
"Nayara kemana yah, kok dia gak ada? " ucap Rian ketika dia meraba di sebelah nya tak menemukan sang istri. Dilihatnya jam beker yang berada di pinggir ranjang.
"Astaghfirullah ini udah jam 5 lebih, sebentar lagi waktu shalat subuh habis. " Rian segera beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. setelah selesai mengambil wudhu Rian langsung melaksanakan shalat subuh. setelah selesai melaksanakan shalat 2 rakaat Rian tak lupa menengadahkan kedua tangannya, memohon perlindungan untuk rumah tangga mereka, dan Rian pun memohon agar istri dan calon anaknya selalu di berikan kesehatan. selesai bedo'a Rian kembali melipat alat shalat nya, kemudian Rian menuruni anak tangga untuk mencari istri nya.
Rian menggelengkan kepala saat mencium aroma lezat makanan yang berasal dari dapur.
"Kamu lagi apa sayang? "
"Aku lagi bikin nasi goreng buat sarapan kita kak. "
"Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak beraktivitas dulu. "
"Kakak jangan lebay gitu dooong, aku gak akan kenapa-napa kalau cuma bikin nasi goreng aja. "
"Bukan gitu sayang, kakak gak mau kamu kecapean. "
"Kakak tenang aja, aku gak kan kecapean kok. "
"Ya udah kalau itu mau kamu. Tapi ingat, kamu harus jaga kesehatan kamu dan calon anak kita. "
"siap papa.... " jawab Nayara dengan nyengir kuda nya.
"Oh ya kenapa tadi kamu gak bangunin kakak? "
"Tadi aku udah mau bangunin kakak, tapi lihat kakak tidurnya pules banget aku gak tega buat bangunin nya. "
"Terus kenapa jam bekernya gak nyala? "
"Sengaja aku matiin kak. tadi aku berniat akan bangunin kakak jam 5 tapi aku lupa hehe. "
"Pantesan jam beker nya gak nyala. "
"sambil menunggu nasi goreng nya matang kakak mandi dulu gih supaya nanti setelah selesai sarapan kakak bisa langsung berangkat kerja. "
__ADS_1
"Oke istri sholehah ku. " Rian pun langsung bergegas untuk mandi.
"Alhamdulillah akhirnya nasi goreng nya sudah matang. sekarang waktunya nyiapin baju kerja buat suamiku. " Ucap Nayara sambil membuka celemek yang di pakainya.
"aaaaaaaaaaaaa... "
"Kamu kenapa Nay? " Rian benar-benar di buat kaget saat istrinya masuk dan langsung berteriak histeris.
"kakak,,,,,itu handuknya jatuh. " jawab Nayara sambil membalikan badan dan menutup wajah dengan kedua tangannya. " Rian geleng-geleng kepala dengan tingkah laku istri nya. Moment kali ini pun tidak Rian sia-siakan begitu aja, Rian malah mendekati Nayara dengan tanpa memakai handuk. "
"Kamu ini kaya yang baru lihat tubuh kakak aja. padahal biasanya kamu sangat suka kan liat tubuh kakak? " ucap Rian sambil memeluk Nayara dari belakang. "
"Kakak jangan gini doooooong. ayo pake handuknya. risih banget aku liatnya. "
"kalau kakak enggak mau bagaimana? "
"Cepet dong kak, kita sarapan sekarang. "
"Kayanya pagi ini kakak ingin sarapan kamu deh, kakak kangen sama kamu. udah cukup lama juga kakak gak memakan kamu. boleh ya pagi ini kakak sarapannya kamu aja? "
"tapi nanti malam kamu tidak boleh menolak oke. " Nayara hanya menganggukan kepalanya, karena Nayara tau jika dia menolak keinginan suaminya maka dia pun akan mendapatkan dosa.
"Ya udah sekarang kakak pake handuknya, aku janji nanti malam aku akan ngasih jatah sama kakak. "
"Makasih sayang. " Ucap Rian sambil mengusap kepala istrinya.
"udah sekarang kamu buka mata, kakak udah memakai handuknya kok. "
"Hari ini kakak mau pake baju yang mana? " Tanya Nayara sambil berjalan menuju lemari baju sang suami. "
"Terserah kamu aja, kamu pilihin yah baju buat kakak. "
"Iya kak.." Nayara pun mulai memilihkan baju buat suaminya.kemeja berwarna biru dengan jas berwarna navi dan dengan celana yang senada menjadi pilihan Nayara hari ini untuk suaminya.
__ADS_1
"Ini kak bajunya. "
"Makasih sayang. "
"Sama-sama kak. " Tak lupa Nayara membantu Rian mengenakan baju kerjanya.
"Selesai." Ucap Nayara sambil merapihkan baju sang suami.
"Kamu memang istri siaga. "
"hahaha mana ada istri siaga yang ada tuh suami siaga. "
"Tapi emang bener, kamu itu benar-benar semangat banget ngurusin kakak. "
"Itu memang tugas aku kak. ya udah kita sarapan sekarang yuk. aku udah laper. "
"Yuk."
Rian makan dengan sangat lahap, hari ini hari yang begitu bahagia, setelah sekian lama baru sekarang suasana kembali hangat seperti awal mereka menikah.
"Sayang kakak berangkat kerja dulu yah, kamu baik-baik di rumah. "
"Iya.kakak juga hati-hati, jangan ngebut. "
"Anak papa, papa berangkat kerja dulu yah. kamu baik-baik di perut bunda oke. " Ucap Rian sambil mengelus kemudian mencium perut sang istri. "
"Iya papa,, papa juga hati-hati. " Jawab Nayara dengan nada seperti anak kecil.
"kakak berangkat yah. "
"Iya kak. "
"Assalamu'alaikum."
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam." Rianpun menjalankan mobilnya menuju kantor tempat dia bekerja.