
Rian melajukan motornya ke tempat yang menjadi tujuan mereka.Toko perhiasan merupakan tempat yang utama yang akan mereka tuju duluan.sesampainya di sana Rian langsung menyuruh Nayara untuk memilih perhiasan yang dia inginkan,namun bukannya memilih Nayara malah bergeming ditempatnya.
"Sayang ayo kamu pilih perhiasan mana yang kamu suka. "
"Aku gak tau kak,kakak aja yang pilihin. "
"Kamu yakin tidak mau memilih sesuai keinginan kamu? " Nayara pun menganggukan kepalanya.Setelahnya Rian pun memilih seperangkat perhiasan mulai dari kalung,gelang,gelang kaki dan sepasang cin-cin untuk di pakaikan di jari mereka masing-masing.Perhiasan yang di beli Rian bertotal 150 gram.Melihat banyaknya perhiasan yang Rian beli untuk di jadikan maharnya,Nayara menatap Rian dengan tatapan penuh tanya,namun Rian tak menjawab,dia hanya mengusap kepala Nay yang tertutup oleh kerudung.
"Kakak udah pilihin perhiasan buat mahar kamu, semoga kamu suka.Oh iya apa kamu ingin menambah perhiasan yang lain,selain perhiasan yang kakak pilihin tadi?" Nayara menggelengkan kepalanya.
"Tidak kak,ini udah lebih dari cukup."
Setelah membayar semua total perhiasan tadi,Rian berniat membawa Nay ke sebuah mall untuk membeli berbagai macam hantaran seperti seperangkat alat sholat,baju,celana,handuk,baju tidur,sandal,sepatu,tas,alat-alat make up,kerudung, seprei,bad cover dan barang-barang lain nya.
"ok,, perhiasan sudah kita beli,sekarang kita ke mall buat beli semua barang-barang yang kamu perlukan." Ucap Rian setelah mereka berada di parkiran.
"Kak sebelum kita ke mall,kita cari makanan dulu yuk,perut aku lapar. "
"Siap,kamu mau makan apa? "
"Aku mau makan mie ayam langganan aku kak.tempatnya ada di alun-alun.Aku dan Rani sering makan mie ayam itu,rasanya enak lho kak." Ucap Nay sambil membayangkan mie ayam favorit nya.
"Ok kalo begitu,hari ini kakak akan menuruti semua permintaan kamu."
"Makasih sayang. "
"Apa kamu bilang? coba kamu ucapkan sekali lagi."
"Gak ada kata ulang,udah ayo ah kak aku lapar. "
Rian pun melajukan motor nya menuju alun-alun.
sesampainya di sana Nayara langsung memesan dua mangkok mie ayam langganan nya itu.
"Mang Ujang 2 mangkok ya,biasa punya aku jangan pake kecap. "
"Eh neng Nayara,bareng Neng Rani lagi ya? " Ucap sang pedangang,karena biasa nya Nayara selalu bersama Rani jika jajan di tempat nya.
__ADS_1
"Eh gak mang,kebetulan Rani lagi kerja."
"terus kenapa ini neng Nayara pesan 2 mangkok?" sang pedagang pun kepo,kepalanya celingukan ingin tau siapa yang sedang bersama Nay saat ini.
"Oh ternyata sama pacarnya ya neng? " Tanya sang pedagang saat melihat pria yang sedang duduk di bangku tempatnya jualan. "
"InsyaAllah dia calon suami ku,do'ain aku ya mang Ujang. "
"Siiiiip neng,pasti mang Ujang do'a in."
setelah memesan dan sedikit mengobrol,Nay menghampiri Rian yang sedang mengotak-ngatik hp nya. "
"Lagi apa kak? "
"Gak,bete aja dari tadi kakak di anggurin sendiri,calon istri kakak malah keasikan ngobrol sama pedagang nya. "
"Eh maaf kak,itu tadi mang ujang sedikit kepo hehe. "
"Nay gak apa-apa kan kakak ke toilet dulu sebentar?dan ini tolong titip hp kakak ya."
"Siap ibu negara." canda Rian sambil memberi hormat kepada Nayara.
Sepeninggalan Rian ke toilet,hp yang di titipkan Rian berbunyi,Nay melihat ada sebuah pesan masuk,entah kenapa Nay sangat ingin membukanya,Nay membaca chat yang barusan masuk di hp Rian,setelah mambaca pesan tersebut Nay pun menangis namun setelah nya Nay bersikap seperti biasa dan menghapus air matanya dengan tisu yang di bawanya.
