Taqdir-Nya Mempertemukan Kita

Taqdir-Nya Mempertemukan Kita
Episode 88


__ADS_3

"Kok kakak jam segini belum tidur sih? " Tanya Nayara sambil melipat mukena yang habis dia pakai.


"Ini sayang kakak baru ingat kalau kakak punya pekerjaan yang harus kakak setorkan besok pada atasan kakak. "


"Terus sekarang pekerjaannya belum selesai juga?"


"Alhamdulillah udah beres kok, ini kakak udah mau nyimpan laptopnya. " Ucap Rian sambil menutup laptop yang dia pangku. "


"Maaf ya kak, gara-gara harus nganter aku buat nengok Rani, kakak harus menyelesaikan pekerjaan kakak sampai larut malam gini. "


Ucap Nayara sambil melangkahkan kakinya ke ranjang. "


"Gak apa-apa sayang, kamu jangan merasa gak enak gitu. kakak juga bersyukur tadi kita ke rumah Rani, kalau tadi kita tidak kesana kasian Rani, apalagi tadi Rani sampai pingsan. "


"Makasih ya kak, udah selalu meluangkan waktu untuk ku. " Ucap Nayara sambil memberanikan dirinya untuk duduk di pangkuan sang suami. Rian pun tersenyum, karena semenjak istrinya hamil, sikap istrinya berubah drastis, seakan sekarang istrinya yang mengharap ingin selalu dimanja oleh dirinya. Rian sangat bersyukur dengan kehadiran buah hati mereka yang sekarang masih dikandungan sang istri, membawa begitu banyak keberkahan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Rumah tangga yang tadinya sudah di ujung tanduk, kini berubah seakan berbalik menjadi begitu sangat harmonis.


"Kakak gak beratkan aku duduk disini? " celetuk Nayara dengan polosnya pada Rian ketika dia duduk di pangkuan sang suami. "


"Kalau kakak berat gimana? "

__ADS_1


"Ya udah,awas aku mau turun. " kesal Nayara dengan memonyongkan bibirnya.


"Eiiiits kakak cuma becanda kok sayang, yang ada kakak senang sekarang bunda yang kayak nya ingin selalu dekat sama papa. "


"Papa kamu kepedean banget sih nak. Awas ah aku mau turun. " ucap Nayara sambil mengelus perutnya sendiri.


"Kamu tidak bisa lepas dari papa bunda, karena bunda udah terjebak di pangkuan papa, dan bunda gak boleh kemana-mana. " Ucap Rian sambil terus memeluk sang istri dari belakang. "


"Oh ya sayang, apa Rani udah punya pacar? " Tanya Rian di tengah-tengah kemesraan mereka. "


"Maksud kakak? "


"Tadi dia bilang sama kakak, kalau dia suka sama Rani. " Nayara pun berbalik badan menatap sang suami sambil mengerutkan keningnya.


"Maksud kakak apa? "


"Iya,, tadi Jepri sempat bilang kalau dia tiba-tiba tertarik sama Rani dan dia membujuk kakak untuk di mintakan no HP nya pada kamu. "


"Apa kakak bisa menjamin kalau Jepri adalah lelaki baik-baik? aku gak mau Rani jatuh ke tangan laki-laki yang salah. Aku ingin melihat Rani bahagia dengan pasangannya. "

__ADS_1


"InsyaAllah sayang, Jepri adalah laki-laki yang baik. Memang sih dia suka usil, tapi kalau masalah hati InsyaAllah dia tidak akan menyakiti pasangannya. "


"Memang saat ini Rani belum punya pacar kak, sifatnya tidak jauh beda dengan aku, dia berprinsip tidak mau terlalu lama pacaran. "


"Maksud kamu? "


"Rani tidak mau mencari pasangan hanya untuk sekedar pacaran, tapi dia ingin menjalin hubungan yang serius, yang bisa menjadikannya sebagai seorang istri. jadi kalau Jepri hanya akan bermain-main saja, maaf kak aku gak akan mencoba mendekatkan nya dengan Rani. "


"Ya udah kalau gitu besok kakak akan temuin Jepri untuk meyakinkan kalau dia tidak akan main-main pada Rani. "


"Oke."


"Sayang kok kakak kangen kamu sih?? "


"Kangen gimana sih? orang aku dari tadi gak kemana-mana. "


"Yah bundanya gak ngerti, atau pura-pura gak ngerti. "Nayara kembali mengerutkan keningnya, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan suaminya.


"Ya udah kalau bunda gak ngerti,papa perjelas deh, Papa ingi nengok anak kita. " Ucap Rian dengan tampang genit nya, perkataan barusan yang di ucapkan oleh Rian membuat Nayara salah tingkah dan membuat pipinya berubah menjadi merah.

__ADS_1


"Kenapa bunda gak jawab? Papa bolehkan nengok anak papa? " Nayara hanya menganggukan kepalanya, karena dia tau melayani suami adalah kewajibannya sebagai seorang istri, dan dia akan berusaha memperbaiki kesalahan dirinya dengan berbakti kepada suaminya.


__ADS_2