
(Di kediaman keluarga Rian)
Sesampainya Di halaman rumah orang tuanya,Rian dan Nayara turun dari mobil.Mendengar mobil yang di kendarai sang anak datang,orang tua Rian pun langsung menyambut mereka di depan pintu rumah.Rian berjalan sambil menggandeng tangan sang istri dengan erat.
"Assalamu'alaikum" ucap Rian dan Nayara secara bersamaan,lalu setelah nya mereka menyalami tangan mamah dan papahnya Rian secara bergantian.
"Waalaikum salam,Duuuh anak dan menantu mamah serasi sekali."
"Mama bisa aja. " jawab Rian.
"ya udah yuk masuk dulu pasti kalian cape,oh ya jam berapa kalian akan berangkat ke luar kota? "
"Mungkin sebentar lagi mah,soalnya takut kemalaman di jalan. "
"Yah kalau gitu mamah gak bisa ngobrol-ngobrol dulu dong sama menantu kesayangan ini. "
"Iya mah sebenarnya Nay juga ingin lebih lama dulu bersama mamah,tapi kata kak Rian besok kak Rian sudah harus masuk kerja. " Jawab Nayara.
"Iya mamah ngerti nak.kalian hati-hati di jalan ya. Rian kamu jangan ngebut,ingat sekarang ada wanita yang harus kamu lindungi." Nasihat sang mamah kepada anaknya.
__ADS_1
"Iya mah,Rian enggak akan ngebut kok,itu sebabnya Rian merencanakan berangkat lebih awal dari biasanya,agar Rian bisa menyetir agak santai,tidak seperti biasanya yang selalu ngebut karena di kejar waktu." Jawab Rian pada sang ibu.
Setelah berbincang-bincang sebentar,tiba waktunya Rian dan Nayara berangkat. mereka pun hendak berpamitan.
"Mah kalau begitu kami berangkat sekarang ya. "
"Iya nak,kalian hati-hati,jangan lupa jaga kesehatan kalian dan ingat kalian harus selalu akur.Dan kamu Rian jaga menantu kesayangan mamah ini,awas kalau kamu sampai menyakiti nya.satu lagi,mamah tidak ingin kalian menunda untuk mendapatkan momongan,karena mamah sama papah ingin secepatnya menggendong cucu dari kalian." Deg,, Nasehat yang terakhir membuat Nayara salah tingkah bahkan wajahnya yang tadinya biasa-biasa saja berubah menjadi memerah,beda hal nya dengan Rian,dia terlihat bahagia dengan kata-kata yang diucapkan mamah nya barusan.
"Iya mah,mamah do'a in kita ya,semoga Allah cepat-cepat memberi kepercayaan kepada kami. " Jawab Rian pada sang mamah.
"Pasti nak,mamah akan selalu berdo'a untuk kebaikan kalian. " Setelahnya Rian dan Nayara berjalan menuju mobil.sang mamah pun melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan oleh Nayara.
"Makasih kak,," ucapan Nayara.
"Sama-sama sayang. " Setelah Nayara masuk Rian pun menutup pintu mobil lalu memutari mobilnya untuk duduk di depan kemudi.
"Kamu sudah siap sayang? "
"InsyaAllah,aku siap kak. "
__ADS_1
"Ya udah kita berangkat sekarang yah. " Nayara pun menganggukan kepalanya.
"Bismillahirrahmanirrahim." Rian pun melajukan mobil nya menuju rumah nya yang sudah dia beli satu tahun kebelakang.Rian sengaja membeli Rumah di daerah tempat dia bekerja sekarang, agar kelak setelah dia menikah mereka tidak akan di pisahkan oleh jarak.
"Kamu ngantuk Nay? " Nay menggelengkan kepalanya.
"kenapa diam saja? "
"Aku lagi liat jalanan kak,rame."
"Memang sayang,jalanan menuju ibu kota tuh selalu rame.oh ya semoga kamu nyaman dan betah yah hidup bersama kakak. " ucap Rian sambil mengusap kepala Nayara.
"InsyaAllah aku akan nyaman dan betah hidup dengan suami yang sangat aku cintai. " penuturan kata-kata Nayara barusan membuat Rian terus bersyukur.
"Kakak sayang kamu. "
"Aku pun sama hal nya kaya kakak,sangat menyayangi kakak dan berharap kakak pria terakahir yang akan mendampingi dan menuntunku ke syurga nya Allah. "
"Aamiin.maksaih sayang. " Nay pun tersenyum pada suaminya.
__ADS_1