia yang melihat kakak nya tiba-tiba nangis menjadi bingung.
"lho kakak kenapa? kenapa kakak nangis? hari ini hari yang bahagia buat kakak,sebentar lagi kakak akan di pinang oleh seorang laki-laki yang InsyaAllah akan menyayangi kakak,tapi kenapa kakak malah nangis? "
"Kakak inget almarhumah mamah de. " ucap Nayara sambil mengelap air matanya dengan telapak tangan.
"Sudah kakak jangan nangis lagi.sekarang kita kedepan,kasian mereka kalo terlalu lama menunggu kakak. "
"Iya de. " mereka pun berjalan menuju ruang tamu.
Rian yang merasa pangling dengan penampilan Nayara sekarang terus menatapnya.Nayara pun menyalami kedua orang tuanya Rian dan duduk di sebelah sang ayah.
"langsung saja,begini pak maksud kedatangan kami kesini,kami ingin melamar Nayara anak bapak untuk menjadi istri Rian anak kami. " ucap Ibu nya Rian.
"Sebelumnya saya sebagai orang tua Nayara mengucapkan banyak terima kasih kepada nak Rian sekeluarga,karena nak Rian dan keluarga telah memilih anak saya untuk di jadikan istri sekaligus menantu di keluarga nak Rian.namun bapak tidak bisa memutuskan secara sepihak,bapak akan memberikan semua keputusan nya kepada Nayara,karena Nayara lah yang akan menjalani pernikahannya nanti.bagaimana Nayara apa kamu menerima pinangan dari nak Rian dan keluarga nya? " tanya sang ayah kepada Nayara.Nayara menundukkan kepalanya di saat dia akan menjawab pertanyaan dari ayahnya.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim, InsyaAllah Nayara menerima pinangan dari ka Rian,mudah-mudahan Nayara bisa menjadi istri sekaligus menantu yang baik. "
"Alhamdulillah." jawab semuanya secara serempak.
"kalo begitu bagaimana kalo acara pernikahan anak-anak kita di percepat? " ucap ayahnya Rian.
"saya pun sempat berfikir seperti itu,tidak baik juga kita menunda-nunda niat baik kita.bagaimana nak Rian,Nayara,apa kalian setuju dengan rencana kami? " tanya sang ayah kepada Nayara dan Rian secara bergantian.
"Rian ikut para orang tua saja,bagaimana dengan kamu Nay? " tanya Rian kepada Nayara.
"aku ikut apa yang menjadi keputusan calon suami ku. " jawab Nayara sambil menundukkan kepalanya karena malu.mendengar jawaban Nayara barusan,Rian pun tersenyum sambil menatap wajah Nayara yang memerah karena jadi pusat perhatian semua yang ada di sana.
setelah acara lamaran selesai orang tua Rian pun pamit untuk pulang termasuk Rian.
"Kalo begitu kami permisi. " ucap ayahnya Rian
"Iya Pak, terimakasih atas silaturahmi nya,hati-hati di jalan. "
"Sama-sama pak,kalo begitu kami pamit.assalamu'alaikum."
"Waalaikum salam.
Rian sekeluarga pun telah meninggalkan kediaman Nayara.
__ADS_1