"Hai sayang,maaf ya kakak lama. " Nay tidak menjawab sedikit pun.Rian pun merasa aneh dengan sikap yang di tunjukan oleh Nayara.
"Nay,,, kamu kenapa? kamu sakit? " Nay sama sekali tidak menjawab,Nay malah menatap Rian dengan sangat emosi. "
"Siapa Anita?" tanya Nayara kepada Rian.Deg Rian di buat kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan Nayara barusan.
"Kenapa diam kak? aku tanya siapa Anita? "
"maksud kamu Anita siapa? " Rian mencoba bersikap tenang dan tidak tau apa-apa soal Anita.
"jangan pura-pura tidak tau kak,tadi dia mengirimkan chat sama kamu,dia bilang dia kangen dan ingin ketemu kamu." jawab Nay sedikit berteriak.setelah nya Nay beranjak pergi,namun sebelum pergi Nay menghampiri mang Ujang untuk membayar mie ayam yang dia pesan tadi,mie ayam yang belum sempat mereka makan.
"Mang ujang ini uang mie ayam nya. " Nayara memeberikan uang seratus ribu kepada mang Ujang.
__ADS_1
"Lho neng ini mie ayamnya baru mau mang Ujang anterin ke meja nya si eneng."
"Mie ayamnya mang Ujang kasih aja sama orang lain,aku ada urusan mendadak mang. "
"Eh iya, tapi neng ini kembalian nya. " teriak mang Ujang ketika melihat Nayara yang sudah beranjak pergi. "
"Ambil aja kembalian nya mang. "
Nayara pun pergi dari alun-alun itu dan berniat menghentikan sebuah angkutan umum untuk menuju rumahnya.Rianpun berlari untuk menyusul Nayara.melihat Nayara di pinggir jalan Rian langsung menghampiri nya.
"Nay tolong dengerin dulu penjelasan kakak. "
"Penjelasan apa?semuanya sudah jelas. "
"Nay ini tidak seperti yang kamu fikirkan,kakak bisa menjelaskan nya,ini salah paham Nay. "
"Kamu bilang ini salah paham? memangnya aku wanita bodoh yang sudah jelas-jelas membaca sendiri chat dari seorang wanita yang mengungkapkan kalo dia rindu dan ingin bertemu kamu.Apa yang sekarang ingin kamu jelaskan hah???? " ucap Nayara dengan nada yang sangat emosi.
"Jangan harap kamu bisa nyakitin aku,dan jangan harap pula karna kamu akan memberikan aku mahar yang begitu banyak,aku tidak akan ninggalin kamu,aku bukan wanita gila harta. " teriak Nayara sambil menangis.
Melihat Nayara yang begitu marah Rian dengan terpaksa memeluknya agar emosinya sedikit mereda.
"Lepas,,, lepaskan aku. " Nayara terus berusaha memberontak di pelukan Rian.
"Kakak tidak akan melepaskan kamu Nay, sebelum kamu mendengarkan semua penjelasan kakak." ucap Rian mencoba menenangkan Nayara.Akhirnya Nayara pun pasrah berada di pelukan Rian.
"Apa salahku kak?mengapa setiap aku menginginkan kasih sayang dari pria yang aku cintai,mereka malah nyakitin aku?apa aku tidak berhak mendapatkan kebahagiaan? " ucap Nayara dengan terus menangis.
"Sayang maafin kakak,tapi kakak berani bersumpah,kakak dan dia tidak ada hubungan apa-apa,dia hanya masa lalu kakak.memang dulu kami pernah menjalin hubungan,namun taqdir tidak menyatukan kami,bahkan sekarang dia sudah menikah.maaf kakak tidak pernah menceritakan soal dia sama kamu,karena kakak pikir dia bukan orang yang penting lagi di hati kakak."
"Sebelum kita melanjutkan pernikahan kita,aku ingin kakak menyelesaikan masalah kakak dengan dia,dan jangan harap aku akan mau menikah dengan kakak sebelum semua masalah ini selesai."
"Baik kakak akan menyelesaikan nya dan kakak akan memberitahu dia kalo kakak akan menikah agar dian tidak mengganggu hubungan kita lagi."
"Aku mau pulang." Ucap Nayara tanpa basa basi.
Rianpun mengantarkan Nayara pulang.
__ADS_1